Adopsi pohon cara baru pelestarian lahan gambut.

Kempas penghuni lahan gambut di Desa Sinarwajo.

Kempas penghuni lahan gambut di Desa Sinarwajo.

Semula warga Desa Sinarwajo, Kecamatan Mendaharaulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, mengolah lahan gambut sebagai lokasi budidaya pinang, kelapa, dan kelapa sawit. Sejak dahulu ketiga komoditas itu sumber ekonomi masyarakat di desa yang berjarak 80 km dari Kota Jambi itu. Menurut anggota staf Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi, Jambi, Bimo Premono, komoditas utama masyarakat Desa Sinarwajo adalah pinang.

Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG), Nazir Foead (kedua dari kiri), mengasuh 4 pohon di lahan gambut Desa Sinarwajo, Kecamatan Mendaharaulu, Kabupaten TanjungJabung Timur, Jambi.

Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG), Nazir Foead (kedua dari kiri), mengasuh 4 pohon di lahan gambut Desa Sinarwajo, Kecamatan Mendaharaulu, Kabupaten TanjungJabung Timur, Jambi.

Kini aktivitas masyarakat desa berpopulasi 2.088 jiwa itu bertambah yaitu menjaga pohon. Kegiatan baru itu termasuk program adopsi pohon gagasan KKI Warsi. Lazimnya adopsi pohon di lahan kering (hutan) dengan menanam aneka bibit seperti kenolan Lithocarpus palembanica dan sentul Sandoricum koetjape. Namun adopsi pohon di Desa Sinarwajo berbeda dibandingkan dengan adopsi di tempat lain.

Untuk desa

Manajer Komunikasi KKI Warsi, Rudi Syaf, mengatakan, di Desa Sinarwajo masyarakat mengadopsi pohon yang tumbuh di lahan gambut. Terdapat sekitar 15.000 pohon dari 22 spesies siap adopsi seperti meranti Shorea dasyphylla, rengas Gluta renghas, dan kempas Koompassia malaccensis. Semua pohon tumbuh tersebar di 5.080 ha lahan gambut di Desa Sinarwajo.

“Saat ini baru 250 pohon yang siap adopsi di lahan 50 ha. Sisanya masih proses identifikasi,” kata Rudi. Ia menargetkan 14.750 pohon selesai identifikasi pada Januari 2017. Lima belas orang dari KKI Warsi dan warga yang tergabung dalam Kelompok Pengelola Hutan Desa (KPHD) Sinarwajo mengidentifikasi pohon langsung di lahan. Data yang diambil meliputi koordinat, jenis pohon, diameter, tinggi, dan umur.

Pinang komoditas utama warga Desa Sinarwajo, Tanjung Jabung Timur, Jambi.

Pinang komoditas utama warga Desa Sinarwajo, Tanjung Jabung Timur, Jambi.

Lokasi adopsi pohon lahan gambut berada di hutan Desa Sinarwajo. Sejatinya terdapat 3 hutan desa lainnya yang berlokasi di Sungaiberas, Kotokandis, dan Pematangraman. Pemilihan Desa Sinarwajo sebagai lokasi adopsi pohon gambut karena kelompok warga sudah solid. Setelah semua pohon di Desa Sinarwajo teradopsi, maka program berlanjut ke tiga desa lainnya. Bagaimana cara berpartisipasi pada program adopsi pohon di lahan gambut? Rudi mengatakan setiap “pengasuh” mesti membayar Rp200.000 per pohon per tahun.

Baca juga:  Pemutaran Perdana Racing Extinction

Selanjutnya nama para pengasuh pohon dimasukkan ke dalam pusat data dan mendapat kata kunci (password). Para pengasuh bisa memantau pohon melalui laman pohonasuh.org. Tim akan memperbarui foto pohon asuh setiap 6 bulan. Setelah setahun, pengasuh bisa berhenti atau melanjutkan partisipasi program pohon asuh. Uang dari pohon asuh itu masuk ke kas KPHD, bukan ke KKI Warsi.

Jelutung salah satu tanaman alami di lahan gambut.

Jelutung salah satu tanaman alami di lahan gambut.

Warsi  hanya memfasilitasi saja seperti pengeloaan laman (website). Lebih lanjut Rudi menuturkan uang donasi digunakan untuk 2 kegiatan yaitu pengelolaan hutan desa (perawatan pohon, pembuatan pembatas, dan patroli) dan merestorasi lahan gambut yang terbakar pada 2015. Selain itu masyarakat memanfaatkan dana donasi untuk pembangunan desa seperti pembuatan jalan, tempat ibadah, dan pengembangan ekonomi.

Restorasi 

Rudi menargetkan 15.000 pohon asuh teradopsi semua pada 2017. Program pohon asuh lahan gambut kreasi KKI Warsi yang pertama di Indonesia. Program itu kali pertama diperkenalkan pada acara Jambore Masyarakat Gambut di Gelanggang Olah Raga (GOR) Kotabaru, Jambi, pada 5—7 November 2016. Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead dan jajaran menjadi pengadopsi pertama.

Pada acara yang dihadiri lebih dari 1.000 orang itu Nazir Foead menerima sertifikat dari perwakilan KPHD sebagai bukti menjadi “orang tua asuh” untuk pohon di lahan gambut. Nazir mengatakan restorasi lahan gambut harus dilakukan agar lahan tidak mudah terbakar. Keberadaan lahan gambut sangat vital karena dapat menjaga kestabilan iklim dunia demi mencegah pemanasan global.

Manajer Komunikasi Warsi, Rudi Syaf.

Manajer Komunikasi Warsi, Rudi Syaf.

Setiap lapisan gambut, dari permukaan luar hingga dalam, mampu menyerap karbon. Lahan gambut mampu menyerap 5—15 kali air dari bobot keringnya. Menurut Nazir restorasi lahan gambut mendongkrak perekonomian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu contohnya program adopsi pohon lahan gambut.

Baca juga:  Anthurium Mangkuk Idaman

Tidak hanya masyarakat Indonesia yang bisa mengadopsi pohon di lahan gambut. Orang asing pun berkesempatan “memiliki” pohon asuh. Pada Jambore Masyarakat Gambut 2016, warga negara Singapura, Cheng Chin Hsien, mengadopsi dua pohon kempas. Rudi menuturkan program adopsi menyelamatkan pohon dari penebangan, pencurian, dan pembakaran. Dengan demikian lahan gambut tetap lestari dan perekonomian masyarakat pun membaik. (Riefza Vebriansyah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d