Asap cair mengandung senyawa fenol yang berfungsi mengusir walang sangit. Untuk mengatasi walang sangit gunakan asap cair kualitas rendah (paling depan)

Asap cair mengandung senyawa fenol yang berfungsi mengusir walang sangit. Untuk mengatasi walang sangit gunakan asap cair kualitas rendah (paling depan)

Asap cair manjur mengatasi hama walang sangit.

Ndan termenung di tepi sawah seluas 7.000 m2. Di hadapannya tanaman padi rusak akibat serangan walang sangit Leptocorisa oratorius. Hama anggota famili Alydidae itu mengisap cairan susu dari bulir padi pada fase awal pembentukan biji. Serangga berbau keras itu menusukkan alat pengisap di antara dua kulit penutup biji padi lantas mengisap cairan susu. Sawah di sebelahnya terselamatkan karena pemilik menyemprotkan insektisida. Modal Ndan terkuras untuk membeli pupuk, sehingga tidak sanggup membeli insektisida.

Menurut ahli hama di Balai Besar Penelitian Tanaman padi, Nono Sumaryono, 5—7 ekor walang sangit di setiap meter persegi lahan sudah masuk dalam kategori populasi tinggi, dan dapat mengakibatkan puso atau gagal panen. Bayangan kerugian ada di pelupuk mata petani padi di Cikampek, Kabupaten karawang, Jawa Barat, itu.

Terkulai
Walang sangit menjadi hama pada fase padi masak susu, yaitu saat tanaman padi berwarna hijau dan malai-malainya terkulai. Ketika itu ruas batang bawah kelihatan kuning, bila kita memijit gabah keluar cairan seperti susu atau fase masak susu. Itu terjadi 10 hari setelah fase berbunga merata. Walang sangit mengisap cairan tanaman dari tangkai bunga (paniculae) dan juga cairan buah padi. Dampaknya tanaman menguning (klorosis).

Dr Ir Widodo, ahli hama dari Institut Pertanian Bogor

Dr Ir Widodo, ahli hama dari Institut Pertanian Bogor

Menurut Nono Sumaryono walang sangit tergolong serangga nokturnal. Artinya kerabat kepik itu aktif pada malam hari. Lazimnya petani membasmi anggota famili Alydidae itu dengan insektisida kimia berbahan aktif piretroid sintetis. Bahan itu bersifat racun saraf terhadap sistem saraf walang sangit.

Baca juga:  Cegah Kematian Massal Benih Lele

Walang sangit berpindah tempat dari rumput-rumputan, gulma, atau dari daerah tumbuh-tumbuhan berkayu di sekitar pertanaman padi. Serangan walang sangit dapat terjadi bila lokasi sawah di dekat hutan, banyak gulma di dekat sawah, atau masa tanam yang tidak bersamaan. Walang sangit sangat merusak ketika dalam fase nimfa. Pada fase itu walang sangit sangat aktif mengisap sari makanan karena dalam masa pertumbuhan ke fase dewasa. Diperkirakan tingkat kerusakan oleh wereng bisa mengurangi hasil panen sampai 50%.

Untungnya Ndan bertemu rekannya, Usup Supriatna, yang memberikan asap cair untuk mengatasi hama walang sangit. Usup memberikan dua botol masing-masing 600 ml asap. Asap cair kelas tiga itu hasil penyulingan biomassa seperti tempurung kelapa dan tumbuhan yang mengandung selulosa dan lignin. Warna kehitaman karena kandungan tar relatif tinggi dan aroma masih menyengat. “Baunya seperti puntung rokok, dan sangat sulit untuk dihilangkan,” kata Usup.

Ndan lantas melarutkan 5 tutup botol asap cair dalam 1 liter air, mengaduk rata, dan menyemprotkan ke tanaman padi. Hari itu ia menghabiskan 3 tangki semprot berkapasitas 15 liter. Penyemprotan pada pukul 08.00 dengan interval sepekan sekali. Usai penyemprotan ia mengamati sawahnya hampir setiap sore. “Biasanya ketika magrib walang sangit akan naik ke biji padi,” ujar petani berusia 60 tahun itu.

Walang sangit dapat mengakibatkan kerugian panen hingga 50%

Walang sangit dapat mengakibatkan kerugian panen hingga 50%

Sedikitnya tiga ekor, bila gelap mencapai 20 walang sangit mengerumuni bulir padi. Ia akan bertahan di bulir padi sampai dini hari untuk mengisap cairan susu padi. Namun, setelah penyemprotan asap cair, ia tak melihat walang sangit mengerumuni bulir padi. Hama itu bertahan sampai daun bendera yang terletak satu ruas di bawah buliran padi, itu pun hanya 2—3 ekor.

Walang sangit mengisap nutrisi padi pada fase matang susu

Walang sangit mengisap nutrisi padi pada fase matang susu

Tumbuh kembali
Menurut Ndan asap cair bisa bertahan hingga 3 hari. Itu tampak dari permukaan daun padi yang berminyak. Usai penyemprotan asap cair, daun daun tetap bagus dan tak mengeras. Dua pekan setelah penyemprotan pertama hasilnya sudah terlihat. Tanaman anggota famili Poaceae itu yang semula rusak dan diperkirakan gagal panen, berubah menjadi penuh menghijau lagi. Bulir padi mulai terisi.

Baca juga:  Hemat Berkat Azola

Hama walang sangit kabur dari lahan pertaniannya. Ndan masih melanjutkan penyemprotan secara teratur setiap pekan hingga panen. Ia bisa panen 2 ton gabah kering panen. Hasil itu relatif bagus karena sawah Ndan hampir tak tertolong karena serangan hama walang sangit. Lazimnya ia menuai 4 ton di sawah 7.000 m2. Menurut Ndan, dengan asap cair hasil panennya lebih bagus, nasi terasa lebih enak jika dibandingkan dengan menggunakan insektisida. Selain itu nasi bertahan 2 hari dan tanpa bau.

Usup Supriatna sarankan penggunaan asap cair untuk atasi walang sangit

Usup Supriatna sarankan penggunaan asap cair untuk atasi walang sangit

Menurut Ir Dr Widodo, ahli penyakit tanaman dari Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, serangga berkomunikasi dengan aroma. Begitu juga dalam mencari makan akan mengandalkan aroma untuk menentukan makanannya. Widodo mengatakan penggunaan asap cair kelas tiga berbau menyengat ke padi dapat menutup aroma bulir padi matang susu. Akibatnya walang sangit tidak dapat mendeteksi aromanya.

Secara tradisional, petani menyemprotkan larutan sereh pada padi untuk mengelabuhi walang sangit. Selain itu petani juga menggunakan sumber bau yang lebih menyengat seperti bangkai kepiting sehingga walang sangit akan beralih untuk mengerumuni sumber bau itu.

Menurut Prof Dr Gustan Pari, peneliti di Balai Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan, asap cair mengandung fenol, asam asetat, usur hara makro, dan mikro. Fenol berperan penting untuk mengendalikan hama walang sangit. Fenol bersifat antimikrob dan bakterisida. Penggunaan asap cair juga aman bagi padi dan lingkungan. Petani layak melirik insektisida nabati itu. (Muhammad Awaluddin)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d