Adu Unggul 63 Melon 1
Sebanyak 63 varietas melon tumbuh di lahan 6.000 m2 memeriahkan Jambore Melon di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.

Sebanyak 63 varietas melon tumbuh di lahan 6.000 m2 memeriahkan Jambore Melon di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.

Sebanyak 63 varietas melon memeriahkan Jambore Melon 2015.

Melon apel namanya. Bobotnya hanya 300 gram per buah. Produsen benih PT Citra Pertiwi yang merakit varietas anyar itu untuk para penggemar melon. Sekali makan buah langsung habis, tak perlu membagi dua dan menyimpan sebagian di lemari pendingin. Embel-embel apel di belakang buah melon mengacu pada bobot yang relatif kecil. Bandingkan dengan bobot melon rata-rata 1,5—2 kg per buah.

Melon vermelo juara kesatu untuk kategori melon berjaring. Vermelo berjaring rapat dan tebal.

Melon vermelo juara kesatu untuk kategori melon berjaring. Vermelo berjaring rapat dan tebal.

PT Citra Pertiwi memamerkan melon mungil itu pada acara jambore melon di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Juni 2015. Melon apel salah satu dari 62 varietas melon dan calon varietas baru yang beradu lezat. Kelompok Tani Ridho Lestari menanam ke-63 varietas itu tiga bulan sebelum acara jambore. Ketika jambore berlangsung melon pun siap panen. Lima juri menilai semua melon itu.

Tiga kelas
Sistem penilaian meliputi tekstur, rasa, warna, bentuk buah, dan keseragaman buah melon di lahan. Para juri juga melihat potensi melon untuk dikembangkan. Para juri mengelompokkan melon dalam tiga kategori yaitu melon berjaring, tanpa jaring, dan rock melon. Juri menentukan tiga juara untuk setiap kategori. Varietas vermelo hasil pemuliaan PT Clause menjadi juara kesatu kategori melon berjaring.

Keistimewaan varmelo berjaring rapat dan tebal, daging buah berwarna putih kehijauan, rasa manis dengan tingkat kemanisan 13—14o briks. Eko Hadi dari PT Clause mengatakan bahwa vermelo akan dilepas menjadi varietas baru pada 2015. Produktivitas rata- rata 40 ton per ha dan umur panen 66—70 hari setelah tanam. Bobot vermeo 1,75—2 kg per buah.

Warna kuning emas dan daging putih bersih menjadi ciri khas melon golden star sebagai juara pertama kategori melon tanpa jaring.

Warna kuning emas dan daging putih bersih menjadi ciri khas melon golden star sebagai juara pertama kategori melon tanpa jaring.

Dengan sederet keistimewaan itu, vermelo berpotensi dikembangkan lebih luas lagi. Adapun juara kedua, diora, bercitarasa manis dan warna kulit kuning meski tanpa perlakuan. Melon unggul itu hasil pemuliaan PT East West Seed Indonesia. Varietas ivory keluaran PT Agri Makmur Pertiwi menjadi juara ketiga. Sementara itu pada kategori melon nonjaring, golden star menjadi juara pertama.

Baca juga:  Klinik Hidroponik Oktober 2014

Melon hasil pemuliaan PT Namdhari Seed Indonesia itu berbentuk bulat sempurna, warna kuning emas sehingga menarik dan seragam di antara varietas melon lainnya. Daging putih bersih, renyah, dan manis dengan tingkat kemanisan mencapai 14o briks. Menurut Manajer Pemasaran PT Namdhari Seed Indonesia, Abdus Shomad H, produktivitas golden star 40–50 ton per ha dengan umur panen 65 hari.

Si bintang emas itu dapat menghasilkan 2–3 buah per tanaman dengan bobot 1,5–2 kg per buah. Pada kategori melon tanpa jaring, varietas kinanti (PT Tunas Agro Persada) dan eksis (PT Benih Citra Asia) masing-masing menjadi juara kedua dan ketiga. Sementara itu pada kategori rock melon, nobel (PT Agri Makmur Pertiwi) menjadi yang terbaik. Warna daging buah nobel jingga cerah dan manis. Tekstur daging buah juga renyah dan tebal. Umur panen 55–60 hari.

Melon apel, sekali konsumsi langsung habis.

Melon apel, sekali konsumsi langsung habis.

Selain nobel, varietas MAI-116 keluaran CV Multi Global Agrindo dan M1 (PT Koreana Seed Indonesia) menjadi juara kedua dan ketiga. Menurut Direktur Benih Hortikultura, Ir Sri Wijayanti Yusuf MAgr Sc, “Kita bangga sekali ternyata Indonesia memiliki banyak varietas melon dan yang ada di sini semuanya manis. Semua melon enak dan baik, tetapi yang jadi pemenang merupakan melon favorit.”

Jambore
Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kabupaten Banyuwangi bekerja sama dengan Direktorat Perbenihan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian menyelenggarakan jambore melon untuk memperkenalkan varietas unggul melon. Bupati Banyuwangi, Ir Abdullah Azwar Anas MSi, dan Dirjen Hortikultura, Dr. Ir Spudnik Sujono K, MM, membuka acara dengan memanen melon perdana. Setidaknya 63 varietas melon ditanam di lahan 6.000 m2, hasil pemulian 15 produsen benih nasional.

Baca juga:  Festival Bunga Tomohon

Menurut Sri Wijayanti Banyuwangi berpotensi menjadi sentra melon sekaligus kawasan agrowisata. Pengembangan agrowisata melon juga memberikan pelajaran kepada masyarakat bahwa buah lokal tidak kalah enak dan unik dibanding buah impor. Kini lebih dari 200 varietas melon terdaftar di Kementerian Pertanian.

Menurut pekebun di Banyuwangi, Imron, petani terbiasa menanam melon berjaring dan berdaging putih serta rock melon. Namun, setelah mengikuti acara jambore, mereka jadi tahu banyak melon berkualitas lainnya.

Panen melon di Jambore Melon 2015 (dari kiri Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Banyuwangi Ir Ikhrori Hudanto, Bupati Banyuwangi Ir Abdullah Azwar Anas, MSi, Dirjen Hortikultura Kementan Dr Ir Spudnik Sujono K, MM)

Panen melon di Jambore Melon 2015 (dari kiri Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Banyuwangi Ir Ikhrori Hudanto, Bupati Banyuwangi Ir Abdullah Azwar Anas, MSi, Dirjen Hortikultura Kementan Dr Ir Spudnik Sujono K, MM)

Bentuk bulat, warna kulit kuning emas atau hijau berbelimbing dengan daging putih menjadi ciri khas yang terlihat menonjol di Jambore Melon 2015. Acara itu juga bertujuan untuk memperkenalkan cara budidaya yang benar dengan diadakannya kegiatan Temu Teknologi.

“Cara budidaya yang konsisten dengan mengikuti standar prosedur akan menguntungkan petani dengan produktivitas tinggi dan baik,” ujar koordinator lapang Jambore Melon, Abdul Hamid. Munir Haryanto dari PT Mulia Bintang Utama mengatakan, ketahanan varietas terhadap hama atau penyakit bukan satu-satunya penentu keberhasilan pertanian. Teknologi budidayalah yang lebih menentukan keberhasilan panen. “Buktinya dengan teknologi budidaya yang baik, semua varietas melon dapat ditanam dan di panen dengan baik di sini,” ujar Munir. (Ian Purnama Sari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments