Arah Perjalanan Raja Buah 1
Durian dengan kategori sangat enak banyak di Indonesia tetapi sangat sangat sedikit yang dikebunkan secara serius.

Durian dengan kategori sangat enak banyak di Indonesia tetapi sangat sangat sedikit yang dikebunkan secara serius.

Kunci pengembangan durian berupa empat aspek: budidaya, komersial, legalitas, dan logistik.

Kegemaran Iwan Subakti pada musim berbuah adalah memburu durian unggul. Maniak durian di Serang, Provinsi Banten, itu acap kali menelusuri durian unggul hingga menemukan pohon induk. Salah satu temuannya adalah durian bintang berdaging tebal dan rasanya sedikit pahit. Durian Durio zibethinus buah paling digemari di Indonesia. Citarasa yang manis atau paduan antara manis dan agak pahit membuat penggemarnya rela mengejar hingga ke pohon induk.

Di Indonesia terdapat puluhan jenis durian. Pemerintah merilis 93 varietas unggul nasional. Selain itu para pakar dan pencinta menemukan banyak calon varietas unggul durian hasil eksplorasi di berbagai daerah. Si raja buah itu bernilai ekonomi tinggi juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Namun, masih perlu perhatian khusus untuk pengembangannya.

Pohon durian matahari di kebun keluarga Benny Loebis, Ciawi, Bogor, Jawa Barat.

Pohon durian matahari di kebun keluarga Benny Loebis, Ciawi, Bogor, Jawa Barat.

Spesifik lokasi
Menurut Direktur Benih, Direktorat Jenderal Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf, “Indonesia sebagai sumber plasma nutfah durian yang terbesar di Asia Tenggara perlu mengevaluasi ke mana arah pengembangan durian.” Wijayanti menuturkan hal itu pada acara simposium durian Nusantara di Bogor, Jawa Barat, April 2015. Ia mengatakan bahwa pengembangan durian di Indonesia harus dimulai dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah provinsi atau pusat.

Perlu adanya misi yang sama mengenai pengembangan durian Nusantara—merujuk pada durian yang ditanam di Indonesia. “Di daerah mana pun tanamannya, jika berada di Indonesia bisa disebut sebagai durian Nusantara,” ujar Pratomo, pekebun durian di Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah.

Durian interlokal pun bisa menjadi lokal. Untuk merekomendasikan varietas unggul baru itu perlu empat aspek yang dipenuhi, yaitu aspek komersial, aspek budidaya, aspek legalitas, dan aspek logistik. Aspek komersial adalah bagaimana durian yang kita kembangkan memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan diminati banyak orang. Aspek budidaya berkaitan dengan hal yang harus diperhatikan mulai dari menggunakan bibit yang asli atau tersertifikasi. Banyaknya bibit palsu juga merugikan pekebun secara moral, material dan waktu.

Menikmati durian di kebun durian keluarga Benny Loebis, Ciawi, Kabupaten Bogor, usai mengikuti lokakarya.

Menikmati durian di kebun durian keluarga Benny Loebis, Ciawi, Kabupaten Bogor, usai mengikuti lokakarya.

Adapun yang dimaksud dengan aspek legalitas adalah durian yang sudah terdaftar di Kementerian Pertanian. Dengan demikian durian itu memiliki legalitas untuk dibudidayakan secara meluas. Untuk memenuhi aspek logistik maka perlu perbanyakan bibit di sekitar pohon induk. Pengembangan tidak hanya sekadar mendaftarkan varietas, tapi juga memperbanyak. Saat varietas unggul itu mulai dikenal dan diminati, bibit sudah siap.

Baca juga:  Tepat Pilih Joran

Pengembangan durian di Indonesia tertinggal dibandingkan beberapa negara tetangga. Thailand dan Malaysia lebih dahulu mengekspor durian. Filipina kini mengikutinya. Padahal, cara budidaya durian di Filipina sangat sederhana, tetapi hasilnya bisa diekspor ke Hongkong. Bila dikembangkan bisnis durian di Indonesia bisa menguntungkan. Buah anggota famili Malvaceae itu bukan hanya dijajakan dalam kondisi segar atau olahan, tapi juga berpotensi menjadi agrowisata yang menarik minat para pelancong.

Sebelum 2010 semua pencinta durian tergila-gila durian monthong asal Thailand. Itu karena si bantal emas itu berukuran besar, produktif, dan harga mahal. Daging buahnya tebal dan bercitarasa manis. Sebenarnya jenis durian lokal di Indonesia sangat banyak dan berpotensi dikembangkan. Namun, setiap durian memiliki spesifikasi lokasi tumbuh tertentu.

