Pada musim hujan hanya 20% pestisida diserap tanaman, sisanya luruh terbawa hujan

Pada musim hujan hanya 20% pestisida diserap tanaman, sisanya luruh terbawa hujan

Perekat bukan hanya dibutuhkan pada musim hujan. Musim kemarau pun petani memerlukannya.

Abdul Jafar Setiawan harus membayar mahal keputusannya untuk tidak mengikuti kebiasaan orangtua. Petani di Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah, itu tidak menggunakan perekat yang dicampurkan dalam pestisida. Perekat pestisida berfungsi merekatkan pestisida pada permukaan tanaman sehingga bisa bertahan lebih lama. Dampak penyemprotan pestisida tanpa perekat, panen bawang anjlok hanya 35 ton di lahan 5 ha.

Dengan produktivitas rata-rata 15 ton per ha, Jafar seharusnya menuai 75 ton. Lapisan lilin menutupi daun bawang merah sehingga pestisida sulit menempel. Selain itu, penyiraman setiap hari menyebabkan pestisida terbilas. Dengan perekat, pestisida dapat memempel hingga 3—5 hari. Sementara itu tanpa perekat, menyebabkan pestisida segera luruh ketika penyiraman atau hujan turun.

Permukaan daun bawang merah mengandung lapisan lilin, menylitkan pestisida menempel

Permukaan daun bawang merah mengandung lapisan lilin, menylitkan pestisida menempel

Mubazir 80%
Pada penanaman berikutnya, Jafar mengubah strategi. Ia menyemprotkan campuran insektisida, fungisida, dan perekat setiap 2 hari sekali. Hasilnya memuaskan, ia memanen 75 ton bawang merah dari lahan 5 ha. Menurut Jafar pada musim hujan hanya 20% pestisida yang diserap tanaman, itu berarti 80% pestisida terbuang percuma karena luruh oleh air hujan. Adapun pada musim kemarau pestisida terbuang hingga 40%.

Saat puncak serangan hama, pada September, Jafar mengintensifkan penyemprotan pestisida menjadi setiap hari. Ia mencampurkan 1 sendok teh perekat ke dalam 1 tangki semprot berkapasitas 17 liter. Penggunaan perekat meningkatkan efektivitas pestisida sistemik, karena menempelkan pestisida lebih lama di permukaan daun. Saat serangga memakan daun, pestisida bekerja.

Penggunaan pestisida kontak biasanya tanpa perekat. Itu karena cara kerjanya baru efektif ketika langsung mengenai sasaran hama. Fungisida juga sebaiknya menggunakan perekat karena penanggulangan cendawan membutuhkan waktu yang lebih lama.

Dengan perekat dan perata, pestisida mampu menempel pada permukaan daun berbulu seperti padi

Dengan perekat dan perata, pestisida mampu menempel pada permukaan daun berbulu seperti padi

Menurut dosen di Departemen Proteksi Tanaman Institut Pertanian Bogor Dr Ir Widodo, perekat menurunkan tegangan permukaan larutan pestisida dengan bahan pelarutnya. Perekat bekerja dengan menurunkan kohesi larutan dan meningkatkan adesivitas larutan dengan daun sehingga lebih mudah menempel. “Sebenarnya produsen pestisida sudah menambahkan perekat, tetapi dalam konsentrasi rendah, sehingga daya rekatnya pun rendah,” kata doktor Fitopatologi alumnus Hokaido University itu.

Baca juga:  Aman di Rumah Tanam

Mengabutkan
Perekat pestisida juga berfungsi mengabutkan suspensi pestisida ketika penyemprotan. Pengabutan membuat pestisida menempel lebih merata. Selain tanaman yang mempunyai lapisan lilin, perekat pestisida juga meningkatkan efektivitas pestisida di tanaman dengan daun berbulu seperti padi. Pengaruh daya kohesi yang rendah dan daya adesi tinggi membuat butiran pestisida dapat menempel di permukaan daun.

Dr Ir Widodo, "Perekat pestisida berfungsi menurunkan tegangan permukaan suspensi bahan pestisida dengan pelarutnya sehingga mudah menempel

Dr Ir Widodo, “Perekat pestisida berfungsi menurunkan tegangan permukaan suspensi bahan pestisida dengan pelarutnya sehingga mudah menempel

Menurut petani bawang merah di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, Muhammad Tauhid, penambahan perekat menjadikan penyemprotan pestisida bisa menyerupai kabut. “Tanpa perekat dan perata, butir semprotannya besar seperti air hujan,” kata pria 31 tahun itu.

Tauhid menuai rata-rata 6—7 ton bawang di lahan 200 ru setara 2.800 m2. Ia menyemprotkan pestisida tergantung intensitas serangan hama. Bila intensitas serangan hama tinggi, ia menyemprotkan pestisida setiap hari. Namun, penggunaan perekat berselang satu hari. Sebetulnya penggunaan perekat bukan hanya saat musim hujan. Pada kemarau pun perekat tetap diperlukan.

Perekat juga berperan meningkatkan kinerja pestisida dan pupuk daun ketika hari panas. Petani acap kali kita menyemprotkan pestisida atau pupuk daun ketika siang hari—setelah pukul 10.00 sehingga matahari terik dan angin bertiup kencang. Itu mempercepat penguapan pestisida yang baru saja disemprotkan. Dengan perekat penyemprotan pupuk daun atau pestisida sistemik lebih cepat terserap oleh jaringan daun sebelum larutan kering.

Menurut petugas penyuluh lapangan (PPL) di Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sutarno, konsentrasi perekat berbeda-beda tergantung jenis tanaman. Secara umum konsentrasi 0,5ml per liter. Namun, bila daun terlihat kering atau ujungnya terbakar, indikasi terlalu banyak perekat. “Tunas muda lebih sensitif sehingga mudah terbakar,” kata Sutarno.

Abdul Jafar Setiawan gunakan perekat untuk optimalkan penggunaan pestisida

Abdul Jafar Setiawan gunakan perekat untuk optimalkan penggunaan pestisida

Oleh karena itu ia menganjurkan konsentrasi perekat sesuai dengan petunjuk pemakaian. Di pasaran terdapat beragam perekat. Menurut Sutarno ciri perekat yang bagus dapat menguraikan atau meratakan pestisida dalam air, lebih tahan lama menempel di daun, dan tidak mudah membuat daun terbakar jika konsentrasi yang terlalu tinggi.

Baca juga:  Taman Dinding Dalam Ruangan

Menurut Officer Formulating Plant PT Pertamina, Masykuri Rizki, tak semua perekat sama. Ia menyebutkan perekat produksi Pertamina, misalnya, mengandung bahan aktif polioksi etilen alkil eter, alkil gleserol flalat, polietil akrilat, dan alkilaril polietoksi alkolhol. Kandungan lain, alkilaril poliglikol eter, asam oleat, dan alkilaril alkoksilat. Fungsi high viscosity index 650 (80%) untuk membantu meratakan dan melindungi pestisida saat curah hujan tinggi. Selain itu perekat juga memiliki bahan pengemulsi berupa tensiofix D-18 berperan membantu pembentukan emulsi larutan lebih homogen. (Muhammad Awaluddin)

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d