Agar Felis Bersikap Manis 1
Stres salah satu penyebab kucing menjadi galak atau agresif.

Stres salah satu penyebab kucing menjadi galak atau agresif.

Petuah ahli dari Amerika Serikat, Jackson Galaxy, untuk mengatasi perilaku kucing yang agresif dan galak.

Yulis Misbach tak menyangka jika kucing kesayangannya menjadi agresif. Hewan anggota famili Felidae itu tiba-tiba mencakar dan menggigit betis perempuan asal Kota Bekasi, Jawa Barat, itu. Ketika itu ia tengah melerai kedua Felis silvestris yang sedang berkelahi. Beruntung pehobi yang memelihara 14 kucing itu sudah memberikan vaksin untuk kedua kucingnya itu sehingga tidak khawatir terkena rabies.

Namun, sakit akibat gigitan dan cakaran kucing harus ia rasakan selama beberapa hari. Menurut Yulis biasanya kucing lebih agresif saat masa berahi. “Kucing jantan berumur lebih dari 9 bulan harus dipisahkan dari jantan dewasa lainnya. Pada umur itu sudah muncul naluri alamiah untuk mendominasi suatu wilayah,” papar sekrertaris sebuah klub penggemar kucing internasional untuk Indonesia.

Bermain dengan kucing dapat mempererat hubungan pemilik dan kucingnya.

Bermain dengan kucing dapat mempererat hubungan pemilik dan kucingnya.

Kompromi
Menurut Yulis kucing juga akan bersikap agresif jika majikannya galak pada klangenannya. Menurut Richard Kirschner, ahli kucing dari Amerika Serikat, hampir semua kasus konflik antara manusia dengan hewan peliharaannya pasti disebabkan kesalahan dari manusia. “Perlakukanlah kucing sebagaimana mestinya,” kata pembawa acara televisi My Cat From Hell yang populer dengan nama Jackson Galaxy itu.

Pria 49 tahun itu mengatakan salah satu contoh perlakuan yang keliru pada kucing yaitu mendandani kucing secara berlebihan seperti manusia. “Perlakuan itu mengakibatkan kucing tidak nyaman,” ujar Jackson ketika bertandang ke Jakarta. Pemakaian aksesori itu mengganggu pergerakan kucing. Pria asal kota Manhattan itu menambahkan, pemberian makanan juga harus tepat. “Jika tidak tepat akan mengganggu metabolisme kucing,” ujarnya.

Menurut Jackson 75% air yang dibutuhkan kucing berasal dari makanan. “Terkadang majikan kucing justru bangga jika peliharaannya memakan makanan manusia. Padahal, hal itu salah,” kata Jackson. Menurut Herry Marwanto, pemilik Pandanwangi Cattery dari Bandung, Jawa Barat, hindari juga pemberian makanan bermineral tinggi. Pemberian makanan bermineral tingggi dapat menyebabkan pengkristalan pada tubuh kucing.

Baca juga:  Panen Nira Lebih Lama

“Pada anakan atau kitten mungkin perlu pakan kucing dewasa malah bisa menyebabkan tinggi mineral. Namun, pada kucing dewasa malah bisa menyebabkan sakit,” paparnya. Salah satunya penyumbatan saluran ekskresi kucing. Herry menuturkan kucing yang sedang sakit tingkat agresivitasnya lebih tinggi karena stres yang dialaminya pun meningkat.

Richard Kischner atau Jackson Galaxy, ahli kucing dari Amerika Serikat, saat berkunjung ke Indonesia.

Richard Kischner atau Jackson Galaxy, ahli kucing dari Amerika Serikat, saat berkunjung ke Indonesia.

Gerak ekor
Kesalahan lain yang kerap dilakukan oleh pemilik kucing adalah saat melakukan stimulasi. Kucing memiliki perilaku dasar dan gerak reflek jika kerap mendapat stimulasi dari manusia. “Tubuh kucing akan bergerak sendiri jika banyak distimulasi,” papar Jackson. Herry menambahkan, stimulasi kucing sebaiknya dengan mengusap kepala bagian depan atau leher. Stimulasi itu dapat memberikan efek rasa nyaman bagi kucing sehingga lebih tenang.

