Racikan daun sidaguri membantu menghilangkan rasa nyeri penderita asam urat.

Racikan daun sidaguri membantu menghilangkan rasa nyeri penderita asam urat.

Selama 15 tahun menderita asam urat hingga nyaris lumpuh, akhirnya membaik setelah rutin konsumsi daun sidaguri.

Awal Kurnia Gunawan tak menyangka kadar asam urat mencapai 10 mg/dl. Kadar asam urat normal pria maksimal 7 mg/ dl dan perempuan 6 mg/dl. Ia teringat badannya lemas terserang panas dingin diikuti rasa nyeri di persendian kaki pada 2003. “Jari kaki kiri membengkak sehingga sulit berjalan. Disusul dengan kaki sebelah kanan terasa kaku semua,” ujar pria yang kini berusia 42 tahun itu.

Kipu—sapaan akrab Awal Kurnia Gunawan—mengalami kelumpuhan, tetapi tangan dan kakinya masih lemas dan bisa digerakkan. Asam urat akut biasa menyerang persendian, yang menyebabkan kinerja peredaran darah kurang lancar. Kondisi itu menyebabkan Kipu hasus beristirahat total di atas tempat tidur selama 40 hari. Badan lemah dan kaki bengkak memerah.

Kambuh

Kurnia Gunawan menangis untuk melampiaskan sakit yang tak tertahankan pada 2006 itu. “Untuk bergerak sedikit saja sakit,” kata Kipu. Selama nyeri hebat, ia takut makan karena berjalan ke kamar mandi untuk buang air adalah aktivitas yang menyiksa. Ia tak mampu berjalan akibat nyeri sendi. Itulah sebabnya bobot tubuhnya anjlok 20 kg. Sebetulnya sudah lama pria kelahiran 29 Oktober 1976 itu merasakan nyeri, yakni sejak 2003.

Makanan mengandung santan dapat memperburuk persendian.

Makanan mengandung santan dapat memperburuk persendian.

Penyakit asam urat buah dari gaya hidup Kurnia selama ini. Ia gemar mengonsumsi makanan tinggi purin. Belum lagi kebiasaan mengkonsumsi kudapan kacang tanah setiap kali menonton televisi. “Setengah kilogram kacang tanah bisa habis dalam 3 hari,” ujarnya. Salah satu pemicu asam urat adalah seringnya mengonsumsi makanan tinggi purin seperti melinjo, santan, jeroan, dan kacang-kacangan.

Sejak menyadari persendian di kakinya makin parah, ia berobat di sebuah rumah sakit di Kalimantan Timur. Dokter mendiagnosis reumatik dan asam urat. Ketika itu dokter menyuntik dan memberikan obat pereda nyeri. Berangsur-angsur kondisi Kipu membaik, nyeri sendi pun hilang. Namun, setelah efek suntikan dan obat habis, pria yang bekerja di perusahaan Perancis itu kembali meraung kesakitan merasakan nyeri yang luar biasa.

Baca juga:  Bawang Putih Musuh Cendawan

Sebulan kemudian ia pun kembali memeriksakan diri. Polanya selalu sama, dokter menyuntik, meresepkan pereda nyeri, Kipu mengonsumsinya, nyeri hilang sesaat, dan kambuh lagi. Kondisi seperti itu berulang-ulang hingga 12 tahun. Ia sudah berkali-kali berobat ke beberapa rumah sakit di Sumatera Utara dan Jawa Tengah. Namun, tidak ada perubahan yang signifikan.

“Obat dokter saja sudah tidak mempan, nantinya di rumah sakit juga diberi obat yang sama,” ujar Kipu. Konsumsi pil itu memang mampu mengurangi nyeri sendi, tetapi nyeri itu bertambah ketika ia menghentikan konsumsi pil. Ia juga cemas karena konsumsi beragam pil dalam jangka panjang akan mempengaruhi fungsi ginjal. Itulah sebabnya pada 2015 atau setelah 12 tahun rutin mengonsumsi beragam pil penurun kadar asam urat, Kipu memutuskan berhenti konsumsi obat dokter.

