Arabicum Batang Emas

Arabicum emas berdaun variegata yang langka dan eksklusif.

Penampilan Adenium arabicum koleksi Indra itu berbeda dengan arabicum lainnya. Warna keemasan menyelimuti seluruh batang dari bonggol hingga pangkal daun. Yang membuatnya istimewa, warna keemasan itu lazimnya hanya muncul di arabicum yang mengelancir alias jenis obesum. Seakan belum cukup, tanaman koleksi pehobi asal Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, itu mengalami mutasi warna daun alias variegata.

Maka tak berlebihan menyebut arabicum milik Indra itu termasuk barang langka di Indonesia, bahkan di dunia. Seorang rekan asal Lampung yang menyemai 2.000 benih arabicum dan thai soco memperoleh beberapa bibit yang memunculkan batang berwarna keemasan. Namun, dari jumlah itu, hanya satu tanaman yang batangnya berwarna keemasan total.

Cincin pembatas

Indra memperoleh adenium itu dari rekannya pada 2008. Adenium keemasan muncul sebagai kelainan gen di kulit batang. Kulit batang yang seharusnya hijau kemudian berubah menjadi kelabu ternyata malah menguning. Awalnya pehobi mengira adenium berbatang kuning itu terkena penyakit. Ternyata adenium yang semula dianggap sakit itu tetap memunculkan tunas daun, berbunga, dan tidak menampakkan gejala busuk batang.

Indra menekuni adenium sejak 2007

Indra menekuni adenium sejak 2007

Lazimnya warna emas muncul di Adenium obesum, sementara Adenium arabicum jarang yang memiliki batang kuning. Terlepas dari kelainan warna, adenium emas tidak menuntut perlakuan khusus. Varian warna adenium emas setidaknya ada dua macam, yaitu bonggol emas dan batang emas. Bonggol emas artinya warna keemasan hanya keluar di bonggol. Warna kuning dan hijau terpisah oleh batas menyerupai cincin.

Tanda cincin itu biasanya muncul di antara bonggol dan akar. Ada beberapa adenium yang warna kuningnya mendekati batang, tetapi sangat kecil kemungkinannya. Sementara adenium batang emas memiliki bonggol dan batang berwarna kuning keemasan. Seluruh batangnya berwarna kuning tanpa ada batas menyerupai cincin. Hal itu karena gen kuning lebih dominan.

Adenium emas variegata koleksi Indra itu tentu saja mendapat sambutan hangat dari para pencinta adenium di seluruh pelosok Nusantara. Sebab, selain keindahannya, arabicum itu tergolong langka. Kini ia berhasil melakukan penyilangan dengan beragam jenis adenium berkarakter seperti ra chinee pandok (RCN) dan thai soco.

Hasilnya luar biasa, rata-rata benih yang dihasilkan menjadi adenium emas dengan berbagai karakter. Mulai daunnya tebal berbulu, daun licin, dan daun tebal tapi licin.

Disilang dengan daun variegata pun anakan bonggol emas ikut daun variegata.

Disilang dengan daun variegata pun anakan bonggol emas ikut daun variegata.

Di tangan wiraswastawan itu, si emas tumbuh sehat dan semakin indah. Menurut Indra, perawatan adenium emas tidak jauh berbeda dengan adenium biasa. Hanya saja arabicum emas itu butuh sinar matahari penuh agar warna kuning keemasannya maksimal. Indra juga berhasil memperbanyak dari biji dengan tingkat keberhasilan hingga 80%. Bibit itu kini masih berumur 3-4 bulan. Semakin lama warna keemasan bibit itu semakin tajam.

Istimewanya lagi, semua bibit keturunan adenium emas itu berdaun belang. Sifat variegata muncul di tepi hingga setengah bagian daun. Padahal mulanya kondisi pohon sengaja diliarkan untuk diambil cutting atau cabangnya saja. Namun berkat ketelatenan pehobi asal kota pempek itu, arabicum emas berhasil dikembangkan.

Disilangkan

Kunci keberhasilan Indra sejatinya hanya ketelatenan mencoba. Semua itu ia lalui tanpa patah semangat. Indra terus mengawinsilangkan pohon full yellow itu untuk melahirkan varian baru lagi. Sejatinya beberapa keturunan arabicum emas itu ada yang menunjukkan sifat mendekati RCN atau thai soco karena Indra menggunakan kedua jenis adenium itu sebagai indukan.

Tags:
Leave a Comment