Agar Laba Tak Sirna 1
Lalat buah salah satu hama utama pekebun melon karena menurunkan nilai jual secara drastis.

Lalat buah salah satu hama utama pekebun melon karena menurunkan nilai jual secara drastis.

Pembungkus efektif mengatasi serangan lalat buah. Cegah kerugian sejak dini.

Rakhmad panen jambu kristal dari 500 pohon di lahan 3.000 m2. Ia menyiapkan tumpukan keranjang bambu untuk menampung buah. Bayangan keuntungan besar sudah di depan mata. Pekebun jambu kristal di Batu, Jawa Timur, itu mengawasi karyawan memetik buah dan memasukkan ke keranjang. Ia mengambil beberapa buah.

Kekecewaan tampak dari raut wajahnya ketika menemukan bintik-bintik berlubang berwarna cokelat di kulit buah.
Sebanyak 40% atau 200 kg buah ternyata terdapat lubang berwarna kecokelatan. Itu bekas tusukan ovipositor lalat buah ketika meletakkan telur. Ketika membelah buah anggota famili Myrtaceae itu tampak larva lalat buah. Keruan saja buah semacam itu tak laku di pasaran. Ia harus membuangnya. Padahal harga buah sedang bagus, Rp15.000 per kg. Kerugian Rakhmad Rp3-juta.

Larva lalat buah memakan daging buah sehingga menyebabkan kerusakan parah.

Larva lalat buah memakan daging buah sehingga menyebabkan kerusakan parah.

Merugikan petani
Ahmad Satari (47) mengalami nasib serupa. Pekebun melon di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, itu mendapati bercak cokelat di permukaan kulit buah Cucumis melo jenis golden. Sebaran kerusakan buah yang luas dalam lahan membuat petani mengalami kerugian besar. “Melon yang terserang mengalami penurunan nilai ekonomis. Bahkan, pada kerusakan yang berat petani tidak mempunyai pilihan lain selain membuangnya,” ujar Satari.

Ia menghitung 2.350 buah rusak akibat serangan lalat buah. Dengan harga Rp8.000 per kg, bobot rata-rata 2 kg maka kerugiannya Rp11-juta. Menurut dosen di Jurusan Hama dan Penyakit Tanaman dan ahli taksonomi serangga dari Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Suputa, SP, MS, lalat buah Dacus sp. adalah hama utama buah-buahan. Anggota ordo Diptera itu kerap menggagalkan panen petani buah.

Baca juga:  Temumangga Usir Wasir

Kerusakan akibat serangan larva lalat buah bersifat permanen dan proses perusakan hanya memerlukan waktu singkat. “Buah yang sudah diteluri oleh lalat buah  mula-mula akan rusak ringan akibat aktivitas makan larva. Seiring dengan waktu, kerusakan diperparah oleh aktivitas organisme pembusuk sehingga benar-benar hancur,” kata Suputa. Dari sisi estetika, buah yang busuk anjok harganya bahkan pengepul acap menolak menyalurkan buah ke pasar.

Anjoknya harga dan tidak laku dijual akibat serangan lalat buah juga dialami oleh Misran, pekebun jambu air dalhari di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Pengepul hanya membeli Rp3.000 per kg jambu hasil sortasi terindikasi terkena serangan lalat buah. Padahal, harga buah sehat mencapai Rp12.000—Rp15.000 per kg,” ujar petani sekaligus Pembina Penyuluh Swadaya Kabupaten Sleman itu. Misran membiarkan buah membusuk dalam karung sambil menunggu larva lalat buah mati dan siklus hidup lalat buah terputus. Setelah itu ia biasa memanfaatkan sebagai pupuk hayati di kebunnya.

Suputa,SP, MS., kerusakan akibat serangan larva lalat buah bersifat permanen dan prosesnya sangat cepat.

Suputa,SP, MS., kerusakan akibat serangan larva lalat buah bersifat permanen dan prosesnya sangat cepat.

Pengendalian hama
Pengalaman buruk pada masa lalu menyebabkan Rakhmad dan Ahmad Satari mencegah serangan lalat buah. Rakhmad membungkus saat buah mulai terbentuk. Bahan pembungkus menggunakan plastik polietilen transparan pada musim hujan, sedangkan saat kemarau ia menambah lapisan luar kertas semen. Rahmad mengatakan, jambu kristal tidak boleh terpapar panas matahari terlalu lama karena kulit buahnya menjadi kecokelatan dan menurunkan harga jual.

Akhmad Satari melindungi melon dengan plastik pembungkus pabrikan yang bisa dipakai berulang sampai lima kali. “Investasi awal kelihatannya mahal karena harga plastik Rp1.000 per lembar. Namun, karena dapat dipakai berulang, maka menjadi ekonomis,” ujar Ahmad Satari. Ia membungkus saat buah berukuran sebesar bola pingpong pada buah jambu air milik Misran, pembungkusan menggunakan plastik polietilen setelah mahkota bunga rontok.

Baca juga:  Banyak Cara Atasi Lalat Buah

Tindakan pembungkusan juga ampuh melindungi buah belimbing yang dibudidayakan Kasem Usman di Lampung. Ia mulai membungkus buah bintang saat buah berukuran tiga cm atau sepekan sejak bunga mekar. (Muhammad Hernawan Nugroho)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *