Anggur-anggur Baru Asal Ukraina

Anggur-anggur Baru Asal Ukraina 1

Anggur-anggur baru asal Ukraina adaptif di Bekasi, Jawa Barat.

Para tamu atau tetangga yang melintas di depan rumah Firmansyah Alam hampir dipastikan menengok ke arah dompolan buah anggur sepanjang 20 cm itu. Selain lebat, bentuk buahnya yang bulat lonjong—tidak lazim—mengundang penasaran mereka. Wajar bila semua penasaran ingin mencicip rasanya. Firmansyah pun memetik dua dompolan buah berumur 80 hari itu. Menurut warga Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, itu buah anggur itu amat renyah.

Tekstur daging kering dan rasanya manis, dengan hanya sedikit rasa masam. Pengukuran dengan refraktometer membuktikan tingkat kemanisan anggur itu 17—18° briks. Bandingkan dengan kemanisan anggur lain yang hanya 12—14o briks, meski ada pula yang mencapai 23o briks. Itulah anggur akademik koleksi Firmansyah. Ia mengatakan, untuk buah awal dari tanaman muda dan dikonsumsi langsung, rasa akademik termasuk istimewa.

Mudah beradaptasi

Menurut Firmansyah kualitas buah anggur akan maksimal setelah berumur 4 tahun. Saat itulah baik rasa maupun produktivitas maksimal dan stabil. Sementara tanaman anggur di halaman Firmansyah baru berumur setahun pascatanam. Jumlah biji rata-rata hanya satu butir per buah. Akademik hanya satu dari 40 varietas koleksi Firmansyah Alam. Ia menanam anggur-anggur baru itu di halaman rumahnya di Bekasi.

Firmansyah Alam mencari anggur yang paling cocok untuk dikembangkan di Indonesia.

Firmansyah Alam mencari anggur yang paling cocok untuk dikembangkan di Indonesia.

Kolektor anggur itu kerap mendatangkan bibit dari berbagai negara, termasuk Ukraina, negara asal akademik. Dari puluhan koleksi, baru beberapa yang berbuah, di antaranya akademik, giovani, aussie, dan original. Karena umur tanaman relatif muda dan belum berbuah, Firman belum mengetahui karakter masing-masing varietas. Pria 39 tahun itu mencari varietas yang cocok dikembangkan di Indonesia.

Baca juga:  Melon baru: Emas Baru Gadjah Mada

Dari beberapa uji coba varietas baru, ditemukan varietas dari Ukraina mempunyai daya adaptasi lebih baik daripada bibit negara lain Eropa, Asia, dan Amerika. Firmansyah mendatangkan akademik pada 2014 berupa setek sepanjang 30 cm. Pegawai di Kementerian Perhubungan itu kemudian menanam setek akademik di samping garasi beratap fiber. Setelah tumbuh, ia mengarahkan tanaman ke bawah atap agar terlindung dari air hujan.

Setelah berumur 6 bulan, Vitis vinifera itu memunculkan bakal buah, meski tanpa pemangkasan. Biasanya anggur berbuah setelah pemangkasan lalu memunculkan tunas buah. Namun, Firmansyah segera membuang buah magori atau hasil pembuahan perdana. Tujuannya agar pertumbuhan vegetatif optimal. Pada umur satu tahun, akademik kembali berbuah. Firmansyah mempertahankannya hingga panen untuk mengetahui karakter varietas itu.

Anggur original tahan hujan, tetapi buah masih kurang banyak.

Anggur original tahan hujan, tetapi buah masih kurang banyak.

Saat itu buahnya belum maksimal karena masih kecil dan sedikit. Menurut ayah satu anak itu untuk kebun anggur komersial, sifat genjah sangat menguntungkan karena tanaman kelak kemungkinan sangat produktif. Pada akhir 2016, akademik kembali berbuah dan dipanen pada Februari 2017. Buahnya itulah yang dicicip Trubus. Bentuk buah akademik lonjong, berukuran 3 cm dan berdiameter 2 cm.

Tipe dompolannya memanjang hingga 30 cm, tanpa anak tangkai buah. Dari segi rasa, cukup manis, meski masih ada sedikit rasa masam. Tingkat kemanisan 17° briks. Diduga karena buah baru dan tanaman berbuah pada musim hujan. Bijinya hanya satu tetapi cukup besar. Anggur berbiji satu mudah direkayasa menjadi tanpa biji atau seedless dengan pemberian hormon giberelin.

Original

Setelah akademik, Firmansyah kembali mendatangkan beberapa varietas dari Ukraina pada 2014. Di antaranya original. Anggur itu juga telah berbuah. Firmansyah menanam di samping rumah tanpa naungan. Varietas itu juga tergolong genjah, meski tidak segenjah akademik. Cirinya tangkai buah pendek, hanya 15—20 cm. Susunan buah rapat. Buahnya dapat dikenali dari ujungnya lancip dan agak bengkok.

Dicari anggur yang sesuai untuk iklim di Indonesia.

Dicari anggur yang sesuai untuk iklim di Indonesia.

Setelah matang penuh, warna berubah merah jambu. Ia kalah produktif dari akademik. Untuk meningkatkan produksi, maka pehobi harus sering memangkas agar cabang-cabang banyak dan rapat. Kelebihan dari varietas original tahan dan kuat tumbuh pada musim hujan. Menurut pengamat anggur nasional, Fredy Siswanto, anggur dari Ukraina memiliki prospek yang baik dan cukup adaptif dengan iklim Indonesia. Negara itupun sangat maju peranggurannya.

Baca juga:  Menanam Kangkung di Rakit Apung

Hal itu diketahui setelah menanam berbagai varietas anggur dari berbagai negara. Varietas-varietas dari negara di Eropa timur itu tumbuh lebih baik dibandingkan dengan varietas dari negara-negara lain. Oleh karena itu, ia dan rekan-rekan kini fokus mengembangkan anggur dari Ukraina. “Kita bahkan berkunjung ke Ukraina untuk mempelajari teknik budidaya di sana,” kata Fredy.

Anggur akademik potensial dikebunkan di bawah naungan.

Anggur akademik potensial dikebunkan di bawah naungan.

Kendala anggur impor, daya tahan rendah. Saat musim panas, ia tumbuh dengan baik. Namun, pada musim hujan pertumbuhan langsung drop karena tidak tahan serangan penyakit antraks. Ada beberapa varietas yang tahan. Contoh giovani, original, dan hope. Anggur akademik belum teruji sebab, sejak ditanam, ia berada di bawah garasi mobil sehingga kehujanan. Namun, bila menanamnya dalam greenhouse, anggur bisa berbuah sepanjang tahun.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x