Tomat siap panen pada umur 80—85 hari.

Tomat siap panen pada umur 80—85 hari.

Benih unggul, tepat pupuk dan pestisida kunci maksimalkan produksi tomat.

Panen tomat pada pertengahan 2014 membuat Syahid Albalkah semringah. Petani di Kecamatan Cisarua, Kotamadya Cimahi, Jawa Barat, itu menaman 40.000 tanaman Solanum lycopersicum di lahan 2 ha. Hingga panen terakhir ia memetik rata-rata 2,5 kg buah tomat per tanaman. Total jenderal ia memanen 100 ton tomat. Pada penanaman tomat sebelumnya, ia hanya mampu menuai 1,8 kg per tanaman.

Peningkatan produksi 33% amat signifikan. Selain itu penampilan tomat produksi Syahid juga menarik. Bentuk buah anggota famili Solanaceae itu bulat telur memanjang, buah keras dengan warna merah tua. Bobot per buah mencapai 130 gram per buah. Kunci sukses Syahid menanam tomat adalah penggunaan benih unggul, varietas marta, benih unggul produksi PT East West Seed Indonesia.

Dengan perawatan yang baik menjadikan pertumbuhan tomat optimal.

Dengan perawatan yang baik menjadikan pertumbuhan tomat optimal.

Gulma
Selain itu Syahid juga memelihara tanaman dengan baik. Pada awal tanam, misalnya, ia memberikan pupuk dasar berupa 30 ton pupuk kandang per ha. Setelah mengaduk pupuk kandang dengan tanah, kemudian ia menaburkan 800 kg NPK di atasnya. Setelah proses penanaman selesai, 15 hari kemudian Syahid memasang ajir bambu di setiap tanaman. Ia lalu mengikat tanaman ke ajir untuk menyangga cabang.

Pemasangan pertama saat tanaman berumur 20 hari setelah tanam, disusul 30 hari, 40 hari, dan 50 hari. Syahid menanam tanaman anggota keluarga Solanaceae itu di bedengan berketinggian 20 cm. Jarak antartanaman 60 cm. Untuk menekan pertumbuhan gulma, ia menutup guludan dengan mulsa. Meski demikian Syahid tetap menyiangi gulma yang tumbuh.

Menurut ahli penyakit tanaman dari Institut Pertanian Bogor, Dr Widodo, sanitasi termasuk penyiangan gulma penting untuk membebaskan lahan dari tanaman inang virus seperti gulma babandotan Ageratum conyzoides. “Segera musnahkan tanaman yang terinfeksi agar tidak menular,” kata Widodo. Syahid memberikan pupuk susulan pertama pada dua pekan setelah tanam, yakni 300 kg NPK per ha.

Pupuk kandang digunakan sebagai pupuk dasar.

Pupuk kandang digunakan sebagai pupuk dasar.

Pemberian pupuk susulan dalam bentuk cair agar mempercepat penyerapan nutrisi oleh akar. Konsentrasi pelarutan pupuk 10 gram per liter air. Ia lantas mengocorkan pupuk itu di dekat batang. Frekuensinya 3—4 kali dalam satu musim tanam dengan interval 20 hari. Tanaman siap panen saat berumur 85 hari. Syahid memanen hingga 9 kali dengan interval 4 hari. Dari total sembilan kali panen itu, ia memperoleh rata-rata 2,5 kg tomat per tanaman.

Baca juga:  Tomat Cepat Tumbuh

Rentan
Perawatan lain yang Syahid lakukan pemberantasan organisme pengganggu. “Tomat rentan terkena layu bakteri saat musim hujan,” ujar Syahid. Menurut Brand Manager PT Bina Guna Kimia (FMC Agricultural Product), Darmawan Sandi Susilo, pada musim hujan tomat mudah terserang penyakit. “Penyakit yang sering menyerang tomat seperti phytophthora, alternaria, atau serangan bakteri,” ujar alumnus Hama dan Penyakit Tanaman Universitas Brawijaya itu.

Gunakan benih unggul untuk hasilkan tomat berkualitas.

Gunakan benih unggul untuk hasilkan tomat berkualitas.

Untuk mengatasi serangan penyakit itu, Darmawan menyarankan pekebun menggunakan fungisida berbahan aktif mankozeb atau klorotalonil. Konsentrasinya masing-masing 5 gram dan 2—3 gram per liter. Jika intensitas serangan tinggi, ulangi penyemprotan dengan selang 2—3 hari. Untuk mengendalikan penyakit akibat cendawan dan bakteri, Syahid menyemprotkan fungisida berbahan aktif mankozeb 5 gram per liter.

Sementara untuk mengatasi hama seperti pengorok daun Liriomyza sp, ia menyemprotkan insektisida berbahan aktif abamektin 1 cc per liter. Pada musim kemarau serangan hama seperti kutu apis, thrips, dan kutu kebul lebih dominan. Cara penanganannya, gunakan insektisida berbahan aktif abamectin (0,5—1 cc per liter) atau karbosulfan (1—2 cc per liter). Bila intensitas serangan tinggi, ulangi penyemprotan dengan interval 3—4 hari.

Darmawan Sandi Susilo, Brand Manager PT Bina Guna Kimia (FMC Agricultural Product).

Darmawan Sandi Susilo, Brand Manager PT Bina Guna Kimia (FMC Agricultural Product).

Darmawan menjelaskan untuk menekan pertumbuhan hama dan penyakit, penggunaan pestisida pada tomat bisa dimulai dari pembibitan. Sebelum penanaman campurkan furadan ke dalam media tanam. Dosis 5—10 butir per tanaman atau 20—30 kg per ha. Begitu pula saat pemindahan bibit ke lapang. Benamkan setengah sendok teh furadan ke dalam media tanam.

Agar penggunaan pestisida lebih efektif, Darmawan menyarankan mengombinasikan pestisida dengan cara kerja yang berbeda atau bahan aktif berbeda. Pemakaian pestisida kontak, misalnya, cocok dipadukan dengan pestisida sistemik. “Pestisida kontak memiliki kinerja yang cepat, tetapi tidak tahan lama di permukaan daun,” kata Darmawan. Sebab itulah ia baik dikombinasikan dengan pestisida sistemik yang memiliki kinerja lambat tetapi tahan lama di tanaman.

Baca juga:  Omzet Besar Berniaga Sayuran

Jika tetap ingin menggunakan pestisida yang memiliki cara kerja sama, pilihan lain gunakan kombinasi bahan aktif yang berbeda. Dengan begitu panen tomat menjadi maksimal. (Desi Sayyidati Rahimah)

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d