Abadi di Tangan Pehobi 1
Kelainan warna pada Ariocarpus fissuratus

Kelainan warna pada Ariocarpus fissuratus

Minat pehobi merawat kaktus kini bergeser ke jenis tertentu.

Dunia kaktus begitu unik. Pasang surut tren tanaman hias tidak menyurutkan kecintaan pehobi pada tanaman gurun itu. Kesetiaan itu tumbuh tentu bukan tanpa sebab. Ragam bentuk dan warna yang eksotis membuat pehobi antusias untuk mengoleksi tanaman anggota keluarga Cactacae itu. Bila sosok berduri itu tengah berbunga, penampilannya kian sempurna.

Apalagi kaktus mampu bertahan hidup meskipun perawatan minim. Seiring perkembangan zaman, selera para penggemar kaktus semakin dinamis. Pada awal 1980 sampai akhir 1990, mereka begitu antusias mengoleksi kaktus spesies berduri seperti gymnocalycium, echinocactus, cephalocereus, dan mammilaria. Kaktus berjuluk golden barrel Echinocactus grusonii dan oldman cactus Cephalocereus senilis sangat populer. Keduanya ditanam dalam pot sebagai hiasan ruangan atau pelengkap taman.

Selera pehobi kaktus semakin dinamis seiring perkembangan zaman

Selera pehobi kaktus semakin dinamis seiring perkembangan zaman

Bebas duri
Perubahan tren itu dipengaruhi oleh masuknya kaktus impor secara berkala dari negara-negara pembudidaya kaktus seperti Jepang, Italia, dan Amerika Serikat. Pada 2000 animo pehobi dan kolektor bergeser pada jenis kaktus tidak berduri seperti ariocarpus, astrophytum, dan lophophora. Keunikan ariocarpus yang mendapat predikat batu hidup begitu menghipnotis para penggemar kaktus. Tuberkel atau batangnya panjang dan bertumpuk menyerupai kuntum bunga.

Beberapa spesies ternama seperti Ariocarpus retusus, A. fissuratus, A. furfuraceus dan A. kotschubeyanus menjadi buruan kolektor. Pengalaman pehobi menyebut ariocarpus paling lambat tumbuh. Itu sebabnya si batu hidup bernilai paling tinggi. Rupa astrophytum juga istimewa berbentuk bulat dengan tonjolan berupa kapas yang membentuk pola.

Golden barrel Echinocactus grusonii primadona dua puluh tahun silam

Golden barrel Echinocactus grusonii primadona dua puluh tahun silam

Jenis Astrophytum asterias “super kabuto” sohor di kalangan kolektor. Sekujur tubuhnya penuh dengan totol-totol putih dan sejumlah bulu mirip kapas. Lophophora juga tak kalah menawan. Bisa dibilang sosoknya lucu dan menggemaskan dengan kulit berwarna hijau kebiruan. Spesies seperti L. difusa, L. williamsii, dan L. caespitosa menjadi kawan akrab para pehobi.

Baca juga:  Berkebun di Mana Saja Bisa

Setelah 2010, tren berubah kembali seiring terbukanya akses pehobi untuk berhubungan dengan penggemar kaktus internasional. Alih informasi yang sangat mudah membuka wawasan pehobi di tanahir mengenai dunia kaktus. Pehobi menjadi semakin selektif mengoleksi kaktus. Mereka mengincar tanaman hasil kultivasi yang memiliki keistimewaan khusus seperti mutasi warna, bentuk, duri, dan kristata. Spesies-spesies langka dari alam pun mulai dilirik.

Pehobi incar ariocarpus mutasi sebab langka dan meningkatkan gengsi

Pehobi incar ariocarpus mutasi sebab langka dan meningkatkan gengsi

Minat pehobi pada kaktus variegata begitu pesat. Apalagi, para pemulia berhasil menciptakan warna-warna seronok seperti kuning, jingga, merah, dan putih dengan motif memikat di tubuh tanaman sukulen itu. Kelainan itu membuat harga kaktus melambung. Sesosok Ariocarpus fissuratus “godzilla” bercorak jingga rata bisa laku Rp30-juta. Fantastis!

Target
Mutasi bentuk juga menjadi target para kolektor. Maklum, mengoleksi tanaman berkelainan atau langka meningkatkan gengsi. Yang kerap menjadi incaran adalah ariocarpus mutasi hasil kultivasi seperti A. furfurceaus “cauliflower”, A. fissuratus “godzilla”, dan A. retusus “three fingers”. Kaktus yang mengalami kelainan duri pun tak luput dari mata kolektor.

Homalochepala texensis berduri kristata

Homalochepala texensis berduri kristata

Sebut saja Homalochepala texensis “crested spines” yang bersosok sangat berbeda dengan sang induk. Susunan durinya berubah menjadi kristata berwarna jingga. Lazimnya, duri H. texensis bertipe radial dengan warna agak kuning. Yang menarik, texensis berduri kristata itu memiliki tubuh kebiruan. Perubahan duri pada genus Gymnocalysium yang menjadi pendek dan tebal juga menggiring hasrat pehobi untuk menambah koleksinya.

Species langka dari alam pun tak luput dari incaran. Kaktus yang berasal dari alam membawa karakter asli tanaman, sangat berbeda dengan kaktus hasil pembibitan nurseri. Sebagai contoh Copiapoa cinerea produk sebuah nurseri berwarna abu-abu tua. Sementara itu, cinerea di alam berwarna putih kapur.

Anggota komunitas Cactus and Succulent Society of Indonesia ketika menggelar ekshibisi ketiga di Pameran Flora dan Fauna, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat

Anggota komunitas Cactus and Succulent Society of Indonesia ketika menggelar ekshibisi ketiga di Pameran Flora dan Fauna, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat

Kini para pehobi baru mulai bermunculan. Melihat hal itu tumbuh kesadaran dari para penggemar kaktus dan sukulen di Indonesia untuk menghadirkan sebuah wadah untuk saling berbagi pengalaman dan edukasi dalam mengenal jenis dan cara rawat.

Baca juga:  Andalan Atasi Antraknosa

Pada 2012 lahir komunitas bernama Cactus and Succulent Society of Indonesia (CSSI) di Surabaya yang menaungi para pehobi kaktus di tanahair. Secara berkala CSSI mengadakan ekshibisi pada pameran tahunan bertaraf nasional di Jakarta guna memperkenalkan kaktus dan sukulen pada kalangan awam, mempererat hubungan antra anggota, dan memperkaya ilmu mengenai dunia kaktus dan sukulen. (Sugita Wijaya, Ketua Komunitas Cactus and Succulent Society of Indonesia)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *