Penampilan maksimal modal utama Toretto menjadi yang terbaik di kelas utama

Penampilan maksimal modal utama Toretto menjadi yang terbaik di kelas utama

Toretto bagai menerapkan semboyan Julius Caesar: vini, vidi, vici alias datang, berkicau, dan menang.

Nana Sujana hanya menargetkan Toretto, muraibatu miliknya masuk peringkat 10 besar. Target itu wajar karena para pesaing Copychus malabaricus merupakan burung berpengalaman tampil di kontes nasional dan kerap juara. Sementara Toretto baru kali pertama berpartisipasi di kontes adu kicau dan langsung tingkat nasional pula. Sekitar pukul 12.00 kontes adu kicau di kelas utama dimulai.

Burung berbulu jingga dan hitam itu terus berkicau tiada henti selama 25 menit saat penjurian. Tentu saja aksi klangenan Nana itu menyedot perhatian para juri. Di akhir lomba, para juri sepakat menobatkan Toretto sebagai kampiun di kelas Mabes pada lomba burung Piala Panglima TNI 2014. Mabes kelas paling bergengsi di kontes itu yang hanya mempertandingkan muraibatu.

Kontes berlangsung meriah karena dihadiri peserta dari berbagai daerah

Kontes berlangsung meriah karena dihadiri peserta dari berbagai daerah

Rp300-juta
Prestasi Toretto memang mencengangkan. Sebagai anak bawang alias pendatang baru, burung berumur 4 tahun itu sukses mengalahkan muraibatu langganan juara di kontes nasional seperti Pelor Mas. Pada gelaran Piala Raja Hamengku Buwono 2014 Pelor Mas meraih peringkat pertama di 3 kelas berbeda (Maharaja A, Prameswari B, dan Ring Pariwisata).

Muraibatu milik Fitri BKS dari Samarinda, Kalimantan Timur, itu juga menjadi kampiun di kelas paling bergengsi di kontes Piala Kapolda Jawa Barat pada Agustus 2014 dan kampiun di Royal Cup 2014. Atas prestasi Toretto itu Nana mendapatkan hadiah utama berupa uang tunai Rp50-juta dan trofi. “Saya kaget sekaligus bangga dengan keberhasilan ini,” kata Nana.

Nana Sujana atau Nana 99 (ketiga dari kanan) dan rekan, pemilik Toretto

Nana Sujana atau Nana 99 (ketiga dari kanan) dan rekan, pemilik Toretto

Ia membeli Toretto Rp85-juta dari seorang rekan di Jawa Timur pada 2013. Pria berumur 36 tahun itu tertarik membeli Toretto karena materi lagu yang bervariasi dan volume suara besar. Setelah lomba berakhir beberapa pehobi burung mendatangi Nana. “Mereka berminat memiliki Toretto dan meminta saya menyebutkan harga,” kata pria kelahiran Karawang, Jawa Barat, itu. Nana bergeming. Ia masih ingin mencetak prestasi bersama Toretto. Namun, Nana juga bakal berpikir ulang jika ada pembeli yang menawar di atas Rp300-juta.

Baca juga:  Mereka Sahabat Dalam Senyap

Perawatan Toretto sederhana. Setiap pagi Dede Nofian—perawat Toretto—memberikan 1 jangkrik dan menjemur burung itu selama 2 jam. “Jangkrik dan kroto pakan utama muraibatu,” kata Dede. Setelah itu, ia mengistirahatkan burung 15 menit dan memberikan 2 sendok makan kroto segar. Usai mandi cahaya matahari, Dede memasukkan Toretto ke kandang umbaran berukuran 4 m x 1 m x 2 m. Tujuannya agar stamina burung terdongkrak sehingga saat lomba kicauannya tahan lama hingga penjurian selesai. Dede juga memberikan 1 jangkrik saat sore.

Big Brother milik Hany Faroko asal Bekasi, Jawa Barat, kampiun kelas Divisi

Big Brother milik Hany Faroko asal Bekasi, Jawa Barat, kampiun kelas Divisi

Meriah
Senyum mengembang juga menghias wajah Hany Faroko. Big Brother, kenari milik pehobi dari Bekasi, Jawa Barat, itu, menjadi pemenang di kelas Divisi. Oleh karena itu, Hany berhak mendapat hadiah berupa uang tunai Rp15-juta dan trofi. Ia memang yakin Big Brother bakal tampil maksimal. Burung itu juara karena rajin berkicau dan volume suara besar. Saat Trubus memotret pun, Big Brother terus berkicau. Padahal lomba sudah selesai beberapa jam sebelumnya.

Kontes yang berlangsung pada 9 November 2014 di Taman Bunga Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur, itu, berlangsung meriah. Menurut ketua pelaksana, Goesnadi atau Goes KM, tiket terjual lebih dari 2.800 lembar dan sesuai target panitia. “Peserta berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan,” kata Goes. Lomba terselenggara berkat kerja sama Ebod Jaya dan Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI).

Kroto pakan utama muraibatu

Kroto pakan utama muraibatu

Kontes bertujuan menjalin persaudaraan antarpehobi burung berkicau dan mendekatkan TNI dengan masyarakat. Lomba itu mempertandingkan 7 kelas yaitu Mabes, Divisi, Brigade, Batalyon, Kompi, Pleton, dan Regu. Kontes adu kicau itu juga menampilkan aneka jenis burung terbaik seperti muraibatu, lovebird, kacer, kenari, dan cucak hijau. Hadiah utama berupa uang tunai Rp50-juta yang diraih Nana berkat kemenangan Toretto. Menurut rencana kontes Panglima TNI akan menjadi agenda tahunan. (Riefza Vebriansyah)

Baca juga:  Fancy Cup 2015: Adu Merdu Sambil Beramal

541_ 48

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d