Pemilik kucing semestinya juga memahami gerak tubuh atau perilaku dasar hewan kesayangannya itu. Salah satunya kucing menggerakkan ekor saat merasa tidak nyaman. “Ketika pupil mata kucing membesar berarti kucing ingin segera keluar dari situasi yang sedang dihadapinya,” papar Jackson. Itu mengisyaratkan agar sang pemilik menjauhinya sejenak. Menurut Jackson pada dasarnya kucing seperti makhluk hidup lainnya yang memiliki ketertarikan dengan alam.

Itu menyebabkan kucing bisa dibilang hiperaktif. Apalagi seperti jenis silangan tertentu seperti ras bengal yang memeliki genetis liar. “Manusia cenderung belum bisa memahami perilaku kucing yang aktif,” papar pria yang disebut ayah para kucing itu. Akibatnya, sang pemilik kucing hanya bisa menghakimi bahwa perilaku kucing itu nakal atau galak. Pria yang memelihara 5 kucing di rumahnya itu mengatakan sebetulnya tidak ada kucing yang nakal.

Sering mengajak kucing bermain juga dapat meningkatkan rasa percaya diri kucing.

Sering mengajak kucing bermain juga dapat meningkatkan rasa percaya diri kucing.

“Yang terjadi hanyalah kesalahpahaman antara kucing dan majikannya,” ujarnya. Itulah sebabnya Jackson menyarankan agar pemilik kucing “berkompromi” dengan kucing. “Kuncinya harus saling mengerti apa yang kucing inginkan,” tuturnya. Jackson menyebut cara berkompromi dengan kucing itu dengan istilah katifikasi (cattification).

Baca juga:  Tembikai Baru Zonder Biji

Percaya diri
Katifikasi adalah membuat sebuah lingkungan yang nyaman baik bagi kucing maupun pemiliknya. Menurut Jackson perilaku kucing yang cerdas dan aktif harus bisa tersalurkan agar merasa nyaman. Salah satu caranya membuat pijakan pada dinding sebagai tempat pemanjatan bagi kucing. “Jika kucing kerap naik dan memanjat perabotan rumah itu bukan berarti mereka nakal, itu adalah sifat alamiahnya,” kata Jackson.

Cara lain dengan memperhatikan tata letak perabotan secara kreatif. Contohnya menempelkan plastik mika pelindung pada bagian atas lampu di atas kompor. Plastik itu dapat mencegah kucing tidak lompat dan bergelantungan di atas lampu. Contoh lain menggunakan rumput sintetis pada pijakan kucing. “Selain membuat kucing nyaman juga dapat memperindah ruangan,” ujar Jackson.

Contoh katifikasi, membuat kucing dan majikannya nyaman tinggal bersama dalam rumah.

Contoh katifikasi, membuat kucing dan majikannya nyaman tinggal bersama dalam rumah.

Herry menambahkan penggunaan streeching pot bisa membuat kucing dewasa tidak mencakar kursi atau sofa. Streeching pot adalah alat yang dibuat dengan melilitkan karpet pada kayu setinggi 30—50 cm sebagai tempat kucing berlatih cakaran. “Kucing pada dasarnya cerdas, kita sebagai pemiliknya dituntut lebih cerdas menyikapi perilaku kucing,” ujar Herry. Sang pemilik juga harus lebih sering menghabiskan waktu dan bermain bersama kucing.

Salah satu alat yang kerap digunakan Jackson untuk bermain dengan kucing adalah alat yang menyerupai joran pancing yang di ujungnya terdapat bulu. Kucing akan mengejar bulu itu. Dengan begitu hubungan antara sang majikan dengan kucingnya semakin erat terjalin. Menurut Jackson bermain juga akan meningkatkan rasa percaya diri kucing. “Jika semua aspek sudah terpenuhi, maka kita tidak perlu risau lagi menghadapi sikap agresif kucing,” kata Jackson. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *