Amputasi Ranting Mubasir 1
Jambu madu deli hijau dapat panen sepanjang tahun

Jambu madu deli hijau dapat panen sepanjang tahun

Kunci produktivitas tinggi: pangkas tepat cabang jambu madu deli hijau yang tak produktif.

Pekebun jambu madu deli hijau di Sepakatkulim, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Muhammad Rafi, rutin memanen 5—10 kg jambu. Panen itu berlangsung setiap hari hampir sepanjang tahun. Rafi mengebunkan 100 pohon yang kini berumur 2 tahun di lahan seluas 2.000 m2. Rahmad Budiman di Kotamadya Binjai, Sumatera Utara, juga menuai jambu madu deli hijau sepanjang tahun. Ia memanen 2—3 kali dalam sepekan. Rahmad memperoleh 50—60 kg jambu dari 250 pohon berumur 1,5 tahun.

Produksi jambu semakin meningkat pada umur 4 tahun. Ketika itu pohon anggota famili Myrtaceae itu menghasilkan 30 kg per pohon per siklus panen. Buah berukuran besar dan bentuknya penuh, kulit berwarna hijau giok menarik, mulus, serta terlihat bintik-bintik putih di kulit tanda buah manis. Daging buah renyah, tekstur keras, dan citarasa manis dengan kadar kemanisan mencapai 12° briks.

Pemangkasan dan pemupukan rutin memaksimalkan produksi jambu madu deli hijau

Pemangkasan dan pemupukan rutin memaksimalkan produksi jambu madu deli hijau

Pangkas
Produksi tinggi dan terus-menerus memang salah satu keistimewaan jambu madu deli hijau. “Produktivitas jambu madu deli memang atraktif,” ujar Sukobudi Prayogo, penangkar bibit buah di Semarang, Jawa Tengah. Kunci produksi tetap kontinu itu ada di pemangkasan dan pemupukan. Rahmad rajin memangkas cabang dan ranting pohon kerabat cengkih itu. Sebulan setelah panen raya ia memangkas ranting-ranting tak produktif.

Ia memangkas percabangan yang melengkung ke atas, ranting menjuntai ke bawah, ranting tegak ke atas, dan ranting air—semuanya tak produktif. Rahmad memangkas maksimal 20% ranting dalam satu pohon. Menurut Sukobudi cabang tersier, tunas air, cabang inti menghalangi masuknya sinar matahari. Akibatnya proses fotosintesis tak optimal.
Madu deli hijau berbuah 3 kali setahun. Artinya Sukobudi juga 3 kali memangkas dalam 12 bulan. “Pemangkasan kunci reproduksi tanaman buah,” kata Suko. Ketika memangkas Rahmad mengupayakan ketinggian pohon maksimal 2 meter. Tujuannya untuk mempermudah kontrol tanaman, panen, dan pemupukan. Pekerja masih leluasa memetik buah saat panen jika tinggi pohon 2 meter.

Baca juga:  Seri Walet (214): Nyaman di Rumah Kayu

Para pekebun di Sumatera Utara memanfaatkan ranting atau cabang pangkasan itu sebagai bahan perbanyakan tanaman. Harap mafhum permintaan bibit jambu madu hijau memang amat tinggi, sedangkan ketersediaannya terbatas. Oleh karena itu pekebun menggunakan pangkasan sehingga tak ada sampah terbuang percuma (baca Trubus edisi Agustus 2014, “Pucuk Generasi Penerus”).

Menurut Sukobudi, pertumbuhan jambu air tergolong cepat. Itulah sebabnya pekebun mesti rutin memangkas, 3 kali setahun. Bandingkan dengan mangga dan lengkeng, pekebun cukup sekali memangkas dalam setahun.
Menurut Sobir PhD dari Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT), Institut Pertanian Bogor, pekebun yang membudidayakan jambu madu deli hijau di pot (tabulampot) perlu memangkas. Tujuannya, “Menyesuaikan perakaran agar sesuai tajuk,” ujarnya. Selain itu pemangkasan juga merangsang proses pembungaan selanjutnya. Sobir menyarankan para pekebun memangkas dua kali setahun.

Pemangkasan jambu madu deli hijau memang relatif lebih sering dibanding tanaman buah lain seperti lengkeng dan mangga karena pertumbuhannya yang tergolong cepat. Selain pemangkasan Sobir juga menyarankan untuk melakukan penggantian media atau pembumbunan untuk menghindari pemadatan media tanam. Frekuensi pembumbunan 2 kali setahun.

Sukobudi Prayogo, “Pemangkasan kunci tingkatkan produksi tanaman buah"

Sukobudi Prayogo, “Pemangkasan kunci tingkatkan produksi tanaman buah”

Pupuk
Selain pertumbuhan cepat, jambu madu deli hijau tergolong rakus air. Oleh karena itu pekebun sebaiknya rutin menyiram. Kebutuhan air madu deli hijau harus terjamin. “Jika kekurangan air buahnya keras, kasar, dan ukuran lebih kecil,” ujar Mukriyanto, pekebun jambu madu deli hijau di Yogyakarta yang menyiram sekali sehari. Sementara Rahmad menyiram 2 kali sehari pada musim hujan, 3 kali sehari saat kemarau masing-masing selama 15 menit. Rahmad menggunakan irigasi tetes sehingga praktis (baca: Cuma 30 Menit Siram 2 Ha, halaman 46—47).

Sobir menuturkan, kebutuhan hara jambu madu dalam pot amat terbatas karena penanamannya di pot. Oleh karena itu, “Berikan pemupukan secara intensif,” ujarnya. Agar produksi jambu madu deli maksimal, Rahmad memberikan 1 kg pupuk kandang per pot setiap bulan. Selain itu ia juga memberikan masing-masing 2 sendok makan NPK dan KCl per pohon sepekan sekali. Adapun Mukriyanto memberikan 1 kg pupuk kandang setiap 3 bulan dan 4 sendok teh NPK tiap dua pekan.

Baca juga:  Tarsius Baru

Menurut Yos Sutiyoso ahli nutrisi di Jakarta tanaman jambu air membutuhkan pupuk yang mengandung unsur kalium, fosfor, dan kalsium yang cukup secara rutin. Ketiga unsur itu memperkuat jaringan kulit. Dengan cara itu madu deli hijau akan berproduksi maksimal. (Desi Sayyidati Rahimah/Peliput: Syah Angkasa dan Riefza Vebriansyah)

539_ 67

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *