Agar Soro Tak Tinggal Nama 1
Sungai Ciliwung dinobatkan sebagai Ratu dari Timur oleh Herman Williem Daendels, Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada abad ke-17 karena keindahannya

Sungai Ciliwung dinobatkan sebagai Ratu dari Timur oleh Herman Williem Daendels, Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada abad ke-17 karena keindahannya

Hasrat para penarik kail melestarikan ikan asli Sungai Ciliwung.

Maruli Alpia (52 tahun) terkenang masa kanak-kanak di Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pada 1970-an ia terbiasa mengail beragam ikan seperti berod Macvognatus malutatus, bogo Chana striata, senggal Hemibagrus nemurus, kehkel Glyptothorax platypogon, benter Puntius binatatus, soro Tor soro, dan paray Rasbora lateristriata di Sungai Ciliwung. Air sungai yang berhulu di Gunung Gede itu masih bersih dan jernih.

Kini jangan harap bisa melihat kerumunan ikan di sungai sepanjang 120 km yang membelah Jakarta itu. Ikan-ikan asli Ciliwung itu terancam punah. “Data LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) pada 2011 menyebutkan dari 80 jenis ikan lokal di Sungai Ciliwung, sekarang hanya tersisa 20 jenis saja,” kata pria yang gemar memancing itu. Riset Renny Kurnia Hadiaty dari Pusat Penelitian Biologi LIPI menemukan 20 spesies ikan. Dalam jurnal “Berita Biologi” ia mengulas beberapa spesies seperti Stigmatogobius amblyrhynchus dan Mastacembelus maculatus spesimennya tersimpan di museum luar negeri.

Soro ikan asli Ciliwung yang terancam punah

Soro ikan asli Ciliwung yang terancam punah

Menanam pohon
Kepunahan ikan-ikan lokal itu antara lain akibat penangkapan ikan dalam jumlah besar dengan strum dan racun serta rusaknya habitat. Maruli amat prihatin terhadap rusaknya habitat ikan lokal di sepanjang Sungai Ciliwung. Maruli Alpia bukan sekadar prihatin. Ia terdorong untuk kembali melestarikan ikan di sungai yang menjadi batas Kota Jakarta Timur dan Jakarta Selatan itu.

Ia merangkul sesama pemancing mendirikan Ciliwung River Fishing Community (CRFC) pada 7 September 2013. Menurut Sudirman Asun, koordinator Ciliwung Institute, forum kerja penyelamatan aliran Ciliwung, para pehobi mancing salah satu pihak yang paling sering berhubungan dengan sungai.

Baca juga:  Oposum Terbang Paling Elok

“Mengajak mereka melestarikan Sungai Ciliwung adalah pilihan yang tepat. Sebab mereka juga turut merasakan kerugian akibat punahnya ikan lokal Ciliwung,” ujar Asun. Warga di sekitar aliran sungai pun mengakui peran pemancing sebagai penjaga Ciliwung. Sebab para pemancing acap kali langsung menegur bahkan melaporkan pelaku penyetruman dan pemberian racun di Sungai Ciliwung.

Maruli Alpia (ke-3 dari kiri) beserta para tokoh masyarakat dan perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menandatangani komitmen bersama menjaga kelestarian Ciliwung

Maruli Alpia (ke-3 dari kiri) beserta para tokoh masyarakat dan perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menandatangani komitmen bersama menjaga kelestarian Ciliwung

Maruli dan anggota komunitas memulai langkah awal dengan mengajak pemancing dan warga sekitar untuk bersama-sama membersihkan sungai dari sampah. Selain itu mereka juga menanam hingga 100-an pohon seperti durian, rambutan, dan bambu di Desa Cipayung, Sukabirus, dan Desa Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Oktober 2013. Wilayah desa-desa itu dilalui aliran Sungai Ciliwung.

Untuk menarik antusiasme para pemancing, mereka juga menyelenggarakan lomba memancing usai penanaman pohon. Setidaknya 200 pemancing dari Bogor, Jakarta, Bekasi, dan Tangerang turut ambil bagian pada kegiatan itu.

Trubus menyaksikan sendiri ratusan pemancing dari berbagai daerah menghadiri Lomba Mancing Pelindung Sungai yang diadakan pada 26 Oktober 2014 di Desa Gadog itu. “Mereka akan senang melakukannya jika kita memberikan timbal balik berupa apa yang mereka sukai,” kata Maruli. Populasi ikan yang hampir punah ternyata tidak menyurutkan semangat mereka.

Aksi penebaran anakan ikan secara simbolis oleh Sigit Susilo dari Fishy Forum

Aksi penebaran anakan ikan secara simbolis oleh Sigit Susilo dari Fishy Forum

Tebar ikan
Kegiatan mancing bersama itu turut membangkitkan semangat para pemancing untuk mengembalikan keberagaman ikan asli Ciliwung. Mereka menggelar aksi penebaran beragam anakan ikan seperti benter, nila, dan tawes. Secara simbolis 450 anakan ikan yang disumbangkan oleh komunitas mancing Fishy Forum ditebarkan. “Itu bentuk partisipasi kami dalam pelestarian Sungai Ciliwung,” ujar Sigit Susilo dari Fishy Forum.

Baca juga:  Daun Afrika Antidiabetes

Penebaran ikan itu tentu bukan yang pertama. Setiap bulan Maruli dan anggota CRFC lainnya menebar anakan ikan yang diperoleh dari para donatur dan hasil iuran para anggota. Menurut Doni Armanto dari Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan, upaya penebaran ikan itu perlu diimbangi dengan budidaya di luar habitatnya. “Dengan begitu produksinya bisa lebih cepat dan banyak,” ujar Doni yang juga menyarankan perbaikan biota air Sungai Ciliwung agar menjadi habitat yang nyaman untuk ikan.

Para penarik kail menjadi bagian dari pelestari Ciliwung

Para penarik kail menjadi bagian dari pelestari Ciliwung

Panggung Sutriyanto dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup yang juga menghadiri acara itu menyarankan agar pelestarian Ciliwung dilakukan menyeluruh dari hulu ke hilir. Menurut Sutriyanto air sungai Ciliwung terkontaminasi aneka limbah industri dan rumah tangga terutama di hilir sungai. Air yang mengalir sepanjang sungai tampak cokelat pekat, bau tak sedap, dan mengandung beragam polutan yang berbahaya untuk ikan maupun manusia. CRFC hanya satu dari puluhan komunitas pelestari Ciliwung yang tersebar di berbagai daerah.

Setiap komunitas memang memiliki program kerja yang berbeda, sesuai dengan potensi wilayahnya. Namun, mereka semua memiliki cita-cita yang sama yaitu mengembalikan sungai sepanjang 120 km itu menjadi bersih, aman, dan nyaman. Hal itu tentu menjadi salah satu cermin positif para penarik kail yang kini turut menjadi prajurit pelestari Ciliwung. (Rizky Fadhilah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *