Anggrek Dendrobium Mini Bunga Lebat 1

Anggrek dendrobium mini, sosok pendek, tangkai panjang, dan berbunga lebat.

Tinggi bulb anggrek dendrobium mini itu hanya 10 cm. Namun, anggrek mungil itu tampil seronok dengan bunga lebat. Tangkai bunga setinggi 15—20 cm, dan penuh bunga berukuran besar, 5 cm. Lazimnya anggrek dengan ukuran bulb sekecil itu masih berupa bibit.

Pedagang anggrek di Chatuchak, Bangkok, Thailand, Mukda, menata dendrobium-dendrobium itu di atas rak. Pemilik Mukda Orchids itu menjajakan puluhan dendrobium berukuran pendek beraneka warna bunga.

Menurut perempuan separuh baya itu, “Dendrobium mini sudah lama dihasilkan penganggrek di Thailand.” Namun, anggrek pendek kompak itu sangat populer beberapa tahun terakhir. Si mini itu menghiasi berbagai fasilitas umum seperti bandar udara Swarnabhumi, Bangkok.

Anggrek dendrobium,anggrek bunga bulat,anggrek lebat dan pendek
Anggrek dendrobium bunga bulat, lebat, dan pendek.

Tanaman anggrek langka

Di Indonesia belum ada dendrobium bersosok pendek, bertangkai panjang, dan berbunga lebat. Penelusuran ke Taman Anggrek Ragunan, Jakarta Selatan, yang merupakan sentra pemasaran anggrek di Jakarta tak mendapati dendrobium pendek.

Menurut Sari Wahyuni, pemilik kavling 37, anggrek mini belum diminati penganggrek. Dari penjualan 4.000—5.000 pot per bulan, hampir 60—70% dibeli oleh pengusaha rental yang akan memajang di perkantoran.

Konsumen tanah air lebih menggemari anggrek besar karena terlihat lebih semarak. Sisanya 30—40% persen dibeli pedagang luar daerah, terutama wilayah Indonesia timur dan pehobi di Jakarta.

Para pehobi menyukai bunga kecil dan keriting. Menurut Sari Wahyuni untuk mendapatkan anggrek produksi lokal juga tidak mudah. Produksi pekebun hanya cukup untuk mereka jual sendiri.

Anggrek peloric,anggrek mini
Anggrek peloric juga bersosok mini.

Membeli bibit kemudian membesarkan sendiri juga sulit. Harga sarana produksi setiap saat naik, sedangkan harga anggrek tidak pernah naik. Oleh karena itulah ia memilih menjual anggrek berbunga dari Thailand, meski yang dipilih tetap anggrek bersosok besar.

Baca juga:  Warna-warni Bunga Daisy

Selisih penjualan (keuntungan) hanya sedikit tetapi perputaran uang cepat. Anggrek dari Thailand kebanyakan tidak sesuai pesanan, tetapi ia harus menerima karena tidak ada pilihan sumber barang untuk dijual.

Penganggrek di Senayan, Jakarta Pusat, Fany Abdullah, juga mengatakan anggrek pendek bertangkai panjang dan bunga lebat sangat langka.

Menurut pemilik Semanggi Orchid itu, “Bila ada tersedia anggrek pendek, bertangkai panjang, dan berbunga lebat, pasti itu menjadi sasaran konsumen.” Selama ini yang tersedia anggrek bersosok tinggi, tangkai pendek, dan kelebatan bunga sedang.

Itu pun keragaman jenisnya sangat sedikit di antaranya burana jade, sonia, dan fatahillah. Harganya pun cukup tinggi, dengan satu bulb berbunga. Menurut penganggrek di Lembang, Kabupaten Bandung, Rizal Djaafarer, sebenarnya anggrek pendek sudah lama ada di Indonesia.

Rizal pernah menyilangkan dendrobium untuk menghasilkan anggrek sebagai suvenir atau bunga meja.

dendrobium peloric,bunga anggrek,tanaman hias
Anggrek dendrobium peloric, mutasi menjadi tanpa lidah.

Jumlah anggrek terbatas

Rizal menyeleksi ketat antara lain Dendrobium undulatum dan D. discolor yang tingginya lebih dari 1 m, lalu memilih yang paling pendek. Ia lantas mengawin-silangkan hasil seleksi anggrek Papua itu hingga beberapa kali. Hasilnya dendrobium mini setinggi 35—40 cm dan sudah berbunga.

Karena induknya berbunga lebat, maka keturunannya pun berbunga lebat. Bibit botolannya diborong oleh penganggrek dari Jawa Timur beberapa waktu silam.

Penyilangan anggrek dendrobium untuk mendapatkan bunga meja juga dilakukan oleh Dedek Setya Santoso. Penganggrek dari Malang, Jawa Timur, itu menyilang Dendrobium bigibum var compactum. Bila ingin mendapat bunga mini dan melintir, diperoleh dari gen Dendrobium caronii dan D. canaliculatum.

“Cuma silangan-silangan mini-mini ini tidak dibuat massal karena keterbatasan lahan. Namun, dengan dibuat dalam jumlah terbatas, harga tetap tinggi. Bila dibuat massal, harga menjadi turun karena volumenya banyak,” kata Dedek.

Baca juga:  Sembilan Tangkai dari Hainan
Ruang tunggu bandara Swarnabhumi,dendrobium mini.
Ruang tunggu bandara Swarnabhumi, Thailand, semarak dengan dendrobium mini.

Saat ini Dedek menyilang intersection, yaitu D. bigibum compactum (section phalaenanthe) dan dendrobium dari section louturea. Harapannya, tentu saja mendapat anggrek mini rajin berbunga.

Namun, hasilnya baru diketahui 2—3 tahun mendatang. Mendiang Molling Simardjo dan Wirakusuma serta Sutikno, ketiganya di Jawa Timur, dan Milo di Bali pernah menyilangkan anggrek mini pada satu dekade silam.

Hasil silangan itu sudah tersebar, tetapi tidak diketahui keberadaannya. Karena nurseri besar itu sudah tidak bergerak di bidang anggrek sehingga kemunculan varietas baru relatif tidak pernah ada lagi. Adapun anggrek sejenis dari negeri Gajah Putih belum masuk ke Indonesia.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *