Asap Usir Elmaut 1
Asap cair mengandung fenol yang mampu menghambat pertumbuhan Ganoderma

Asap cair mengandung fenol yang mampu menghambat pertumbuhan Ganoderma

Penyemprotan asap cair mampu menghalau serangan Ganoderma yang mematikan.

Penyakit busuk pangkal batang (BPB) menjadi momok bagi pekebun kelapa sawit. Dalam 2—3 tahun pascaserangan, tanaman mati. Periset di Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI), Ir Suharyanto MSi, menuturkan, selama ini sulit mendeteksi serangan ganoderma. “Gejala yang tampak biasanya daun tombak tidak membuka, daun menguning, layu, dan terkulai. Ciri lain muncul tubuh buah cendawan di batang,” ujarnya.

Busuk pangkal batang bukanlah penyakit baru pada kelapa sawit. Penyakit itu pertama kali menyerang kelapa sawit di Republik Kongo, Afrika Barat, pada 1915. Lima belas tahun kemudian, penyakit BPB dilaporkan menyerang kelapa sawit berumur 25 tahun di Malaysia. Serangan BPB semakin meningkat dengan menyerang kelapa sawit yang berumur lebih muda (umur 10—15 tahun). Penyebabnya Ganoderma sp.

Prof Dr Purnama Darmadji, pembuatan asap cair tergantung ketersediaan bahan baku di masing-masing wilayah

Prof Dr Purnama Darmadji, pembuatan asap cair tergantung ketersediaan bahan baku di masing-masing wilayah

Asap cair
Untuk mengatasi penyakit BPB, pekebun biasanya mengerik batang tempat tumbuhnya. Kemudian menyuntikkan fungisida sistemik triadimenol. Pekebun lantas memberi pupuk tinggi unsur kalsium nitrat yang ditambah dengan Trichoderma. Namun, upaya itu tidak banyak membantu. Sebab, dalam 2—3 tahun ke depan pohon terserang ganoderma itu akan mati.
Kini ada secercah harapan bagi pekebun kelapa sawit untuk mengatasi serangan BPB. Asap cair terbukti manjur melindungi Elaeis guineensis dari serangannya. Itu hasil riset Prof Dr Tamrin, MSc di Departemen Kimia, Universitas Sumatera Utara. Thamrin menggunakan asap cair berbahan baku cangkang kelapa sawit yang selama ini menjadi salah satu limbah dari pengolahan minyak. Volume cangkang cukup  besar, mencapai 30% dari produksi minyak.

Baca juga:  Herbal Awet Muda

Periset menguji ketahanan kayu kelapa sawit terhadap Ganoderma secara in vitro. Ia menumbuhkan ganoderma itu pada serbuk kayu kelapa sawit yang ditambah media agar. Kemudian membandingkan asap cair dengan beragam suhu, mulai dari 2000C, 250°C, 300°C, 350°C, 400°C, dan 450°C. Perendaman asap cair dilakukan selama 4 hari.

Serangan penyakit busuk pangkal batang menyerang kelapa sawit sejak 1915

Serangan penyakit busuk pangkal batang menyerang kelapa sawit sejak 1915

Hasil riset menunjukkan, semakin tinggi suhu asap cair, pertumbuhan ganoderma semakin berkurang. Pertumbuhan cendawan paling sedikit pada asap cair bersuhu 400°C, yakni diameter koloni 11 mm pada hari keenam. Sementara kontrol—tanpa perlakuan asap cair—cendawan hampir rata memenuhi cawan petri (diameter koloni 92 mm pada hari keenam). Hasil pengukuran biomassa juga menunjukkan asap cair suhu 400°C memiliki biomassa Ganoderma paling rendah, 0,24 g. Bandingkan dengan kontrol yang memiliki biomassa 0,94 g.

Tempurung kelapa
Periset menduga, asap cair memiliki kadar fenol tinggi yang mampu menghambat pertumbuhan cendawan. Selain itu, asap cair juga mengandung asam-asam organik yang efektif menghambat pertumbuhan mikrob. Bahkan, pada kayu kelapa sawit yang diawetkan dengan asap cair setelah 5 bulan tidak terdapat cendawan yang tumbuh. Itu menandakan asap cair menghambat pertumbuhan cendawan Poliporus alcularius. Sebab, asap cair juga mengandung asam propinat yang dapat menghambat pertumbuhan cendawan.

Thamrin menjelaskan, senyawa yang terdapat pada cangkang kelapa sawit terdiri atas selulosa, hemiselulosa, dan lignin.  Oleh karena itu, cangkang kelapa sawit dapat digunakan untuk pembuatan asap cair. Dari uji kromatografi, senyawa yang terkandung asap cair dari cangkang kelapa sawit di antaranya asam asetat, asam etilat, asam  etanoat, asam glasial, asam format, etil eter, etil format, etil metanoat, etil formiat, dan formik eter.

Tempurung kelapa, salah satu bahan baku pembuatan asap cair

Tempurung kelapa, salah satu bahan baku pembuatan asap cair

Menurut Suryo Wiyono, di Departemen Proteksi Tanaman Institut Pertanian Bogor, asap cair mengandung berbagai zat bahan pestisida seperti alkaloid dan metabolit sekunder. Oleh sebab itu asap cair dapat digunakan untuk mengatasi serangan BPB. Bahan baku asap cair bukan hanya cangkang kelapa sawit. Suryo menjelaskan, asap cair bisa dihasilkan dari beragam bahan baku seperti tempurung kelapa, berbagai jenis kayu, bahkan asap rokok.

Baca juga:  Cara Siam Pacu Buah

Prof Dr Purnama Darmadji, dosen Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada, mengatakan pembuatan asap cair tergantung ketersediaan bahan baku di masing-masing wilayah. Di Sumatera misalnya, pekebun dapat memanfaatkan asap cair berbahan limbah cangkang kelapa sawit. Sementara di Jawa, banyak terdapat tempurung kelapa sehingga pekebun dapat memanfaatkannya sebagi bahan baku asap cair. “Kualitas asap cair dari cangkang kelapa sawit dan tempurung kelapa sama baiknya,” kata doktor Food Science and Technology alumnus Okayama University, Jepang itu.

Pengaplikasian asap cair ke kelapa sawit cukup mudah. Purnama menyarankan untuk mengencerkan 1 liter asap cair menjadi 20 liter. “Pengenceran cukup menggunakan air,” ujarnya. Lalu semprotkan 250 cc asap cair yang telah diencerkan itu ke bagian tanaman kelapa sawit yang terserang BPB. Frekuensi penyemprotan minimal 3 bulan sekali. (Desi Sayyidati Rahimah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *