Anggur-Anggur Baru Andalan 1

Anggur-anggur baru bercita rasa manis, genjah, berbentuk unik.

“Bu, ada yang nawar anggur Rp40.000 per kg,” ujar Anis Andrini, S.P., M.Si, meniru ucapan seorang petugas kebun percobaan milik Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) di Banjarsari, Probolinggo, Jawa Timur. Seketika itu, Anis mengelilingkan tali rafia mirip garis polisi di sebuah pohon anggur yang sedang berbuah. Calon membeli itu tertarik melihat bentuk buahnya yang unik.

Anis Andrini, S.P., M.Si. menyeleksi BS 61 sejak 2015.
Anis Andrini, S.P., M.Si. menyeleksi BS 61 sejak 2015.

Anis menuturkan, “Anggur yang ditanam di Kebun Banjarsari kebanyakan bulat. Anggur ini bentuknya lonjong berwarna merah keunguan.” Balitjestro mendatangkan anggur itu dari Australia pada 7 Oktober 1985 dan ditanam pada 17 Januari 1986. Semula anggur itu tak dipedulikan lantaran susah berbuah dan kalah produktivitasnya dengan anggur-anggur lain. Namun, bentuk yang unik membuat orang tertarik dan ingin merasakan buahnya.

Produktif

Para periset di Balitjestro terdorong meneliti dan mengembangkan untuk segera merilis sebagai varietas unggul anggur. Anis menyeleksi tanaman yang produktif dan memiliki kualitas buah terbaik. Akhirnya muncul calon varietas unggul dengan kualitas buah terbaik dari klon BS 61. BS singkatan dari Banjarsari. “Tahun ini kami daftarkan sebagai calon varietas unggul,” ujar Anis. Targetnya tahun depan sudah bisa dirilis di masyarakat Indonesia khususnya petani anggur.

Anggur klon BS 61 berbentuk lonjong dan manis.
Anggur klon BS 61 berbentuk lonjong dan manis.

Produktivitas anggur itu mencapai 5-7 ton per hektare dengan populasi 500 tanaman. Porsi bagian buah yang dapat dikonsumsi mencapai 93-96% dengan jumlah tandan per tanaman mencapai 14-27. Sementara jumlah buah per tandan mencapi 38-61 buah. “Yang menjadi ciri khas yaitu bentuk buahnya yang lonjong dengan warna merah keunguan,” ujar Anis. Daya simpan buah pada suhu 17-22°C masih awet selama 7-14 hari pascapanen.

Baca juga:  Dari Lahan Hingga Cawan Anggur

Kadar air buah mencapai 65% dengan kandungan gula 19,5-21%. Sementara kandungan vitamin C sebesar 16,23-26,23 mg/100 g bahan dengan kadar asam 1-2,5%. Jumlah biji perbuah 1-3. Umur mulai berbunga 12-15 hari pascapangkas. “Warna daging buah bening dengan rasa manis,” ujarnya.

Ukraina

Di Sanan Kulon, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Priyadi Heru Darsono mengoleksi anggur transfiguration. Anggur itu berasal dari Ukraina. “Harga anggur di Indonesia masih mahal terutama anggur impor, jadi saya tertarik menanamnya,” ujar Priyadi yang mendatangkan anggur baru itu pada 2015. Priyadi menanamnya dalam bentuk batang atau cutting sepanjang 30 cm atau terdiri dari 3 ruas.

Anggur transfiguration berpenampilan cantik dan bercita rasa manis.
Anggur transfiguration berpenampilan cantik dan bercita rasa manis.

Priayadi menyambung anggur transfiguration sebagai batang atas dan isabela sebagai batang bawah. Priyadi menanam total lima batang anggur transfiguration di lahan 500 m². Magori atau berbuah perdana pada 2016 ketika tanaman berumur setahun. Itu menunjukkan bahwa transfiguration adaptif di Kabupaten Blitar. “Transfiguration unggul dari bobot dompolan yang mencapai 600 g.

Anggur akademik unggul dari rasa manis dan renyah.
Anggur akademik unggul dari rasa manis dan renyah.

Warna buah anggur baru itu kuning kemerahan. Cita rasa anggur pendatang baru itu amat manis dan berair. Selain itu Priyadi juga mendatangkan anggur akademik dari Ukraina.

Buah anggur akademik bercitarasa manis dan bertekstur renyah lantaran tidak mengandung banyak air. Kini akademik sudah berbuah 2 kali. “Panenan terakhir mencapai 5 dompol dengan bobot sekitar 300 g per dompol,” ujarnya. Buah akademik berwarna hitam keunguan dengan bentuk buah lonjong.

Sondika penangkar bibit di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Sondika penangkar bibit di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Penangkar bibit anggur di Kediri, Jawa Timur, Sondika, menuturkan, para konsumen bibit menyukai anggur yang bercita rasa manis, genjah, dan buahnya berbentuk unik. “Kalau ada yang rasanya asam, tidak saya rekomendasikan,” ujar Sondika. Anis menuturkan hal senada. Konsumen Indonesia masih menyukai anggur yang manis sempurna. Rasa asam boleh ada tetapi tidak dominan.

Sejauh ini, anggur dengan karakter itu disukai para pehobi yang menanam di halaman rumah atau lahannya sebatas tanaman koleksi. “Masih belum ada yang mengebunkan secara masif anggur-anggur koleksi. Kalau untuk industri misalnya minuman wine, di Provinsi Bali sudah ada yang mengebunkan. Namun jumlahnya tidak banyak,” ujar Anis. 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *