Adenium tumpuk baru dengan corak warna beragam dan sosok mempesona.

Adenium hua fei rajin berbunga dengan bentuk bunga menyerupai bunga mawar.

Adenium hua fei rajin berbunga dengan bentuk bunga menyerupai bunga mawar.

Pehobi adenium di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, Mufid Arifin, jatuh cinta pada pandangan pertama ketika melihat foto adenium tumpuk bernama fall in love. Warnanya menarik, berupa perpaduan merah muda semburat putih dan bentuk bunga lancip yang unik. “Saya yakin akan banyak yang suka,” ujar Mufid. Bunga fall in love itu mempunyai tiga tumpuk mahkota bunga.

Bukan hanya satu, tiga foto adenium tumpuk lainnya, yakni magnificent, lover, dan hua fei juga menggoda lelaki kelahiran 1982 itu. Keempat adenium itu hasil silangan, Rose Chan, penangkar di Taiwan. Lover, adenium berbunga merah pekat itu kian cantik dengan warna keperakan di pinggiran bunga. “Warna merahnya bergradasi dari hitam ke merah, seperti ada tekstur,” ujar pehobi adenium sejak 2008 itu.

Sosok kompak

Adenium fall in love memiliki warna perpaduan merah muda semburat putih dengan bentuk ujung bunga lancip.

Adenium fall in love memiliki warna perpaduan merah muda semburat putih dengan bentuk ujung bunga lancip.

Pencinta adenium di Pontianak, Kalimantan Barat, Selvie Yoesina Humbas, mengungkapkan penampilan lover memang unik. “Di tepi kelopak terbentuk garis merah pudar, seakan mempertegas liukan petal bunga. Warna putih di corong bunga membuat warna merahnya lebih hidup,” ujar Selvie. Adenium hua fei tak kalah cantik. Bunga adenium tumpuk dua itu tampil eksotis menyerupai bunga mawar.

Hua fei tergolong adenium yang rajin berbunga. Bagi Selvie adenium hua fei lebih manis dan menawan. “Warna bunga didominasi warna merah mawar. Hanya sedikit bagian tengah yang kuning, sehingga kesannya manis dan menawan. Kelopak bunganya sedikit jatuh saat mengembang sehingga menjadi ciri tersendiri,” ujar Selvie. Koleksi Mufid yang ke-4 yaitu magnificent. Adenium tumpuk 3 itu berwarna lembut dan berbunga lebat.

Baca juga:  Semarak Taman Floria

“Bunganya lebat, sehingga bisa dibuat kompak,” ujar lelaki kelahiran Gresik, Jawa Timur, 35 tahun silam itu. Menurut Mufid bunga adenium itu memudar warnanya 3—4 hari pascabunga dan rontok sepekan pascabunga. Selvie Yoesina Humbas menilai kelebihan magnificent, “Posisi bunganya cenderung tegak sehingga tampil kokoh. Warna petal bunga dominan merah dan bias warna kuningnya berada di ujung-ujung kelopak.”

Adenium magnificent berbunga lebat dan dapat dibuat kompak.

Adenium magnificent berbunga lebat dan dapat dibuat kompak.

Menurut Selvie setiap bunga mempunyai sisi keindahannya masing-masing. Untuk saat ini, para penggemar adenium lebih tertarik pada bunga-bunga dengan gradasi-gradasi warna yang bercampur. Ia lebih menyukai magnificent lantaran ukuran bunganya yang tidak terlalu besar, warnanya manis, serta bunganya tampil tegak dan kompak. Pehobi adenium di Surabaya, Jawa Timur, Hendri Susanto, juga jatuh hati pada adenium asal Taiwan itu.

“Hua fei tampil lebih kompak dengan gradasi warna yang lebih bagus dibanding yang lainnya,” ujar Hendri. Para pehobi yang ingin melengkapi koleksinya bakal meminati bunga-bunga jenis itu. Itulah sebabnya Mufid memperbanyak adenium-adenium cantik itu dengan teknik grafting. Ia memperbanyak adenium itu setelah memastikan tanaman yang ia datangkan dari Taiwan itu benar-benar sesuai dengan foto yang ditunjukkan penjual.

Lambat urai

Mufid menuturkan, “Adenium yang saya datangkan dari luar negeri nantinya akan saya jadikan indukan. Saya harus memastikan dulu, indukan yang saya beli memiliki bunga yang sesuai dengan di foto yang penjual tunjukkan.” Dengan cara itu, pehobi yang ingin memiliki anakan adenium koleksi Mufid lebih tenang meski membeli tanaman yang belum maupun sedang tidak berbunga.

Adenium lover berbunga merah pekat dengan warna silver di pinggiran bunga.

Adenium lover berbunga merah pekat dengan warna silver di pinggiran bunga.

Pehobi itu mendatangkan keempat mawar gurun molek itu pada permulaan 2016. “Saya mendatangkan masing-masing 10 tanaman, dalam bentuk bonggol berdiameter 5—6 cm dengan sambungan pucuk sepanjang 10 cm,” ujarnya. Sesampai di tanahair, ia mengangin-anginkan bonggol-bonggol itu selama 1—2 hari agar tidak busuk. Setelah benar-benar kering, Mufid menanam bonggol itu.

Baca juga:  Raja Jamur Pereda Gula

Ia menggunakan media campuran sekam bakar dan pasir malang perbandingan 1:1. “Pada awal penanaman sebaiknya jangan di bawah sinar matahari langsung, tetapi di tempat yang teduh,” ujar Mufid. Selang 1—2 pekan, ia meletakkan adenium itu di bawah sinar matahari tetapi tidak penuh, hanya di pagi hari. Tujuannya agar tanaman bisa beradaptasi di Indonesia dengan memunculkan serabut akar baru.

Setelah 1—2 pekan atau setelah munculnya akar serabut, adenium bisa diletakkan di bawah matahari penuh. Ia menyiram adenium dua hari sekali. Saat awal tanam, ia memberikan pupuk daun lambat urai dosis satu sendok makan per tanaman. “Pupuk daun cocok untuk pembibitan dan proses vegetatif tanaman agar maksimal. Saat pembungaan, pupuk daun diganti dengan pupuk khusus untuk pembungaan yang juga lambat urai,” ujarnya.

Mufid Arifin, pehobi adenium di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, sejak 2008.

Mufid Arifin, pehobi adenium di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, sejak 2008.

Mufid menggunakan pupuk lambat urai lantaran, “Bonggol adenium agak sensitif terhadap pupuk. Jika terlalu banyak dan langsung diserap, bonggol bisa busuk,” ujarnya. Dengan dosis satu sendok makan per tanaman, pupuk lambat larut mencukupi kebutuhan adenium 6—8 bulan. Dengan perawatan yang tepat, adenium asal Taiwan itu akan berbunga sekitar 2 bulan setelah tiba di Indonesia. (Bondan Setyawan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d