Andalan Buka Pasar

Andalan Buka Pasar 1
Data Balitsereal menyebutkan pada 2013 permintaan benih jagung nasional mencapai 36.000 ton

Data Balitsereal menyebutkan pada 2013 permintaan benih jagung nasional mencapai 36.000 ton

Beragam komoditas benih sayuran produksi produsen benih asli Indonesia

Nyaris tidak ada seorang petani pun di Malang, Jawa Timur, yang mengenal jagung manis talenta pada 5 tahun lalu. Varietas produksi PT Agri Makmur Pertiwi (AMP) itu pun baru dilepas oleh Kementerian Pertanian pada 2009. Nama talenta kalah tenar dibanding jagung manis besutan perusahaan asing yang lebih dulu hadir. Toh, keistimewaan talenta mencuri perhatian petani. Tanaman kokoh, tongkol besar, dan rasa manis menjadi pemikat. Produksi talenta pun berani diadu: potensi hasil 23 ton per hektar dengan kadar kemanisan 13,5° briks. Selain itu, daun tanaman tahan terhadap penyakit cendawan karat dan hawar daun.

“Kelebihan itu sesuai dengan keinginan petani jagung manis,” ujar Dibyo Pramono, kepala pemasaran wilayah timur PT Agri Makmur Pertiwi. Talenta pun semakin populer di kalangan petani. Kini talenta menjadi komoditas unggulan perusahaan yang berdiri pada 2009 itu. Di Jawa Timur dan Indonesia timur seperti Bali, Sulawesi, dan Kalimantan, benih jagung terjual rata-rata 15 ton per bulan. “Itu baru penjualan di wilayah kerja saya,” ujar Dibyo. Satu ha lahan memerlukan 15 kg benih.

“Pembenih harus menguasai teknologi perakitan benih hibrida,” kata Mulyono Herlambang

“Pembenih harus menguasai teknologi perakitan benih hibrida,” kata Mulyono Herlambang

Uji adaptasi
Produksi benih jagung PT AMP meningkat 25% menjadi 2.500 ton pada 2013 karena permintaan terus meningkat. Itu 16% dari produksi benih total PT AMP yang mencapai 15.000 ton per tahun. Data Balai Penelitian Tanaman Serelia (Balitsereal) menyebutkan pada 2013 permintaan benih jagung nasional mencapai 36.000 ton. Artinya, penjualan benih PT AMP tahun lalu baru 6,7%. “Peluang pasar masih terbuka lebar,” ujar Dibyo.

Baca juga:  JALAN KELUAR KEDELAI

Selain jagung manis, PT AMP memiliki 71 varietas dari 23 jenis tanaman seperti cabai, tomat, kubis, peria, dan kacang panjang. Perusahaan yang berkantor di Surabaya, Jawa Timur, itu bekerja sama dengan 4.320 petani di seluruh Jawa Timur. Sementara lahan produksi milik PT AMP mencapai 30 hektar yang tersebar di dataran rendah, menengah, hingga tinggi. Total produksi benih mencapai 6.110 ton per tahun.

Untuk menembus pasar memang sulit. Menurut H Slamet Sulistiyono, Direktur Utama PT Benih Citra Asia (BCA), butuh waktu untuk membangun kepercayaan dan kepuasan petani. “Kami berusaha melibatkan petani sejak perakitan varietas, penanaman, hingga penjualan,” ujar Slamet. Mereka meriset pasar sebelum merakit varietas. Tujuannya untuk mengetahui karakter produk yang dibutuhkan pasar. “Saat ini, varietas tahan virus dan adaptif dengan cuaca ekstrem yang diminati petani,” kata alumnus Fakultas Pertanian Universitas Moch Sroedji, Jember, Jawa Timur, itu. Divisi riset dan pengembangan lalu merakit varietas baru yang memiliki keunggulan dibanding kompetitor. Mereka memilih 3 terbaik dari ratusan calon varietas.

Ketiga varietas itu melalui serangkaian uji adaptasi di seluruh Indonesia. “Di tahap ini petani dan pedagang terlibat,” kata ayah 3 anak itu. Petani menanam ketiga calon varietas di dataran rendah hingga tinggi pada musim hujan dan kemarau. Penanaman juga dilakukan di daerah dengan kondisi ekstrem, seperti Palu, Sulawesi Tengah (panas) atau Bogor, Jawa Barat (hujan). Setelah panen, petani dan pedagang mengisi kuesioner untuk memilih varietas terbaik. Varietas terpilih itulah yang menjadi komoditas unggulan PT BCA.

PT BCA juga mendampingi petani saat penanaman dengan memberikan pelatihan budidaya dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Mereka juga mengadakan studi banding untuk berdiskusi dan memberi masukan antarpetani. “Biayanya gratis,” kata Slamet.

Baca juga:  Rasa Juara dari Dataran Tinggi

Benih yang terbukti unggul menjadikan PT BCA kian dipercaya petani. Produksi benih perusahaan yang berdiri pada 2006 itu mencapai 1.700 ton dengan kapasitas produksi sebanyak 2.000 ton per tahun pada 2013. “Setiap tahun penjualan meningkat 30% per tahun,” katanya. Dari jumlah itu, total produksi benih kacang panjang, peria, dan tomat mencapai 600 ton per tahun. Sisanya sebanyak 1.100 ton terdiri atas benih cabai, jagung, mentimun, buncis, dan semangka. Kacang panjang menjadi unggulan lantaran potensi hasil 25 ton per hektar dan berumur genjah 38 hari setelah tanam.

Pekerja PT Agri Makmur Pertiwi sedang menyortasi benih jagung

Pekerja PT Agri Makmur Pertiwi sedang menyortasi benih jagung

Menurut Slamet, kendala terbesar dalam industri benih adalah prediksi pasar. Pada 2010, harga cabai rawit yang meroket hingga Rp100.000 per kg mengacaukan perkiraan kebutuhan benih. “Kami menyiapkan 5 ton benih cabai untuk kebutuhan 2 tahun ke depan, tapi tiba-tiba permintaan naik,” ujarnya. Untuk mengisi kekosongan pasar, PT BCA mempercepat produksi dengan memajukan jadwal penanaman dan memperluas area tanam cabai.

Teknologi hibrida
Nun di Karanganyar, Jawa Tengah, Mulyono Herlambang SP, MM, Direktur CV Multi Global Agrindo (MGA) menekankan pentingnya teknologi untuk membuat benih hibrida. Pasalnya, penguasaan teknologi menjadi kunci utama kelangsungan perusahaan benih. Teknologi itu adalah teknologi perakitan benih hibrida.

Tak kalah penting, pembenih lokal harus menguasai ilmu pemasaran. “Kelemahan pembenih lokal salah satunya adalah pencitraan,” ujar Mulyono. Sulitnya meyakinkan petani ia rasakan ketika baru merintis perusahaan benih lokal pada 2003. Petani enggan menanam lantaran tidak percaya kualitas benih lokal dan lebih memilih benih buatan perusahaan asing. Ia lantas membuat plot demonstrasi (demplot) bersebelahan dengan demplot kompetitornya. Tujuannya agar petani melihat sendiri benih yang lebih bagus. Mulyono menuturkan, benih dalam negeri bisa lebih unggul karena adaptif. (Kartika Restu Susilo)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x