Budidaya ciplukan – Ciplukan adalah nama dari sejenis buah dengan ukuran yang kecil. Ciri buah ciplukan ini dapat dilihat pada buahnya yang terbungkus oleh pembesaran kelopak bunga. Buah ini juga terkenal akan khasiatnya yang sangat ampuh untuk kesehatan.

Ciplukan diperkirakan berasal dari benua Amerika, namun saat ini diperkirakan persebarannya sudah hampir mencakup seluruh dunia terutama pada negara – negara dengan iklim tropis. Termasuk di Indonesia. Di Indonesia tanaman ini cenderung tumbuh dengan liar dan subur.

Ciplukan dapat Anda jumpai pada area sekitar kebun, sawah, di pinggir jalan bahkan ada yang tumbuh secara liar pada pekarangan rumah.

Tanaman ciplukan dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang subur, gembur, tidak digenangi air dan mempunyai pH mendekati netral. Tanaman ini kaya akan manfaat bagi kesehatan. Misalnya saja masyarakat di Jawa yang sering menggunakan ciplukan untuk diramu menjadi obat cacing dan obat untuk menurunkan panas.

Selain itu daun tanaman ciplukan dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit antara lain seperti bisul, patah tulang, sakit perut, dan masih banyak khasiat ciplukan lainnya bagi kesehatan Anda.

Akan tetapi masih kurangnya pengetahuan tentang manfaat ciplukan di masyarakat membuat buah ciplukan masih sulit ditemukan di pasar – pasar tradisional maupun modern. Padahal di beberapa daerah buah ini mempunyai nilai ekonomis yang terbilang cukup tinggi.

Nah, bagaimana dengan Anda? Jika di daerah Anda belum banyak yang melakukan budidaya ciplukan maka tidak ada salahnya jika Anda mencobanya, karena peluang usaha buah ciplukan ini masih sangat terbuka lebar untuk Anda masuki.

Mari memulai budidaya ciplukan

Untuk membantu Anda dalam memulai budidaya ciplukan, maka berikut langkah – langkah yang bisa lakukan untuk budidaya ini. Budidaya ciplukan bisa Anda lakukan dengan memanfaatkan bibit dari hasil perbanyakan generatif.

Baca juga:  Pasar Lemon Lebih Luas

Mempersiapkan Benih

Benih untuk budidaya ciplukan dapat Anda peroleh dari buah yang matang atau tua pada pohon. Pilihlah buah yang telah matang kemudian keluarkan bijinya dengan cara dipencet secara perlahan. Buah yang dipencet akan mengeluarkan daging lunak beserta isinya. Lalu jemurlah biji tersebut hingga kering baru kemudian bisa Anda lakukan penyemaian.

Mempersiapkan Media Semai

Untuk media semai pada budidaya ciplukan Anda bisa menggunakan pot ataupun polybag. Anda juga bisa melakukan penyemaian menggunakan bedengan. Gunakanlah tanah gembur yang halus dan telah dicampur dengan pupuk kandang atau pupuk kompos.

Perawatan benih ciplukan dalam media semai pot ataupun polybag relatif lebih mudah jika dibandingkan dengan persemaian menggunakan bedengan.

Menyemaikan Benih

Penyemaian yang dilakukan pada budidaya ciplukan adalah untuk membentuk kecambah. Penyemaian pada pot dan polybag dapat Anda lakukan dengan mudah dan sederhana. Bagaimana jika Anda melakukan penyemaian dengan menggunakan bedengan? Jika Anda menggunakan bedengan sebagai media semai maka hendaknya Anda menutupi bedengan dengan plastik.

Hal ini bertujuan untuk menekan penguapan air, menghindari paparan hujan dan sinar matahari yang berlebihan dan untuk mencegah serangan hama dan penyakit. Bibit yang telah tumbuh sekitar kurang lebih 15 cm sudah siap untuk Anda pindahkan ke lahan tanam yang lebih luas.

Mempersiapkan Lahan Tanam

Sambil menunggu proses persemaian yang Anda lakukan, Anda bisa menyiapkan lahan tanam yang akan digunakan untuk tanaman ciplukan. Lahan tanam Anda siapkan di kebun, sawah, pekarangan rumah atau bahkan Anda bisa menggunakan teknik hidroponik. Gemburkanlah tanah dengan menggunakan cangkul atau bajak. Kemudian tambahkan dengan pupuk kandang atau pupuk kompos.

Proses Penanaman Pada Lahan

Langkah selanjutnya pada budidaya ciplukan adalah proses penanaman. Bibit ciplukan yang telah Anda semaikan cenderung mempunyai kelemahan seperti akar yang sedikit, batang lunak dan jumlah daun yang kurang dari 8. Oleh karena itu usahakanlah untuk memindahkan bibit ciplukan secara hati – hati dan segeralah untuk menanam benih ciplukan ke lahan yang telah disiapkan.

Baca juga:  Ubi Cilembu Kini di Pot

Perawatan Tanaman Ciplukan

Proses perawatan budidaya ciplukan sangatlah mudah. Perawatannya hampir sama dengan jenis tanaman sayuran. Lakukanlah penyiraman secara rutin tetapi tidak berlebihan. Tanaman ciplukan tidak membutuhkan air yang banyak untuk perkembangannya.

Pemupukan Susulan

Pemupukan tambahan juga dibutuhkan pada budidaya ciplukan. Anda bisa menggunakan dosis pupuk yang biasa digunakan pada tanaman sayuran tomat. Hal ini dikarenakan sifat dan karakteristik kedua tanaman ini hampir sama. Anda juga bisa menggunakan patokan berikut untuk pemupukan tambahan pada budidaya ciplukan.

  • Berikan pupuk kalium dan fosfor pada lubang tanam dengan kedalaman sesuai dengan penanaman bibit.
  • Pemupukan tambahan yang pertama berupa pupuk nitrogen. Pemupukan ini diberikan pada saat 14 hari setelah masa tanam. Cara pemberian pupuk ini ditaburkan pada alur yang telah Anda buat pada area sekitar tanaman. Dengan jarak ideal sekitar 10 cm dari lubang tanam.
  • Pemupukan kedua masih menggunakan nitrogen yang diberikan pada saat 35 hari setelah masa tanam. Caranya sama dengan pemupukan yang pertama.
  • Jika Anda melakukan budidaya ciplukan untuk diambil beserta brangkasnya maka dosis penggunaan pupuk nitrogen bisa ditambah. Sedangkan penggunaan pupuk fosfor dan kaliumya bisa dikurangi.
  • Untuk pemberian pupuk pada budidaya ciplukan tumpang sari maka sesuaikanlah dengan takaran pupuk yang diperlukan oleh tanaman utamanya.

Proses Pemanenan

Tanda tanaman ciplukan yang siap untuk dipanen adalah warna buah yang berubah serta kelopak pada bunga yang mulai menguning dan mengering. Biasanya tanaman ciplukan yang tumbuh dengan baik dapat menghasilkan buah yang matang seragam dan sempurna. Satu pohon ciplukan idealnya mampu menghasilkan 300 buah.

Demikian 8 langkah mudah budidaya ciplukan. Cukup mudah bukan? Jika Anda masih ragu untuk memulai peluang usaha buah ciplukan dengan skala yang besar maka Anda bisa mencobanya dengan menanam ciplukan di halaman rumah Anda. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Sumber : i n f o a g r i b i s n i s . c o m