Pasar mencari lik dan bawang ganda baru.

Tanaman lik berumur 2 bulan.

Tanaman lik berumur 2 bulan.

Asap panas mengepul dari semangkuk sup ayam yang panas. Eva Madarona mencampurkan ayam cincang, beberapa bumbu sup, telur, dan dua batang bawang lik (leek) dalam sup itu. Hasilnya sup beraroma wangi siap santap dengan kuah agak kental. “Telur dan potongan lik mambuat kuah sup itu memiliki tekstur,” ujar pehobi hidroponik di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, itu.

Lik Allium ampeloprasum merupakan bawang daun berukuran jumbo atau lebih besar daripada bawang daun Allium fistulosum. Masyarakat Indonesia lebih sering menyebutnya bawang prei. Adapun masyarakat Malang, Jawa Timur, menyebut daun bawang berukuran besar itu prei. Aroma lik juga lebih lembut dibandingkan dengan bawang daun. Eva menggunakan dua lik masing-masing sepanjang 50 cm dan diameter 2 cm untuk sekali masak.

Tanam

Lik berasal dari Mediteranian dan sekitarnya sebelum menyebar ke Eropa dan Asia seperti Indonesia. Daun lik berwarna hijau tua dan bertektur keras dibandingkan dengan bawang daun. Selain itu susunan daun juga terlihat jelas saling bertindihan membentuk huruf V. Tanaman semusim itu berakar serabut yang dangkal sehingga perlu pembumbunan berkali-kali saat penanaman agar tidak mudah tumbang.

Bawang lik berukuran lebih besar (kanan) dibandingkan dengan bawang daun (kiri).

Bawang lik berukuran lebih besar (kanan) dibandingkan dengan bawang daun (kiri).

Menurut petani lik di Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Dedi Djatmadi, media tanam paling bagus berupa arang sekam. Akar tanaman lebih mudah mengikatnya. “Arang sekam juga akan mengikat air lebih banyak pada musim kemarau,” ujar petani sejak 2014 itu. Tanaman anggota famili Liliaceae itu cocok dibudidayakan di daerah dingin bersuhu 20—25°C atau lahan berketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut.

Baca juga:  Cahaya Jebak Ulat Tentara

Lik membutuhkan tanah yang subur mengandung bahan organik. Itulah sebabnya Dedi menambahkan pupuk kandang sebagai media tanam. “Pupuk kandang dan arang sekam diberikan saat awal tanam dengan perbandingan sepertiga arang sekam dan dua per tiga pupuk kandang,” ujarnya. Ia juga menambahkan pupuk NPK berimbang dengan dosis 50—100 liter per tanaman setiap dua pekan sekali. Ia memberikan pupuk itu sampai batang tumbuh setinggi 20 cm.

Dedi Djatmiadi menanam lik di Lembang, Bandung Barat, sejak 2014 (tengah), Eva La Madarona, penikmat lik sedang panen di kebun milik Dedi (kiri).

Dedi Djatmiadi menanam lik di Lembang, Bandung Barat, sejak 2014 (tengah), Eva La Madarona, penikmat lik sedang panen di kebun milik Dedi (kiri).

Selanjutnya ia hanya memberikan pupuk daun. Tanaman kerabat bawang merah itu membutuhkan intensitas penyinaran yang lama. Pemberian naungan pada lik batang terasa lebih lunak saat ditekan, akibatnya batang mudah rusak.

Menurut Dedi waktu panen lik lebih lama dibandingkan dengan bawang daun, yaitu 6 bulan sejak semai. Dedi membudidayakan lik berjarak tanam 25 cm x 25 cm sehingga total populasi mencapai 16.000 tanaman per ha. Produktivitas mencapai 4 ton per ha. Budidaya lik mirip dengan tebu karena karakter daun yang vertikal sehingga jarak tanam tidak perlu lebar. “Mungkin bisa dengan jarak tanam 15 cm x 15 cm,” ujarnya.

Aroma kuat

Lik menambah tekstur pada sup ayam.

Lik menambah tekstur pada sup ayam.

Dedi menjual lik ke beberapa restoran dan pasar swalayan di Jakarta dengan harga Rp15.000 per kg. Sekilogram lik terdiri atas 4 batang. Ia menanam tiga varietas lik. Ia membedakan ketiga varietas berdasarkan panjang batang, yaitu kecil (20—25 cm), sedang (26—40 cm), dan besar (di atas 41 cm).

Petani lain, Dede Darmawan, memilih menanam bawang daun berukuran kecil. Petani sayuran di Cipanas, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, itu menyebut bawang ganda Allium odorum. Daun bawang ganda mirip dengan kucai Allium schoenoprasum, yaitu berdaun kecil, pipih, dan sepanjang 10—12 cm. Namun, bawang ganda berumbi lebih kecil daripada umbi kucai.

Baca juga:  Langsing Lewat Lemak

Pria kelahiran Cianjur, 1 Januari 1991 itu mengatakan, bawang ganda beraroma lebih kuat dibandingkan dengan bawang daun. “Aroma bawang ganda lebih kuat 10 kali lipat dibandingkan dengan bawang daun. Biasanya daun bawang ganda dimanfaatkan untuk campuran bahan makanan seperti omelet, sup, dan pasta di beberapa restoran dan hotel,” ujarnya. Ia mengenal bawang ganda dari rekan sesama petani di Cianjur, Jawa Barat.

Dede Damawan, panen bawang ganda Allium odorum di Desa Palasari Kecamatan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat.

Dede Damawan, panen bawang ganda Allium odorum di Desa Palasari Kecamatan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat.

Menurut petani bawang ganda sejak April 2015 itu, cara budidaya bawang ganda lebih mudah daripada komoditas bawang lain. Ia hanya memberikan pupuk kandang dan NPK 16-16-16 setiap 14 hari sampai panen pada umur 40 hari. Dede menanam bawang ganda berjarak tanam 23 cm di lahan seluas 1.000 m2. Total populasi mencapai 189 tanaman. Sekali panen Dede mampu mendapatkan 300 kg bawang ganda.

Dede menjual bawang ganda Rp10.000—Rp17.000 per kg. Menurut Dede biaya untuk menghasilkan 1 kg bawang ganda hanya Rp1.700—Rp2000 termasuk untuk keperluan bibit dan pupuk. Harga jual itu lebih tinggi daripada harga jual bawang daun lain. Bandingkan dengan harga bawang daun di tingkat petani hanya Rp5.000 per kg dan kucai Rp6.000 per kg. (Ian Purnama Sari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d