Aneka Bunga Hoya Yang Cantik

Ketika bunga belum mekar pun, hoya tampil cantik. Dompolan bunga hoya terdiri atas puluhan kuntum.

Perkenalan Shintarini Aliwarga dengan hoya terjadi tanpa sengaja. Pehobi tanaman hias di Bintaro, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, itu membeli sebatang anggrek pada 2005. Sesampainya di rumah, ia mememukan tanaman lain yang menempel di sela batang anggrek.

Shinta lantas memisahkan tanaman itu ke pot yang berbeda. Ia memberikan perlakuan sewajarnya agar tanaman tetap hidup. Begitu tanaman berbunga ia langsung jatuh hati. Dompolan kembang berbentuk setengah bola yang muncul di antara dedaunan menarik perhatiannya.

“Sosok dan bentuk bunganya unik,” ujar Shintarini. Ia makin terpesona lantaran warna bunga begitu cantik; merah keunguan. Shinta lantas mencari berbagai informasi tentang sang tanaman. Dari hasil penelusuran itu ia mengetahui tanaman berbunga bola itu bernama Hoya pubicalyx.

Aroma bunga Hoya crassicaulis mirip aroma jeruk.

Aroma bunga Hoya crassicaulis mirip aroma jeruk.

Koleksi beragam

Sejak saat itu, Shinta gemar mengoleksi hoya. Ia memburu tanaman anggota keluarga Apocynaceae itu hingga ke luar negeri. Saking cintanya pada tanaman kerabat bintaro itu, Shintarini membangun sebuah nurseri khusus hoya.

Nurseri bernama Moon Hoya itu menampung hingga 200 varian hoya. Nenek enam cucu itu menuturkan bunga hoya memiliki beragam warna dan bentuk eksotis.

Lihat saja penampilan H. dolichosparte dan H. crassicaulis ‘bright’ yang sangat indah. Sosok bunga dolichosparte tampil kalem dibandingkan dengan crassicaulis. Dompolan dolichosparte terdiri atas puluhan mahkota bunga berwarna putih bersemu merah jambu.

Semakin ke tengah warna mahkota tampak semakin merah. Adapun crassicaulis tampil lebih berani dengan warna kembang kuning terang.

Hoya lacunosa beraroma wangi.

Hoya lacunosa beraroma wangi.

Embel-embel ‘bright’ disematkan sebab lembaran daun crassicaulis berwarna cerah yakni hijau kekuningan. Adapula H. lacunosa, H. schortechini, dan H. caudata ‘long leaves’. Ketiganya tak kalah elok. Mahkota bunga lacunosa berwarna putih.

Bila didekati akan tercium aroma wangi sang bunga. Habitat asal lacunosa tersebar di Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Sementara schortechini memiliki mahkota bunga putih berbingkai magenta. Yang membuat schortechinii semakin semakin menawan adalah tulang daunnya berwarna merah. Itu sebabnya, schortechinii tetap cantik meski tanpa bunga.

Karakter serupa juga dimiliki oleh caudata ‘long leaves’. Permukaan atas daun caudata berwarna merah, sedangkan bagian bawahnya hijau.

“Itulah sisi lain hoya, keindahannya tetap bisa dinikmati walau tanpa bunga,” ujar Shintarini. Koleksi lain miliknya yang berdaun unik yakni H. carnosa cv. compacta. Tanaman yang diletakkan di pot plastik mini itu berdaun keriting. Setiap lembar daun tersusun sangat rapat.

Bunga dan daun H. scortechinii sama-sama menawan.

Bunga dan daun H. scortechinii sama-sama menawan.

Mudah

Shinta menuturkan hoya sangat cocok sebagai tanaman hias gantung. Ia meletakkan hampir semua koleksinya di pot gantung bermedia tanam berupa sabut kelapa. Penyiraman setiap 3 hari agar tanaman selalu segar. “Siram secukupnya hingga media tanam basah,” ujar Shinta. Sementara untuk asupan nutrisi, ia menyemprotkan pupuk daun dan bunga setiap pekan.

Bunga dan daun H. scortechinii sama-sama menawan.

Bunga dan daun H. scortechinii sama-sama menawan.

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x