Akar alang-alang herbal multikhasiat

Akar alang-alang herbal multikhasiat

Gulma multikhasiat. Manjur mengatasi beragam penyakit.

“Di mana ada ilalang, di situ harus dibasmi dengan herbisida,” tutur Jefri, petani di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Banyak orang tak menginginkan kehadiran ilalang Imperata cylindrica. Selama ini masyarakat Indonesia mengenal tanaman anggota famili Poaceae itu sebagai tumbuhan pengganggu. Alang-alang musuh nomor satu petani padi di Indonesia lantaran menghambat pertumbuhan tanaman pokok. Apalagi ilalang sangat adaptif di dataran rendah hingga berketinggian 2.700 meter di atas permukaan laut.

Tanaman berakar panjang itu mudah ditemukan di daerah kering yang terkena pancaran matahari. Tunasnya panjang, bersisik, serta merayap di dalam tanah. Jika akar muncul di atas permukaan tanah bisa mencapai ketinggian 0,2—1,5 m. Sebagian orang boleh membenci ilalang, tetapi tanaman itu sejatinya multikhasiat. Di Tiongkok alang-alang justru bermanfaat mengatasi beragam penyakit. Tanaman kerabat padi itu sudah lama tertulis dalam kitab kuno sebagai bahan obat tradisional. Masyarakat negeri Tirai Bambu itu memanfaatkan akar alang-alang sebagai herbal pereda panas dalam sejak ribuan tahun lalu.

Wahyu Suprapto bisa meresepkan alangalang untukberbagai penyakit

Wahyu Suprapto bisa meresepkan alangalang untukberbagai penyakit

Multikhasiat
Alang-alang terpilih sebagai pereda panas dalam lantaran memiliki sifat manis dan sejuk. Menurut Bupati Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung, dr Basuri Tjahaya Purnama, neneknya biasa merebus akar alang-alang selama 15 menit lalu meminumnya jika panas dalam menyerang. Herbalis di Kota Batu, Jawa Timur, Wahyu Suprapto, meresepkan akar alang-alang, kayu manis, dan daun saga untuk mengobati panas dalam. Tinggnya kandungan kalium menjadikan alang-alang tokcer sebagai diuretik yang mencegah inflamasi saluran urine.

Wahyu juga menggunakan alang-alang untuk mengatasi gangguan jantung. Ia meracik akar alang-alang, lempuyang, dan daun sembung untuk mengatasi penebalan dan penyempitan pembuluh darah akibat kelebihan kolesterol. “Akar alang-alang bertugas melarutkan lemak yang menyumbat aliran darah,” ujar Wahyu. Menurut dr Henry Pakpahan, dokter spesialis penyakit jantung di Rumahsakit Omni Pulomas, Jakarta Timur, penebalan dan penyempitan pembuluh darah bisa berakibat sangat fatal, seperti serangan jantung, stroke, hingga kematian.

Minuman penyegar panas dalam berbahan baku ekstrak alang-alang

Minuman penyegar panas dalam berbahan baku ekstrak alang-alang

Penyumbatan pembuluh darah mengakibatkan kekurangan pasokan aliran darah pada otot jantung. Dampaknya akan timbul rasa nyeri yang hebat pada area dada dan berakhir pada kematian mendadak. Selain sebagai pereda panas dalam dan pelancar aliran darah, alang-alang juga berkhasiat menurunkan tekanan darah. Wahyu meresepkan 6—10 gram akar alang-alang kering dan 24 gram daun sembung direbus dalam 2 gelas air hingga menjadi setengahnya.

Baca juga:  Belajar Bertani di Markas Tentara

Ia menyarankan pasien meminum ramuan itu 2 kali sehari. Efeknya terasa 3 hari pascakonsumsi. “Kepala dan badan akan terasa enteng,” ujar Wahyu. Ia juga menyarankan menjaga pola makan dengan mengurangi konsumsi kopi, daging, dan memperbanyak konsumsi sayuran agar tekanan darah tetap stabil. Begitu banyak gangguan kesehatan yang teratasi berkat ilalalng. Harap mafhum kandungan senyawa aktif dalam akar ilalang memang beragam.

Akarnya mengandung minyak asiri, seperti arundoin, silindrin, simiarenol, fernenol, isoarburinol, dan skopoletina. Selain itu akar tanaman anggota famili rumput-rumputan itu juga mengandung zat aktif imperanena dan silindol-A. Keduanya menghambat agregasi trombosit dan antiperadangan. Zat skopoletina dalam akar persis yang dipunyai buah mengkudu, dapat mencegah penyempitan pembuluh darah, sehingga aliran darah menjadi lancar.

Bukti ilmiah
Khasiat lain akar ilalang mengatasi hiperetnsi, radang ginjal, hepatitis akut karena virus, batuk darah, mimisan, kencing darah, dan methoragia alias haid dengan banyak darah. Khasiat akar alang-alang sebagai antihipertensi terbukti secara ilmiah. Peneliti di Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, Andreanus A. Soemardji dan rekan, membuktikan bahwa tumbuhan anggota keluarga Poaceae itu berpotensi sebagai antihipertensi. Periset menguji in vivo khasiat antihipertensi ekstrak akar alang-alang terhadap tikus wistar berbobot 200—300 gram sebagai hewan uji.

Padang ilalang selama ini hanya dianggap gulma

Padang ilalang selama ini hanya dianggap gulma

Hasilnya menggembirakan. Ekstrak akar alang-alang menurunkan tekanan darah sistolik atau angka saat fase darah sedang dipompa jantung. Ekstrak akar alang-alang dosis 90 mg per kg bobot tubuh menurunkan 46.16 mmHg (20,5%) tekanan darah sistolik, dari 199,3 mmHg menjadi 153,17 mmHg. Penurunan itu tertinggi dibanding perlakuan lain. Perlakuan pemberian amlodipin dan kaptopril hanya menurunkan tekanan darah sistolik sebanyak 7%. Efek perlakuan terlihat 4 jam sejak injeksi.

Baca juga:  Umur 2 Tahun Bobot 1,6 Ton

Penelitian lain menunjukkan akar alang-alang tidak bersifat toksik. Namun, kerap timbul efek samping seperti pening, dan mual. Akar terbaik berwarna pucat, manis, dan terasa menyejukkan. Rimpang terpilih dibersihkan dari kotoran dan benda asing. Cuci dan keringkan dengan bantuan sinar matahari atau alat pengering. Selain akar, bunga alang-alang juga berfaedah sebagai obat. Bunga berbentuk malai, panjang 6—28 cm. Air rebusan bunga menghentikan muntah darah atau mimisan.
Saat ini peran alang-alang yang baru terbatas sebagai bagian dari ramuan. Penelitian lebih lanjut akan lebih banyak mengungkap manfaat lain alang-alang. Bagi para petani, alang-alang memang gulma yang merugikan. Namun, bagi para pasien alang-alang justru herbal berkhasiat. (Kartika Restu Susilo)

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d