Buah naga jingga lebih genjah daripada buah naga kuning

Buah naga jingga lebih genjah daripada buah naga kuning

Buah naga jingga eksotis, produktif, dan lebih genjah daripada buah naga kuning.

Buah berkulit jingga itu sungguh memesona. Saat pisau membelahnya, aroma leci menguar tajam. Buah itu bukan leci, melainkan buah naga berkulit jingga Selenicereus megalanthus. “Tidak ada buah naga yang memiliki aroma seperti ini (Leci, Red). Lazimnya hanya aroma segar saja. Warna kulitnya pun berbeda dengan buah naga pada umumnya yang merah dan kuning,” kata Asroful Uswatun. Pekebun buah naga di Semboro, Jember, Jawa Timur itu, mendapatkan bibit buah naga jingga dari rekan sesama penangkar buah yang memperolehnya saat bertugas ke Israel. Total 200 bibit setinggi 20 – an cm ia boyong ke kebunnya di Semboro.

Namun, karena karakter batang buah naga itu mirip buah naga kuning yang rentan terserang penyakit dan berukuran kecil, ia menyambungnya dengan buah naga merah sebagai batang bawah. Ia melakukan hal serupa pada buah naga kuning (baca Trubus Mei 2014: Efek Ganda Sambung Merah) “Buah naga merah memiliki perakaran yang banyak dan kokoh ditambah ketahanannya terhadap penyakit lebih bagus,” kata Asroful.

Buah naga jingga berbunga sepanjang musim

Buah naga jingga berbunga sepanjang musim

Sambung

Setelah bibit sambung itu muncul tunas atau umur sebulan pascasambung, Asroful menanam di lahan. “Saat tunas muncul, menunjukkan bahwa proses penyambungan berhasil dan tanaman siap ditanam dilahan,” ujarnya. Bibit yang sudah bertunas ia tanam di lahan dengan mengikatnya di tiang beton setinggi kurang lebih 1,5 meter. Per tiang di kelilingi 4 tanaman. “Jarak antar tiang 2,5 m x 3,5 m,” ujarnya.

Di sekitar tiang itu ia buat 4 lubang tanam sedalam 1 m untuk menanam 4 bibit buah naga jingga. Kemudian ia mengisi setiap lubang itu dengan pupuk kandang kambing terfermentasi sebanyak 20 kg per lubang tanam.

Setelah tanaman berumur sebulan pascatanam, Asroful menebarkan pupuk NPK berimbang 16 – 16 – 16 di sekitar perakaran tanaman sebanyak 2 sendok makan per bulan. Selain itu, ia juga menyemprotkan zat perangsang tumbuh dengan konsentrasi 2 cc per liter air untuk memacu pertumbuhan vegetatif buah naga. Pupuk kandang kambing kembali ia berikan secara rutin 2 bulan sekali dengan dosis 20 kg per tanaman.

Baca juga:  Konsistensi 46 Tahun

Namun, saat tanaman berumur 3 bulan atau mulai memasuki masa generatif, ia mengganti pupuk NPK berimbang dengan pupuk NPK yang dominan unsur fosfor dan kalium (PK) yaitu NPK 1–11–18. Dosisnya sama 2 sendok makan per tanaman. “Saat generatif, tanaman lebih membutuhkan nutrisi yang berguna untuk pembentukan bunga dan buah, yaitu unsur P dan K,” ujarnya.

Asroful juga memberikan zat perangsang bunga dengan konsentrasi 2 cc per liter air. Dua minggu pascamuncul bunga, atau ketika bunga sudah berubah menjadi pentil buah, ia menambahkan pupuk yang mengandung unsur boron berkonsentrasi 2 – 5 g per liter air. Pupuk itu ia semprotkan pada sulur dan pentil seminggu sekali.

Buah naga jingga memiliki kadar kemanisan 14—20° briks

Buah naga jingga memiliki kadar kemanisan 14—20° briks

Lebih genjah

Asroful memanen buah naga jingga pada umur 2,5 bulan pascabunga. “Pada umur itu tingkat kematangan buah sudah 100%,” kata Asroful. Pada panen perdana, Asroful hanya memperoleh 10 buah per tiang dengan bobot setiap buah 150 g. Namun, pada panen selanjutnya atau saat tanaman berumur setahun pascatanam, ia memanen 40-an buah per tiang dengan bobot 300 – 400 g per buah.

Menurut Asroful dari segi produktivitas dan bobot buah, buah naga jingga dengan kuning relatif sama. Namun, yang membuat buah naga jingga lebih unggul daripada buah naga kuning adalah dari segi umur panen yang lebih cepat sebulan. “Buah naga kuning matang umur 3,5 bulan pascabunga, sementara buah naga jingga hanya 2,5 bulan pascabunga,” kata Asroful.

Trubus sempat mencicip buah eksotis itu lalu mengukur kadar kemanisannya yang berkisar antara 14 – 20o briks. Menurut Asroful, saat tingkat kematangan 100% atau matang sempurna, rasa buah naga jingga malah kalah manis dibanding saat tingkat kematangan 80%. “Namun saat tua, aroma lecinya tercium sangat tajam,” ujarnya.

Asroful Uswatun memanen 40 buah naga jingga pada tanaman berumur 1 tahun

Asroful Uswatun memanen 40 buah naga jingga pada tanaman berumur 1 tahun

USP

Baca juga:  Kekayaan Hayati

Pekebun buah naga di Dempang, Batam, Kepulauan Riau, Zulfikar menuturkan bahwa selama ia mengebunkan buah naga sejak 2007 silam, ia tak pernah menemui buah naga berkulit jingga. “Yang saya tahu hanya buah naga kuning dengan duri di kulitnya dan berdaging buah putih bening,” ujarnya. Menurut pekebun 10 hektar buah naga merah itu, dengan munculnya buah naga jingga jelas memunculkan varian buah naga baru. “Dengan promosi yang bagus ditambah sistem budidaya intensif agar kualitas buah maksimal, buah naga jingga akan bersaing dengan naga merah maupun kuning,” ujarnya.

Menurut pakar agribisnis dari Universitas Padjadjaran, Bandung, Dr Tomy Perdana SP MM, pasar buah lokal Indonesia sangat terbuka karena nilai industri sangat besar. “Hanya untuk produk baru perlu waktu untuk meyakinkan konsumen. Sama halnya dengan buah naga kuning dulu,” ujarnya.

Selain itu, menurut Doktor bidang Permodelan System Dinamics Manajemen Rantai Pasokan Agroindustri dan Agribisnis itu, pekebun maupun pemasar buah itu wajib meyakinkan unique selling preposition (USP) buah naga itu. “Warna, rasa, aroma yang unik seperti leci, menjadi kunci keunggulan buah itu. Sebaiknya diposisikan sebagai buah premium, sehingga target pasarnya untuk segmen menengah hingga atas,” ujar kepala Departemen Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran itu.

Menurut Asroful, buah naga jingga akan bersaing dengan buah naga kuning jika sudah di pasar. “Rasa manis dan segarnya, ditambah warnanya yang menarik, buah naga jingga akan berebut konsumen dengan buah naga kuning,” kata Asroful. Harap maklum harga buah naga kuning masih tinggi di tingkat petani sekitar Rp180.000 per kg. Bandingkan dengan buah naga merah yang hanya sekitar Rp20.000 per kg. Hingga saat ini, Asroful belum pernah menjual buah naga jingga itu. Ia hanya memberikannya kepada pembeli bibit buahnya sebagai buah uji. (Bondan Setyawan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d