Alang-Alang Sehatkan Jantung 1
Akar alang-alang mengandung senyawa polifenol, antioksidan yang dapat membantu mengurangi radikal bebas dalam tubuh yang menjadi pemicu penyakit kardiovaskular.

Akar alang-alang mengandung senyawa polifenol, antioksidan yang dapat membantu mengurangi radikal bebas dalam tubuh yang menjadi pemicu penyakit kardiovaskular.

Ekstrak akar alang-alang membantu mencegah gangguan metabolisme lemak yang menjadi faktor risiko utama penyumbatan pembuluh darah dan komplikasi penyakit kardiovaskular.

“Penyakit kardiovaskular penyebab utama kematian di dunia, kecuali di Benua Afrika,” ujar dr Shanthi Mendis dalam Atlas Global Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kardiovaskular. Koordinator Pencegahan dan Manajemen Penyakit Kronis, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa, Swiss, itu menyebutkan bahwa pada 2013 jumlah kematian akibat penyakit jantung mencapari 13,7-juta orang. Itu jauh lebih tinggi dibandingkan pada 1990 yang hanya 12,5-juta orang.

St Khaerunnisa dari Departemen Biokimia Kedokteran Universitas Airlangga mengatakan, gangguan metabolisme lemak atau dislipidemia faktor risiko utama terhadap perkembangan dini aterosklerosis atau penyumbatan pembuluh darah dan komplikasi penyakit kardiovaskular. Dislipidemia—salah satu di antaranya hiperkolesterolemia atau berkadar kolesterol tinggi—berkaitan dengan produksi radikal bebas yang berlebihan.

Kebiasaan mengonsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Kebiasaan mengonsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Dua terapi
Khaerunnisa menuturkan tubuh manusia sebetulnya memproduksi dismutase superoksida (SOD), enzim antioksidan yang berperan melindungi sel dari bahaya superoksida. Namun, jika produksi radikal bebas itu berlebihan, maka jumlah SOD yang diproduksi tubuh tidak cukup untuk menghalaunya. Menurut Khaerunnisa ada dua terapi yang dapat ditempuh untuk mengatasi dislipidemia: nonfarmakologis dan farmakologis.

Terapi nonfarmakologis di antaranya mengatur pola makan, latihan jasmani, dan menghindari faktor-faktor risiko seperti mengonsumsi alkohol dan merokok. Adapun terapi farmakologis adalah dengan mengonsumsi obat-obatan, termasuk di antaranya mengonsumsi herbal. Khaerunnisa mencoba meneliti akar alang-alang Imperata cylindrica sebagai salah satu alternatif terapi farmakologis.

Baca juga:  Ikan Cepat Terpikat

Selama ini akar alang-alang sohor sebagai pengendali panas dalam. Harap mafhum, secara turun-temurun masyarakat memang memanfaatkannya untuk mengatasi panas dalam, sariawan, dan konstipasi. Kini khasiat alang-alang bertambah lagi sebagai pelindung jantung sebagaimana riset Khaerunnisa. Periset dari Departemen Biokimia Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, itu menggunakan 28 tikus Rattus norvegicus sebagai hewan uji.

Ia membagi hewan itu ke dalam 4 kelompok. Kelompok pertama merupakan kelompok standar yang diberi pakan standar (K0). Sementara kelompok kedua menjadi kelompok kontrol (K1). Pada kelompok itu Khaerunnisa memberikan pakan tinggi kolesterol. Khaerunnisa juga memberikan diet tinggi kolesterol pada kelompok ketiga (K2) dan keempat (K3).

Namun, pada kedua kelompok terakhir ia juga memberi tambahan perlakuan. Pada K2 ia memberikan ekstrak etanol akar alang-alang berdosis 15 mg per 200 g bobot tubuh (BB) tikus. Sementara pada K3 ia memberikan ekstrak etil asetat akar alang-alang berdosis sama. Selanjutnya Khaerunnisa mengukur kadar kolesterol total, low density lipoprotein (LDL), high density lipoprotein (HDL), dan aktivitas enzim SOD.

Hasil penelitian menunjukkan kelompok diet tinggi kolesterol mengalami peningkatan kadar kolesterol rata-rata 84,14 mg/dl. Jumlah itu lebih tinggi daripada hewan uji kelompok standar (K0) yang rata-rata hanya 74,29 mg/dl. Pada K2 jumlah kolesterol total menurun rata-rata 60,43 mg/dl, LDL turun 11,57 mg/dl, dan HDL turun 21,42 mg/dl. Adapun pada K3 jumlah kolesterol total turun rata-rata 70,57 mg/dl, LDL turun 9,86 mg/dl, dan HDL turun 25 mg/dl.

Olahraga secara rutin salah satu upaya nonfarmakologis mengurangi risiko terkena serangan penyakit kardiovaskular.

Olahraga secara rutin salah satu upaya nonfarmakologis mengurangi risiko terkena serangan penyakit kardiovaskular.

Kaya antioksidan
Khaerunnisa menyimpulkan pemberian ekstrak etanol maupun etil asetat alang-alang sama-sama berefek antihipokolesterolemik atau menurunkan kadar kolesterol tubuh dan berefek antioksidan. Efek pemberian ekstrak etil asetat alang-alang lebih tinggi daripada ekstrak etanol. Sementara kadar antioksidan dari kedua hasil ekstrak sama-sama tinggi.

Baca juga:  Rumput Laut Maniskan Durian

Khasiat akar tanaman anggota famili Poaceae itu menurunkan kadar kolesterol tikus berkat kandungan antioksidan. Hasil riset Dr Dra Diah Dhianawaty MSi dari Bagian Biokimia da Biomolekuler Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, akar alang-alang mengandung rata-rata 1,53% polifenol. Senyawa fenol mengandung gugus hidroksil (-OH) yang terikat langsung pada gugus cincin hidrokarbon aromatik.

Aktivitas antioksidan dari senyawa fenol terlihat dari kemampuan senyawa fenol membentuk ion fenoksida yang dapat memberikan satu elektronnya kepada radikal bebas. Dalam penelitian itu ekstrak metanol akar alang-alang mampu menghambat 50% radikal bebas.

Nilai IC50 juga menandakan ekstrak akar alang-alang mempunyai aktivitas sebagai antioksidan. Dengan antioksidan itu maka akan terhindar dari dislipidemia yang menjadi penyebab penyakit kardiovaskular. (Imam Wiguna)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments