Durian blue band, juara pertama kontes durian di Narmada, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Durian blue band, juara pertama kontes durian di Narmada, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Nama durian itu “mencatut” merek margarin, blue band. Itu karena kesamaan daging buah durian blue band mirip margarin. Sejak awal kehadirannya membetot perhatian pengunjung kontes durian di pintu masuk hutan lindung Sesaot, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Sosoknya memang istimewa, yakni berdaging kuning keemasan.

Durian reket, juara kedua, memiliki sensasi lengket seperti ketan.

Durian reket, juara kedua, memiliki sensasi lengket seperti ketan.

Durian mungil itu mendapat nilai terbaik dari para juri yang terdiri atas Tirto Santoso (pekebun dan pemerhati durian), Yanti Monim (pemerhati durian), Indradewi Triratna (Yayasan Durian Nusantara), Prof Dr Ir Amin Retnoningsih MSi (peneliti), dan Suci Puji Suryani (Majalah Trubus). Juri menobatkan blue band sebagai juara pertama setelah melalui penjurian selama 2 jam.

Kriteria penilaian meliputi rasa, tekstur, aroma, warna, ketebalan daging buah, dan sensasi after taste. Menurut Prof Dr Ir Amin Retnoningsih MSi durian berbobot 760 gram itu unggul di sosok dan rasa. “Penampilan buah yang cantik semakin sempurna dengan rasa pulen dan manis, meskipun daging buahnya tipis,” ujar dosen Biologi Universitas Diponegoro itu.

Kesan pertama usai melihat blue band pun mampu membangkitkan selera. Berbekal dua kelebihan itu, blue band berhasil menyabet gelar raja buah terbaik menyisihkan 30 durian lain. Pemilik blue band, Kanik, memanen buah dari pohon berumur 70 tahun. Tinggi pohon yang rajin berbuah itu mencapai 30 m. Pohon warisan leluhur itu tumbuh tanpa perawatan khusus.

555_ 95

Durian manalagi, juara ketiga kontes durian.

Durian manalagi, juara ketiga kontes durian.

Kanik tidak perlu repot menjual blue band sebab banyak pengepul yang datang ke kediamannya. Ia membanderol blue band Rp35.000 per buah. Pada kontes itu durian lain milik Kanik juga menang. Sayang, durian bernama manalagi itu hanya mampu meraih juara ketiga. Manalagi kalah bersaing dengan durian reket milik Wardi yang bertengger di peringkat kedua.

Baca juga:  Daun Terpotong Kian Elok

Umur pohon reket diperkirakan mencapai 100 tahun. Tinggi pohon 25 meter dan berdiameter batang 3 pelukan orang dewasa. Citarasa durian berbobot 829 gram itu sangat manis, sedikit pahit, dan lengket di lidah. “Sensasinya seperti makan ketan,” ujar juri kontes, Indradewi Triratna. Ia menuturkan kualitas reket sejajar dengan durian unggul nasional.

Pohon durian berumur 200 tahun di kebun Istana Narmada, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Pohon durian berumur 200 tahun di kebun Istana Narmada, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kontes itu merupakan bagian dari rangkaian acara tur bertajuk Amazing Durian Adventure Lombok yang digawangi oleh Yayasan Durian Nusantara (YDN) dan Majalah Trubus. Peserta tur berjumlah 12 orang dari berbagai daerah di Indonesia seperti Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, Surabaya (Jawa Timur), Jayapura (Papua), Bogor (Jawa Barat), dan Semarang (Jawa Tengah).

Menurut Ketua YDN, Dr Mohamad Reza Tirtawinata, Pulau Lombok menyimpan beragam durian unggul yang masih belum tergali. Pada tur yang berlangsung 8—10 Januari 2015 itu peserta juga mengunjungi pohon-pohon durian berumur ratusan tahun di kebun belakang Taman Narmada. Narmada merupakan taman peninggalan Raja Mataram Lombok, Anak Agung Ngurah Karang Asem, yang dibangun pada 1727.

Para peserta terkesima menjumpai pohon durian raksasa yang masih berdiri kokoh. Lingkar batangnya besar mirip beringin tua dengan jumlah percabangan yang cukup banyak. Pohon yang menyita perhatian adalah durian gamongan. Butuh 4 dekapan pria dewasa untuk mengelilingi batang. Reza menduga umur pohon gamongan mencapai 200 tahun. Adapula pohon durian tong medaye—salah satu jenis durian unggul. Sayang, keduanya sedang tidak berbuah sehingga peserta belum sempat mencicipi kelezatannya. (Andari Titisari)

Peserta tur durian di Lombok selama 3 hari.

Peserta tur durian di Lombok selama 3 hari.

 

Baca juga:  Bisnis Fantastis: Sentra Flora Tanjungmorawa

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d