Beralih ke herbal

Awal Kurnia Gunawan menderita asam urat selama 15 tahun dan saat ini sudah bisa berjalan dengan normal.

Awal Kurnia Gunawan menderita asam urat selama 15 tahun dan saat ini sudah bisa berjalan dengan normal.

Pada tahun yang sama seorang kerabat dekat yang bekerja sebagai apoteker menyarankan untuk mengonsumsi obat herbal yang dijual di pasaran. Namun, setelah hampir dua tahun ia mengonsumsi herbal itu, asam uratnya tidak berubah sama sekali. Kipu pun hampir putus asa akan penyakit yang menggerogoti sendi kaki itu. Atas saran kerabat, ibu Kurnia Gunawan menemui herbalis di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Valentina Indrajati.

Dengan menggunakan tongkat dan sulit berjalan, Kipu akhirnya memaksakan dirinya untuk datang. Valentina lantas meresepkan belasan tanaman obat dalam bentuk serbuk. Beberapa di antaranya adalah sidaguri Sida rhombifolia, greges otot Equisetum debile, deruju Acanthus ilicifolius, dan daun dewa Gynura divaricata. Valentina mengemas beragam herbal dalam bentuk serbuk itu dalam kantong plastik transparan.

Baca juga:  Mawar Gurun Tumpuk Baru

Valentina meracik ramuan itu dalam bentuk serbuk agar, “Zat aktif di masing-masing herbal bisa larut bersama dengan air, sehingga mudah diserap usus,” tuturnya. Kipu menyeduh setiap kemasan dengan 150 ml air air panas, mengaduk rata, membiarkan seduhan kira-kira 15 menit agar senyawa aktif larut. Selain seduh, sebetulnya ia juga dapat merebus herbal. Ia mengonsumsi seduhan herbal itu 3 kali sehari sebelum makan.

Dua hari setelah mengonsumsi ramuan racikan Valentina, Kipu merasa tubuhnya ringan. Saat ia menggerakkan kakinya untuk turun dari tempat tidur, rasa sakit tak dirasakan. Setelah kembali dari kamar tidur, ia melipat kakinya dan menonton televisi. Sang ibu yang melihatnya terkejut dan bahagia karena setelah 15 tahun akhirnya Kipu bisa berpindah tempat tanpa bantuan orang tuanya.

Valentina Indrajati herbalis di Bogor, Jawa Barat yang meresepkan ramuan herbal untuk mengatasi asam urat.

Valentina Indrajati herbalis di Bogor, Jawa Barat yang meresepkan ramuan herbal untuk mengatasi asam urat.

Selama 12 tahun kedua orang tuanya membantu jika ia hendak ke kamar mandi, tempat tidur, atau berpindah ke tempat lain. Itulah sebabnya orang tuanya takjub ketika melihat Kurnia mampu berjalan sendiri ke kamar mandi. Pria kelahiran Jakarta itu rutin kontrol ke tempat praktik Valentina setiap dua pekan. Hingga Juli 2018 ia enam kali bertemu Valentina.

Setelah 3 bulan rutin konsumsi, kondisi Kipu berangsur-angsur membaik. Nyeri di kaki berkurang. “Alhamdulillah sekarang sudah membaik,” ucapnya bersyukur. Kurnia merasa tubuhnya seperti sat dia berumur 20 tahun. Kipu memeriksakan diri ke laboratorium untuk mengecek kadar asam urat pada 9 Juli 2018. Namun, ketika wawancara ini berlangsung ia belum mengambil hasilnya.

Baginya yang penting adalah merasa kondisinya membaik. Valentina menduga sidaguri berfungsi sebagai penghilang nyeri dan memiliki kandungan saponin yang dapat menghancurkan butiran asam urat yang mengkristal di persendian. Greges otot dan deruju sebagai antirheumatoid, serai menurunkan tekanan darah tinggi. beragam herbal itu bahu-membahu mengatasi asam urat yang membandel selama 12 tahun. (Tiffani Dias Anggraeni)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d