Beras merah tinggi vitamin dan mineral plus rendah karbohidrat.

Beras merah tinggi vitamin dan mineral plus rendah karbohidrat.

Konsumsi rutin seduhan beras merah dan hitam membantu mengatasi asma.

Takbir berkumandang menandai berakhirnya bulan suci Ramadan. Jutaan umat Islam di seluruh dunia menyambut gembira. Namun, tidak bagi Syamsuri. Warga Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, itu malah terbaring dengan napas tersengal-sengal. Keluarga menduga Syamsuri terkena serangan jantung, sehingga keluarga tergopoh-gopoh membawanya ke rumahsakit jantung di Jakarta Barat.

Dokter mendiagnosis sulung dari 2 bersaudara itu bukan mengidap penyakit jantung melainkan asma akut. Pemicunya sepele. “Tetangga menggoreng sambal dan asapnya masuk ke rumah sehingga memicu sesak napas,” kata Syamsuri. Dokter menyatakan Syamsuri alergi aroma masakan tajam, selain itu tubuhnya banyak terpapar polusi. Saran dokter agar Syamsuri menggunakan nebulizer—peranti yang mengubah obat asma bentuk cair menjadi uap.

Sangat sensitif
Sejak saat itu, hidup Syamsuri tak bisa lepas dari alat bantu pernapasan. Sayang upaya itu tidak banyak membantu. “Hidung saya tetap sensitif terhadap aroma menyengat,” ujarnya. Begitu kurang istirahat atau kelelahan, asmanya langsung kambuh Dalam sebulan, ia bisa 3—4 kali kambuh. Menurut dokter sekaligus herbalis di Malang, Jawa Timur, dr. Zainal Gani, pemicu asma beragam seperti alergi.

dr. Zainal Gani, dokter sekaligus herbalis di Malang, Jawa Timur.

dr. Zainal Gani, dokter sekaligus herbalis di Malang, Jawa Timur.

“Saat alergi, saluran pernapasan membengkak membuat rongganya menyempit. Akibatnya penderita kesulitan bernapas,” ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya itu. Akibat kondisi itu, fungsi pertahanan tubuh pun ikut terganggu. Menurut dr. Zainal Gani salah satu cara menanggulangi asma dengan meningkatkan metabolisme tubuh agar kebugaran optimal.

Jika tubuh bugar, sistem imun mampu meredam alergen—pemicu alergi—sebelum memicu gejala alergi. “Caranya penderita harus rajin berolahraga untuk memperkuat otot-otot pernapasan,” kata Zainal. Menurut dokter spesialis telinga hidung dan tenggorokan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Jakarta Timur, dr. Dody Widodo, Sp.THT., ada kaitan erat antara saluran napas atas dan bawah atau paru-paru.

Baca juga:  Kroton Elok Incaran Pehobi

Pasien dengan rinitis alergi—inflamasi di selaput lendir hidung akibat reaksi alergi—kerap mengidap asma karena reflek saluran nasobronkial. “Terjadi perangsangan akibat kehadiran bahan alergen di hidung dapat memicu gangguan di bronkus atau saluran napas,” ujar dr. Dody. Dokter dan herbalis di Yogyakarta, dr. Sidi Aritjahja berpendapat bahwa penyakit yang Syamsuri alami lantaran hipersensitif tubuh terhadap alergen.

“Alergi mengganggu reseptor yang hipersensitif. Padahal reseptor itu yang menerima zat-zat penyebab alergi,” ujar dokter alumnus Universitas Gadjah Mada itu. Oleh karena itu, jika ingin mengobati asma, maka kepekaan reseptor itulah yang harus diredam dari hipersensitif menjadi agak sensitif. Selama 8 tahun, Syamsuri mencoba berdamai dengan asma yang kerap menyambangi tanpa permisi.

Beras merah-hitam
Melihat penderitaan kakaknya, adik ipar Syamsuri mengirimi dan menyarankannya untuk mengonsumsi beras hitam dan beras merah. Syamsuri mengikuti saran kerabatnya untuk mengonsumsi beras tinggi vitamin itu dalam bentuk sereal. Setiap pagi ia menyeduh satu sendok makan beras hitam dan satu sendok makan beras merah di sebuah gelas yang sama. Ia menambahkan 250 ml air panas di gelas itu.

Sereal beras hitam membantu penyehatan penderita asma akut.

Sereal beras hitam membantu penyehatan penderita asma akut.

Purnatugas sebuah instansi pemerintah di Kota Malang, Jawa Timur, itu mengaduk dan membiarkan seduhan kira-kira 10—15 menit. Ketika air seduhan hangat, Syamsuri mengonsumsinya sebelum makan. Frekuensi konsumsi tiga kali sehari, pada pagi, siang, dan sore. Syamsuri hanya sekali menyeduh pada beras yang sama. Artinya setiap kali penyeduhan, ia selalu menggunakan beras baru.

Sejak mengonsumsi beras merah dan beras hitam itu, Syamsuri merasakan perubahan signifikan. “Tubuh saya semakin bugar dan asma semakin jarang kambuh,” ujarnya gembira. Gambarannya, dulu ia kambuh 3—4 kali dalam sebulan. Sejak konsumsi beras merah dan hitam, ia baru kambuh sekali sejak Desember 2015 hingga Juli 2017. Artinya, selama setahun 9 bulan asma Syamsuri hanya kambuh sekali.

Baca juga:  Lebih Dekat dengan Belimbing

Bagaimana duduk perkara beras hitam maupun merah membantu kesehatan penderita asma? Hingga kini belum ada riset ilmiah yang menjelaskan duduk perkara beras merah-hitam mengatasi asma. “Kandungan mineral dan vitamin yang tinggi pada beras merah dan hitam membantu meningkatkan metabolisme tubuh sehingga badan lebih sehat,” ujar dr. Zainal Gani.

Sementara menurut dr. Sidi, kandungan karbohidrat beras hitam dan merah yang lebih rendah dibandingkan dengan beras putih membantu meredakan kepekaan Syamsuri terhadap alergen. Karbohidrat berlebih turut memicu hipersensitivitas reseptor terhadap alergen. Itulah sebabnya konsumsi rutin beras merah dan hitam membantu Syamsuri mengatasi asma menahun. (Bondan Setyawan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d