Akuarium Biotope: Berpindah Alam ke Akuarium 1
580-H034-1

Akuarium biotope milik Taufik Widjaja yang mengangkat keindahan bawah air sungai Leka, Republik Kongo.

Perancang menyajikan replikasi alam di dalam akuarium biotope.

Taufik Widjaja terpesona menyaksikan keindahan ekosistem Sungai Leka di Republik Kongo. Ia tergugah untuk menghadirkan indahnya suasana sungai kecil bagian dari Sungai Kongo itu dalam sebuah akuarium. Taufik menyajikan keindahan pemandangan di dalam sungai itu dengan konsep akuarium biotope. “Biotope adalah konsep penataan akuarium berdasarkan kondisi alam sesungguhnya, termasuk komunitas organisme khas yang hidup di dalamnya,” katanya.

Jenis ikan dan tumbuhan dalam akuarium harus spesies asli di habitat aslinya. Taufik menghadirkan keindahan dasar Sungai Leka itu dalam akuarium berukuran 150 cm x 50 cm x 60 cm. Ia memperhatikan betul jenis-jenis ikan, tumbuhan, dan lingkungan di Sungai Leka. Contohnya ikan tetra kongo Phenacogrammus interruptus dan lele synodontis Synodontis eupterus. “Keduanya spesies ikan yang menghuni Sungai Leka,” kata Taufik.

580-H034-2

Taufik Widjaja perancang akuarium biotope.

Bukan akuaskap

Selain itu Taufik juga melengkapi akuarium dengan aneka jenis tumbuhan yang hidup di Sungai Leka, seperti anubias Anubias barteri, bakung Crinum calamistratum, dan teratai Nymphaea sp. Ia juga menambahkan kayu sungai, bebatuan, dan pasir putih. Taufik mengikutsertakan akuarium rancangannya itu pada lomba berskala internasional bertajuk Biotope Aquarium Contest 2017.

Peserta kontes akuarium biotope melalui daring itu berasal dari berbagai negara, seperti Rusia, Denmark, Jerman, Belanda, Turki, dan Korea Selatan. Sayang, akuarium karya Taufik itu hanya mampu menempati urutan ke-55 dari total 105 peserta. Namun, Taufik tidak berkecil hati sebab baru pertama kali mengikuti kontes. “Setidaknya pesona bawah air Sungai Leka sudah hadir di kediaman saya,” ujarnya.

Kontraktor akuarium itu menuturkan pembuatan biotope berbeda dengan akuaskap. Dalam merancang akuarium biotope harus sama persis atau paling tidak mendekati kondisi alam bawah air sesungguhnya. Adapun akuaskap lebih menekankan pada aspek keindahan. Di dalam akuarium biotope perancang tidak boleh mencampur ikan atau tumbuhan dari lokasi berbeda.

Baca juga:  Cingreng Fishy Forum

Pada akuarium biotope bikinannya sendiri,  misalnya, Taufik membuat pemandangan yang sama persis dengan Sungai Leka. “Penataan setiap komponen dalam akuarium biotope harus memperhatikan sifat dan karakteristik lingkungan sesungguhnya,” kata Taufik.  Pria itu membutuhkan waktu hingga 4 bulan untuk mewujudkan akuarium idamannya. Ia membuat warna air di dalam akuarium cenderung transparan, tetapi sedikit kuning karena banyak kayu apung.

Suhu air sekitar 26C. Taufik menggunakan filter eksternal alias canister filter berkapasitas 600 liter dan lampu light emitting dioda (LED) berdaya 200 watt. Ia juga menjaga kandungan karbonat dan bikarbonat (kh) pada angka 6 kh, derajat keasaman (pH) air 8, dan total zat padat terlarut (tds) 20 ppm. “Seluruh parameter itu sama persis dengan kondisi di Sungai Leka,” kata Taufik.

580-H035-1

Akuaskap lebih menekankan sisi keindahan.

Replika habitat asli

Taufik menuturkan jika hendak membuat akuarium biotope, perancang harus rajin membaca literatur atau menyelam langsung ke lingkungan yang akan dijadikan objek. “Pehobi sebaiknya juga mencantumkan letak koordinat lokasi bawah air yang akan dirancang di dalam akuarium,” ujarnya. Boleh dibilang akuarium biotope ibarat replika habitat asli karena panorama dan kondisinya dibuat semirip mungkin seperti aslinya di alam.

Oleh karena itu, biotope memiliki beragaam keistimewaan. Yang paling mencolok adalah ikan jadi bisa bergerak lebih bebas dan indah lantaran kondisi akuarium sama persis dengan di alam. Sejatinya ikan juga sama dengan manusia. “Mereka merasa lebih nyaman kalau hidup di rumah sendiri,” kata Taufik. Jika ikan nyaman dan sehat, mereka bisa saling berkomunikasi.

Contohnya ikan rainbow atau pelangi. Tubuh ikan asal Papua itu tampak kelap-kelip saat sedang berkomunikasi dengan kelompoknya. Oleh karena itu, pehobi wajib mengetahui letak geografis, biota, dan parameter air dari biotope yang akan dibuat. Pehobi juga harus tahu arah datangnya cahaya, suhu, warna, derajat keasaman, dan total zat padat terlarut dari objek yang akan dijadikan biotope.

580-H035-2

Heiko Bleher, peneliti akuatik dari Jerman.

Komunitas

Baca juga:  Temumangga Peluruh Batu Ginjal

Menurut Taufik penyinaran dalam akuarium biotope sebaiknya sedikit menyudut, menyerupai arah datangnya sinar matahari. Hindari penyinaran dari arah atas agar warna ikan maksimal. Taufik menuturkan akuarium biotope bisa dibuat dalam wadah berukuran besar maupun kecil. Akuarium biotope juga tidak perlu menggunakan karbondioksida. Kebutuhan sinar dan air juga sedikit. Penggantian air bisa dilakukan dengan menggunakan pipa ukuran 1/4 inci.

Sekilas pembuatan akuarium biotope terkesan rumit karena pehobi wajib menghadirkan kondisi semirip mungkin dengan alam. Namun, lewat biotope pehobi justru bisa mengenal lebih dekat dengan beragam biota air dari kawasan tertentu. Heiko Behler, peneliti akuatik dari Jerman, menuturkan kunci dari akuarium biotope adalah menghadirkan keseluruhan komunitas biologi dalam satu wadah. “Beberapa pehobi masih rancu dengan istilah biotope dan habitat. Biotope berbeda dengan habitat,” kata Heiko.

Heiko menuturkan habitat lebih mengarah pada jumlah spesies atau populasi. Adapun biotope menekankan pada komunitas yang mencakup keseluruhan aspek kehidupan meliputi ikan, tumbuhan, bebatuan, pasir, dan parameter air. Melalui akuarium biotope pehobi bisa menggambarkan kondisi bawah air sebuah sungai, danau, dan laut lebih spesifik. Begitupula dengan gambaran jenis ikan, tumbuhan, dan komponen lain yang menghuni lokasi tertentu. Konsep akuarium biotope dikenal di berbagai negara di Benua Eropa sejak 2013. Namun, akuarium biotope belum begitu populer di tanahair. (Andari Titisari/Peliput: Riefza Vebriansyah)

580-H035-3

Dalam konsep akuarium biotope tidak diperkenankan mencampur ikan dari lokasi lain. Ikan pelangi asal Papua terlarang di akuarium biotope yang berobjek Sungai Leka.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments