Arang Bergelimang Dolar

Arang Bergelimang Dolar 1
Kebutuhan pasar domestik dan ekspor arang tempurung besar

Kebutuhan pasar domestik dan ekspor arang tempurung besar

Peluang memasok pasar ekspor terus terbentang. Kebutuhan di tanahair juga menunggu pasokan.

Bertahun-tahun bisnis Krishna Murti “hanya” hidup 6 bulan dalam setahun, yakni setiap menjelang Idul Fitri. Begitu Lebaran berlalu, hilang pulalah order hingga nyaris 6 bulan ke depan. “Padahal mesin jahit dan tenaga harian harus tetap bekerja,” kata pria kelahiran Surakarta 10 Februari 1981 itu. Di ruang tamunya yang diperluas Krishna mengoperasikan 17 mesin jahit. Harap mafhum, Krishna berbisnis pembuatan mukena.

Empat tahun alumnus Jurusan Manajemen Universitas Muhammadiyah Surakarta itu bersabar, tapi ritme bisnis mukena tidak berubah. Akhirnya ia memutuskan berputar haluan. Bisnis mukena ditinggalkan, lalu ia melirik bisnis barang hitam: mengolah batok kelapa menjadi arang. Dari hasil berselancar di dunia maya ia mengetahui, “Permintaan lokal dan ekspor tinggi tapi tidak ada yang menjawab,” kata pemilik perusahaan Java Charco itu. 

 

Arang tempurung memiliki kadar kalori setara batubara sehingga efektif menghasilkan panas

Arang tempurung memiliki kadar kalori setara batubara sehingga efektif menghasilkan panas

Bagus mengilap

Krishna mengambil kelas pelatihan pembuatan arang tempurung kelapa di Jakarta dengan biaya nyaris Rp2-juta. Namun, bungsu dari 3 bersaudara itu belum serta-merta bisa menekuni bisnis arang batok. “Pelatihan hanya mengajarkan dasar-dasar umum pembuatan arang batok,” katanya. Soal trik dan tip menghasilkan arang berkualitas yang diminta pasar, ia buta sama sekali. Beruntung Krishna bertemu dengan komunitas wirausahawan muda yang saling bantu mengembangkan bisnis.

Di sana ia mengenal rekanan asal Surabaya, Jawa Timur, yang sudah lebih dahulu menekuni bisnis arang batok. Dari sang rekan Krishna mempelajari A-Z urusan arang batok. Sembari itu ayah 3 anak itu juga mencoba-coba berbagai teknik pembuatan arang kelapa yang pas. Pada 2011 ia pun memberanikan diri menyewa lahan di Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Di sana setiap bulan pria yang berdomisili di Kota Surakarta yang relatif padat mengolah 40 ton batok kelapa menjadi 10 ton arang .

Mula-mula ia memasukkan tempurung ke dalam drum, menyalakan batok di dasar drum hingga membara tapi tanpa lidah api. Lalu menambah batok hingga penuh dan menutup rapat drum—total jenderal kini ia punya 20 drum pengarangan. Selang 6—8 jam bara habis lalu mati. Setelah melalui proses pendinginan arang batok siap dijual. Arang berkualitas tinggi terlihat mengilap. Dengan harga jual Rp5.500 per kg omzetnya mencapai Rp55-juta per bulan. Dikurangi biaya bahan baku, produksi, paking, dan tenaga kerja Rp3.000—Rp3.500 per kg maka Krishna mengantongi laba Rp2.000—Rp2.500 per kg.

Syarat bahan baku tua, bersih dari pengotor, sisa sabut, dan kering

Syarat bahan baku tua, bersih dari pengotor, sisa sabut, dan kering

Yang juga berbisnis si hitam ialah Imam Nurhidayat di Yogyakarta, Kurnia Aji Satriyo (Kudus), Andriyono (Jember), dan Ropingi (Jakarta). Aji baru 2 tahun menerjuni bisnis arang tempurung kelapa. Ia mengolah arang batok menjadi tepung arang batok berukuran 80 mesh. Lalu menyetor tepung itu kepada mitra yang akan mengolahnya menjadi briket dengan nilai bakar 7.500 kkal. Nantinya Aji mengambil kembali hasil olahan itu dan menjual ke pasar domestik sebagai bahan bakar industri.

