Penampilan tupai gula yang sehat dan segar idaman pehobi

Penampilan tupai gula yang sehat dan segar idaman pehobi

Pakan dan kebersihan kandang kunci menjaga keindahan dan kesehatan tupai gula.

Suryo Adilaksono khawatir saat menerima seekor joey alias anakan tupai gula secara gratis dari seorang rekan pada medio 2010. Harap mafhum, joey berumur 2 bulan itu begitu memprihatinkan. Ekor dan bagian dada Petaurus breviceps itu nyaris tanpa bulu. “Hampir 50% bulunya rontok sehingga saya takut hewan itu mati,” kata pehobi sugar glider alias tupai gula di Cilandak, Jakarta Selatan, itu.

Di area tanpa bulu itu juga terdapat bintik-bintik hitam. Sang teman memberikan opossum terbang itu dengan harapan dapat tumbuh normal setelah mendapat perawatan Suryo. Padahal, “Saat itu saya masih awam dan baru pertama kali juga menemukan sugar glider dengan kondisi seperti itu,” kata pria yang mengenal tupai gula sejak pertengahan 2009 itu.

Kandang bersih dan kering kunci mencegah bulu rontok

Kandang bersih dan kering kunci mencegah bulu rontok

Bintik hitam
Suryo menduga bintik hitam itu penyebab bulu tupai gula rontok. “Oleh sebab itu bintik hitam mesti dihilangkan terlebih dahulu,” ujarnya. Untuk menghilangkannya Suryo memandikan tupai gula dengan air sampo bayi. Suryo menambahkan 2—3 tetes sampo bayi ke dalam air sebanyak tiga per empat gayung. “Sampo bayi relatif aman untuk kulit joey yang tipis sehingga tidak menimbulkan iritasi,” katanya.

Asisten sutradara itu lalu mengaduk air sampo itu hingga berbuih. Suryo mencelupkan tisu basah ke dalam larutan sampo, kemudian menggosokkannya ke bintik hitam pada tubuh joey selama 15 menit. Setelah itu Suryo mengeringkan tupai gula menggunakan handuk lembut, lalu membiarkan selama 15—30 menit. Selanjutnya alumnus Universitas Mercu Buana itu mengganti air dalam gayung dengan air baru, lalu menambahkan 2 tetes antiseptik cair.

Ia mengelap seluruh tubuh tupai secara merata. Selang 5 menit Suryo kembali mengelap bulu tupai gula menggunakan handuk lembut agar kering. “Hindari penggunaan antiseptik cair berlebih karena bisa menimbulkan panas di kulit sugar glider,” kata Suryo. Selain itu hindari juga area kepala terutama mata karena dapat menyakiti hewan anggota famili Phalangeridae itu.

drh Sri Redjeki Rotoro MM, “Kerontokan bulu pada tupai gula bisa normal atau kelainan”

drh Sri Redjeki Rotoro MM, “Kerontokan bulu pada tupai gula bisa normal atau kelainan”

Suryo memandikan mamalia berkantung itu setiap pukul 15.00. “Waktu mandi tidak boleh dilakukan saat cuaca dingin,” katanya. Ia rutin melakukan perawatan itu selama sepekan. Pada hari ke-5—ke-6 bintik hitam berangsur hilang. Karena kondisi sang tupai gula mulai membaik, Suryo pun tak lagi memandikannya setiap hari. Dua pekan berselang setelah berhenti mandi bulu mulai tumbuh. Sebulan kemudian bagian tubuh tupai gula yang botak kembali berbulu, bahkan lebih lebat daripada sebelumnya.

Baca juga:  Cinta untuk Tupai Gula

Selanjutnya Suryo merawat agar bulu sugar glider lebih lembut dan bersinar. Ia mengusapkan minyak ikan atau minyak zaitun. Caranya teteskan minyak zaitun atau minyak ikan ke telapak tangan, lalu usapkan ke bulu hewan imut itu. Minyak ikan juga bisa diberikan di kantong tight rope walker—sebutan lain sugar glider—di dalam kandang. “Cukup 2 butir minyak ikan,” ucap pria kelahiran Jakarta itu.

Normal
Lantas, apa penyebab bulu tupai gula rontok? Berdasarkan pengalaman Suryo, biasanya bulu joey lebih mudah rontok ketimbang sugar glider dewasa. “Bulu ekor joey akan rontok jika basah,” tuturnya. Penyebab bulu rontok pada tupai gula dewasa biasanya karena terkena bubur saat makan. Bulu yang terkena bubur kemudian menjadi gimbal. “Jika tidak segera ditangani bulu bisa rontok,” kata Suryo. Untuk mencegahnya Suryo segera mengelap bagian tubuh hewan omnivora yang terkena bubur menggunakan tisu basah dan air hangat.

Surya Adilaksono dan Felicia Aureli Putri (anak) punya trik khusus mengatasi rontok bulu pada joey

Surya Adilaksono dan Felicia Aureli Putri (anak) punya trik khusus mengatasi rontok bulu pada joey

Menurut dokter yang kerap menangani hewan eksotis di Jakarta, drh Sri Redjeki Rotoro MM, kerontokan bulu pada hewan marsupialia itu bisa karena gejala normal atau kelainan. “Sugar glider jantan yang memasuki usia dewasa bulu di atas kepalanya biasanya rontok, mirip pitak,” kata alumnus Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor, itu. Ia menuturkan bulu rontok yang dialami joey milik Suryo kemungkinan tergolong normal. “Sebab joey tetap lahap makan dan tidak menunjukkan gejala sakit,” katanya.

Kelainan terjadi jika yang rontok adalah bulu ekor dan dada. “Salah satu pemicunya stres dan populasi terlalu padat di kandang,” kata Toro. “Pemicu lain bulu rontok juga akibat bakteri dan cendawan yang berkembang karena kondisi kandang terlalu lembap,” kata ahli veteriner dari Praktik Dokter Hewan Bersama (PDHB) drh Cucu Kartini S dan rekan, Jakarta, itu. Dalam sebulan ia menangani sekitar 5—10 tupai gula yang mengalami kerontokan bulu.

Baca juga:  Pepaya Kaya

Menurut drh Toro pakan juga berpengaruh pada kesehatan kulit dan bulu tupai gula. “Jika pakan mengandung gizi cukup, maka bulu sehat,” katanya. Begitu pun sebaliknya. Pakan miskin gizi membuat penampilan bulu kusam. Pakan yang baik mesti mengandung protein nabati, protein hewani, vitamin, dan mineral lengkap. Suryo menuturkan kebersihan kandang juga dapat mencegah bulu rontok. “Gunakan kain kering dan bersih untuk alas kandang dan segera ganti jika sudah kotor,’ kata ayah dari Felicia Aureli Putri itu. Dengan perawatan intensif, hewan lucu itu akan terlihat sehat dan indah. (Riefza Vebriansyah)

544_ 77

  1. Gosok bintik hitam menggunakan tisu basah yang dicelup larutan sampo bayi selama 15 menit.
  2. Teteskan minyak zaitun ke telapak tangan, lalu usapkan ke bulu hewan imut itu.
  3. Berilah pakan yang mengandung protein nabati, protein hewani, vitamin, dan mineral lengkap.
  4. Jaga kebersihan kandang dengan menggunakan kain kering dan bersih sebagai alas. Segera ganti jika alas basah dan kotor.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d