“Di dunia tidak ada tanaman yang adaptif tumbuh dari dataran rendah sampai tinggi. Durian pun demikian, ada yang adaptif di dataran rendah, sedang, dan tinggi. Karena belum banyak penelitian tentang itu, sehingga kita belum bisa membedakan,” ungkap Panca Jarot Santoso peneliti di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropik di Solok, Sumatera Barat.

Kendala
Indonesia menyimpan plasma nutfah durian yang amat beragam. Namun, banyaknya varietas durian di Indonesia bisa menjadi “masalah”. Belum adanya pengembang durian yang serius mengebunkan secara intensif. Kebun yang ada pun terbengkalai, dan ratusan varietas durian akhirnya rusak dan mati. Koleksi 136 varietas di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, hilang karena kasus tanah bermasalah.

Menurut Panca Jarot, sebenarnya secara fisik durian lokal tidak kalah dari interlokal. “Saya beberapa kali dapat daging tebal, biji kecil, warna bagus dan rasa enak,” ujar Jarot. Beberapa varietas lai sudah beredar di masyarakat, baik yang sudah dilepas sebagai varietas unggul maupun belum. Lai mas merupakan varietas yang pertama kali diperkenalkan ke masyarakat umum.

Baca juga:  Panen Stroberi Hidroponik

Jarot mengatakan bahwa lai mas secara molekuler berbeda spesies dari lai yang telah dikenal. Jenis itu disukai ibu-ibu karena rasanya manis. Masih banyak lagi lai yang tersebar di kawasan lain di Kalimantan yang belum dieksplorasi atau dipromosikan ke umum. Selain rasa yang mantap ada juga yang menarik warnanya. Durian pelangi, misalnya, memiliki daging yang berwarna-warni sehingga berpotensi menjadi daya tarik untuk para pehobi.

Variasi durian pelangi juga relatif banyak. “Tinggal eksplorasinya saja yang diperlukan,” kata Jarot. Di Indonesia musim durian biasanya pada bulan Oktober sampai Februari. Musim berbuah itu bermula dari daerah Sumatera, Jawa, hingga ke timur. Perbedaan musim panen itu cukup menguntungkan pekebun. Sebab, panen bergilir itu menyebabkan ketersediaan buah di pasaran tetap terjaga.

Pakar durian di Workshop Durian Nusantara (Dari kiri Dr Ir M Reza Tirtawinata, Vendi Tri Susanto, Panca Jarot Santoso, SP MSc, dan Pratomo, SP MP)

Pakar durian di Workshop Durian Nusantara (Dari kiri Dr Ir M Reza Tirtawinata, Vendi Tri Susanto, Panca Jarot Santoso, SP MSc, dan Pratomo, SP MP)

Pada survei 2012, durian tersedia di pasaran pada Januari—Desember akibat panen bergilir. Sebagai gambaran pada Maret—Juni durian terdapat di lima daerah yakni Nunukan, Papua Barat, Flores, dan Sulawesi Selatan. “Jika ingin panen di luar musim kita tingkatkan saja produksi durian di daerah itu sehingga produksinya sama seperti pada bulan lainnya,” ujar Jarot yang menempuh pendidikan doktor Biologi di Institut Teknologi Bandung itu.

Peluang pengembangan durian Nusantara sangat besar. Ada banyak durian potensial di Indonesia. Balaikarangan, Provinsi Kalimantan Barat, memiliki durian terbaik di dunia. Menurut Vendi Tri Susanto dari PT Laris Manis Utama, tidak ada durian tidak enak di sana. Namun, menjadi kendala pada varietas yang terlalu banyak karena belum teridentifikasi. Bagi perusahaan marketing hal seperti itu menjadi kendala. “Banyaknya varietas malah membuat kita susah untuk memasarkannya,” ujar Vendi.

Seperti itulah yang terjadi di Balaikarangan. Durian bercitarasa enak, secara fisik tidak seragam sehingga sulit dipasarkan. Daya tahan durian yang singkat atau cepat busuk juga menjadi kendala utama. Karena cara pemanenan salah, misal terbentur di tanah sehingga cepat busuk. Selain itu teknologi pascapanen juga perlu dicari untuk menjaga kualitas durian sampai konsumen. (Ian Purnama Sari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *