Albumin Ikan Gabus Lawan Diabetes

Sumber: Riset Kesehatan Dasar 2013

Sumber: Riset Kesehatan Dasar 2013

Anaknya menyarankan untuk mengonsumsi albumin jeli demi menurunkan gula darah dan luka, Juwati pun patuh. Ia mengonsumsi albumin berbentuk jeli dua kali sehari pada pagi dan sore. Selain itu ia juga mengoleskan albumin cairan di atas luka tiga kali setiap hari. Dua pekan berselang luka perlahan mengering. Luka tertutup sempurna dua bulan pascakonsumsi.

Terbukti ilmiah khasiat ikan gabus

Keruan saja Mistar dan Juwati girang bukan main. “Saya hampir tidak percaya luka itu bisa menutup,” kata Juwati dengan wajah berbinar. Seiring dengan mengeringnya luka, kadar gula darah perempuan kelahiran 28 Agustus 1968 itu pun turun signifikan. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar gula darah 150 mg/dl. Pantas Juwati juga merasakan tubuh lebih segar setelah mengonsumsi albumin.

Juwati mengombinasikan obat dokter dan albumin untuk mengatasi gula darah.

Juwati mengombinasikan obat dokter dan albumin untuk mengatasi gula darah

Bagaimana duduk perkara albumin menurunkan gula darah? Hasil riset Dinia Rizqi Dwijayanti dan rekan dari Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, semakin meneguhkan albumin gabus mengatasi diabetes mellitus. Riset praklinis itu mengungkapkan albumin meningkatkan sel T yang berperan menghambat aktivasi sel makrofag penyebab inflamasi kronis pada pankreas.

Albumin juga menurunkan proinflammatory cytokine seperti TNF-α, IFN-γ, dan IL-6 pada diabetes mellitus tipe 2 (Lihat ilustrasi Albumin versus Diabetes). Ketua Jurusan Biologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur, Dr Dewi Hidayati SSi MSi, mengatakan, ekstrak ikan gabus berpotensi menjadi obat diabetes. Dewi dan Nurlita Abdulgani MSi serta mahasiswa Biologi meriset ikan gabus sejak 2014.

Dr Dewi Hidayati SSi MSi dan rekan meneliti gabus untuk diabetes sejak 2014.

Dr Dewi Hidayati SSi MSi dan rekan meneliti gabus untuk diabetes sejak 2014

Hasil penelitian itu menunjukkan pemberian 0,15 ml per hari ekstrak ikan gabus selama 34 hari meningkatkan ukuran diameter pulau langerhans tikus sebesar 53,96 μm. Pulau langerhans tempat sel betapankreas menghasilkan hormon insulin.  Insulin berperan memasukkan glukosa ke dalam sel. Sementara diameter pulau langerhans tikus sehat 66,14 μm. Artinya terjadi pemulihan fungsi pankreas sebagai penghasil insulin.

Kesimpulan lainnya terjadi penurunan kadar gula 60,3% dari kadar diabetes menjadi normal. Menurut anggota staf Research & Development, PT Royal Medicalink Pharmalab, Makassar, Sulawesi Selatan, Akhyar Anwar SSi Apt, albumin meregenerasi jaringan pulau langerhans pada pankreas, tempat sel betapankreas menghasilkan hormon insulin.

Ketiadaan insulin menyebabkan glukosa dalam darah meningkat. Oleh karena itu albumin dapat menurunkan kadar glukosa darah pada kondisi hiperglikemik atau kadar gula darah tinggi. Pada penderita diabetes, sintesis dan sekresi albumin berkurang karena kekurangan insulin sehingga kadar gula darah melonjak. Dampak lainnya kadar albumin berkurang dan mempengaruhi plasma protein glycation dan glycosylated haemoglobin (HbA1c).

Ikan gabus

Bagi banyak orang albumin memang masih asing. Dokter spesilis gizi klinis dari Universitas Hasanuddin, Prof Dr dr Nurpudji Astuti Daud MPH, SpGK, menuturkan bahwa albumin adalah plasma protein tubuh yang jumlahnya separuh dari total protein di tubuh sebesar 7,2—9 g/dl. Nurpudji mengatakan, penderita penyakit berat seperti kanker, gagal ginjal, dan stroke memiliki kadar albumin dalam darah yang rendah, yakni kurang dari 3,5—5 g/dl.

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x