Baca juga:  Aral Sejak Hulu Hingga Hilir

Ropingi mengolah batok kelapa menjadi arang sejak 2005. Petugas keamanan di sebuah klinik di Ciracas, Jakarta Timur, itu memasok pedagang satai. Arang tempurung kelapa mengeluarkan bara ketika dibakar lagi sehingga pas untuk memanggang satai. Setiap hari Ropingi memproduksi 40 kg arang batok kelapa. Syarat bahan baku arang tempurung berasal dari kelapa tua, bersih dari pengotor, sisa sabut, dan kering. Dari proses pembakaran dihasilkan produk sampingan berupa asap cair.

 

Pemanfaatan briket arang tempurung kelapa untuk bahan bakar kompor

Pemanfaatan briket arang tempurung kelapa untuk bahan bakar kompor

Pasar besar

Para pemain tertarik menerjuni bisnis batok gosong itu karena terdapat jurang lebar antara kebutuhan pasar dan pasokan. Aji mendapatkan permintaan ekspor 1.000 ton per bulan dan sama sekali belum terpasok. “Memenuhi permintaan domestik saja kewalahan,” kata master bidang Manajemen dari Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada itu. Untuk pasar lokal permintaan mencapai 500 ton per bulan. Namun, kapasitas produksi Admedia—perusahaannya—baru 300 ton per bulan.

“Arang batok saat ini menjadi rebutan. Pasar lokal murah tapi terbuka luas. Yang punya pabrik briket arang batok pasti didatangi pembeli,” kata Imam Nurhidayat, pemilik CV Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu (CV PPKT). Klien Krishna malah berani membayar 100% di muka, padahal lazimnya pembeli membayar uang muka sebagai tanda jadi.

Pasar ekspor juga terbentang. Kebijakan negara konsumen di Amerika Serikat dan Uni Eropa yang melarang penggunaan briket kayu—apalagi batubara—karena menggunakan bahan baku kayu dengan cara menebang merupakan angin segar untuk bisnis arang kelapa. Indonesia salah satu negara terbesar eksportir arang batok kelapa dan arang aktif.

Arang aktif alias karbon aktif merupakan arang yang diberi perlakuan kimiawi atau fisik tertentu sehingga mempunyai kemampuan menyerap. Activated carbon banyak digunakan di industri, sebagai penyaring air, gas, cairan, farmasi, dan penambangan emas. Walau berkompetisi dengan karbon aktif yang berasal dari kayu, karbon aktif dari tempurung tetap unggul.

Prof Bambang Setiaji

Prof Bambang Setiaji

Data statistik tahunan 2008 dari Asian and Pasific Coconut Community (APCC) menunjukkan pada 2004 Filipina eskportir arang aktif terbesar dunia dengan volume ekspor 33.167 metrik ton. Indonesia di posisi keempat (15.624 MT) di bawah Malaysia (16.188 MT) dan Sri Lanka (16.008 MT). Empat tahun kemudian posisi Indonesia naik di peringkat pertama (24.478 MT) sementara Filipina hanya 20.259 MT, Srilanka (17.388 MT) dan Malaysia (15.076 MT).

 

Setara batubara

Krishna memasarkan arang tempurung kelapa untuk konsumen di Jazirah Arab. Mereka menginginkan arang bebas tar alias aspal. Sebab pemanfaatan di sana sebagai bahan untuk membakar tembakau dalam shisha. Jika dibakar arang itu menghasilkan asap putih. Pasar arang batok luar biasa karena pemanfaatannya begitu beragam. (lihat ilustrasi).

CV PPKT mengolah arang batok menjadi briket. Arang batok dihancurkan lalu dikempa menjadi bentuk balok. Dengan kempa ulir dihasilkan briket dengan tingkat kepadatan 96% sehingga tidak pecah meski dibanting berkali-kali. Alat kempa lain biasanya menghasilkan densitas 70—80%. Dalam bentuk briket, pemanfaatan arang tempurung lebih praktis. Selain itu dalam ukuran kecil mampu mempertahankan panas lebih lama. Pemanfaatannya sebagai bahan bakar untuk kompor. Peran lainnya mempertahankan nyala api.

Baca juga:  Jalan Terjal Ikan Hias

Arang tempurung kelapa memang begitu istimewa. Guru besar Jurusan Kimia Universitas Gadjah Mada, Prof Bambang Setiaji menuturkan pembakaran arang batok menghasilkan 7.300 kkal. Angka itu setara dengan energi pembakaran batubara tua yang hanya ada di Cina dan Rusia. “Batubara Indonesia di Sumatera hanya berkisar 5.000—6.000 kkal. Batubara Jawa Barat lebih rendah lagi, 3.000—4.000 kkal, tidak beda jauh dengan kayu bakar,” tutur Bambang.

Alumnus Teknik Kimia Universitas Salford Manchester, Inggris, itu menyebut kalori arang tempurung bahkan melebihi cangkang sawit yang hanya di kisaran 6.000 kkal. Implikasi energi tinggi, dalam jumlah sama arang batok kelapa menghasilkan panas lebih tinggi ketimbang bahan lain sehingga lebih efektif membakar. Bambang mengolah arang batok sebagai produk sampingan industri VCO dan minyak kelapa dengan bendera PT Tropica Nucifera Industry (PT TNI).

Setiap bualan PT TNI mengolah 4 ton batok menjadi 1,5 ton arang dan 2 ton asap cair. Bambang memasarkan arang tempurung ke restoran, hotel, dan katering di sekitar Yogyakarta. Kini masuk permintaan dari perusahaan katering rekanan maskapai penerbangan nasional di Bandara Adi Sucipto yang meminta pasokan 600 kg briket per minggu. Briket berperan mempertahankan suhu hangat makanan.

 

Batu sandungan

Di balik iming-iming rupiah dan dolar, mengusahakan arang batok kelapa juga penuh kendala. Akses ke sentra terbatas sehingga membawa bahan baku keluar sentra. Kalaupun bisa biaya transportasi mahal. Aji menerima tawaran pasokan 3.000 ton batok per bulan. Meski angkanya fantastis, kelahiran Semarang 5 Januari 1981 itu menolak lantaran ongkos kirim lebih mahal ketimbang harga bahan baku sendiri. Harga batok Rp500 per kg—separuh harga Jawa. Namun setelah memperhitungkan ongkos kirim Jambi—Jawa harganya jadi Rp1.500 per kg.

Imam Nurhidayat pernah menguras dompet Rp15-juta hanya untuk biaya pengiriman satu kontainer 40 feet arang batok untuk pembeli di Palu, Sulawesi Tengah. Banyak sentra kelapa di Sumatera yang beralih menjadi sentra sawit. Populasi pohon di sentra Pulau Jawa (Kebumen, Purworejo, Cilacap) juga menurun drastis. “Semula daerah pesisir selatan (Kabupaten Kulonprogo, Purworejo, Kebumen, Cilacap, Ciamis, Banjar, hingga Pangandaran) penghasil kelapa. Sayang, penduduk mulai menebang pohon untuk memperoleh glugu (kayu batang kelapa) karena cepat menghasilkan uang,” tutur Bambang.

Batu sandungan lain, ditipu pemasok. Pada 2012 Aji memesan 15 ton batok dari Sulawesi setara 1 kontainer. Ternyata pemasok hanya mengirim kurang dari setengah isi kontainer. Dengan harga beli ketika itu Rp3.000 per kg maka ia merugi Rp45-juta. Musim hujan juga menjadi pembatas ketika produsen mengolah tempurung kelapa di ruang terbuka.

Meski kendala menghadang para pemain tetap optimis berbisnis si hitam. “Bisnis olahan kelapa tidak ada matinya. Semua bisa dijual,” kata Aji. Sudah begitu perputaran uangnya cepat. Begitu barang jadi bisa langsung jadi uang. Apalagi jika berhubungan dengan tren penggunaan energi terbarukan yang produknya makin lama makin dicari. Napas bisnis arang kelapa masih panjang. (Evy Syariefa/Peliput: Andari Titisari dan Argohartono Arie Raharjo)

Manfaat Arang

Manfaat Arang

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x