pohon mangga, hama dan penyakit pohon mangga

Hama dan penyakit pohon mangga – Untuk anda yang suka dengan buah-buahan, pastinya sudah tidak asing dengan buah mangga kan? Buah mangga merupakan jenis buah yang sangat mudah ditemukan di kawasan tropis seperti Indonesia. Bentuk dan ukuran buah mangga itu berbeda-beda tergantung pada jenisnya. Ada yang bentuknya bulat, bulat telur dan ada juga yang bentuknya lonjong.

Buah yang dihasilkan dari pohon mangga ini memiliki citarasa yang cenderung manis, bernilai ekonomi dan tentunya mempunyai kandungan gizi yang tinggi. Kandungan gizi buah mangga antara lain : protein, lemak, karbohidrat, kaya serat, vitamin C, vitamin A, asam folat, vitamin B-6, vitamin K, potassium, tembaga, kalsium, zat besi, antioksidan dan beta karoten.

Untuk dapat menghasilkan buah mangga yang optimal, kesehatan dari pohon mangga perlu kita jaga, terutama dari hama dan penyakit yang biasa menyerang pohon mangga.

Hama Dan Penyakit Pohon Mangga

Hama dan penyakit yang menyerang pohon mangga dapat dimulai dari fase pembibitan sampai pada fase tanaman menghasilkan buah. Pemeliharaan pohon mangga yang kurang tepat dapat mengakibatkan meningkatnya serangan hama dan penyakit.

Tanaman yang terserang serangan hama dan penyakit biasanya mempunyai tanda pada bagian tubuh tanaman yang rusak akibat keropos atau patah serta pertumbuhan tanaman akan terhambat.

Akar, daun, bunga, buah dan batang merupakan bagian yang sangat rentan terserang oleh hama dan penyakit. Serangan hama dan penyakit pada tanaman mangga dapat ditanggulangi dengan cara membuang bagian yang terserang kemudian membakarnya. Anda juga dapat memberikan pestisida untuk mencegah serangan terjadi kembali.

Penyemprotan pestisida dapat Anda lakukan dalam rentang waktu 2 minggu sekali dengan dosis yang dianjurkan pada kemasan. Jangan menyemprot pestisida secara berlebihan karena akan berdampak negatif terhadap proses penyerbukan bunga karena bisa mematikan serangga yang membantu proses penyerbukan.

Jagalah kebersihan lingkungan tempat tanaman mangga Anda tumbuh. Anda juga bisa meminimalisir serangan hama dan penyakit dengan menggunakan bibit mangga yang tahan terhadap serangan. Berikut beberapa contoh hama dan penyakit pada pohon mangga dan bagaimana cara pengendaliannya.

Hama Pada Tanaman Mangga

Kutu Putih

Kutu Putih, dengan nama latin Planacoccus spinosus ini berbentuk oval, datar dan tubuhnya terlapisi oleh lapisan tebal seperti lilin. Hama ini dapat ditemukan di daun, kutu putih mengisap cairan sel daun.

Saat kutu putih menyerang pohon mangga, daun akan mengering dan gugur. Hama ini juga bisa menjadi penyebab munculnya penyakit embun jelaga yang menyerang pada saat musim penghujan.

Baca juga:  3 Cara Budidaya Cabe Lado f1 Beserta Tips Agar Berbuah Lebat
tanaman mangga
Serangan hama kutu putih

Cara mengatasi hama kutu putih ini adalah dengan cara menyemprotkan insektisida berbahan aktif delmetrin atau lambdacyhalothrin. Atau dapat pula dengan cara manual, yakni membuang dan bakar dedaunan atau cabang yang terserang hama.

Lalat Buah

Lalat buah dewasa mempunyai ukuran 7 – 8 mm, berwarna kuning dan sayapnya putih bening. Serangga ini seringkali hinggap pada buah mangga dan bertelur. Serangan lalat buah biasanya terjadi pada saat buah mulai kelihatan. Gejala serangan lalat buah pada tanaman mangga dapat dilihat dengan adanya tanda titik – titik hitam di permukaan buah akibat tusukan dari lalat buah. Akibatnya produktivitas mangga menurun dikarenakan banyak bagian dari daging buah yang busuk dan gugur. Telur lalat buah yang menempel pada buah mangga akan berubah menjadi larva dan merusak daging buah mangga.

Untuk mengendalikan hama ini, jagalah kebersihan lingkungan di sekitar budidaya tanaman mangga Anda. Anda juga bisa melakukan pengasapan dan menanam tanaman perangkap seperti selasih di sekitar tanaman buah mangga.  Cara lainnya yaitu membungkus buah mangga dengan kertas atau plastik, memasang perangkap lalat yang diberi Petrogenol 880 L dan memanfaatkan musuh alami lalat seperti parasitoid dari famili Braconidae.

Penggerek Batang (Rhytidodera integra)

Hama ini menyerang cabang tanaman mulai dari ranting hingga pangkal batang dengan gejala terdapat lubang gerekan pada batang, pada serangan yang tinggi akan menyebabkan tanaman layu, daun rontok dan akhirnya tanaman mati. Pengendalian dapat dilakukan secara mekanis, biologis dan kimia. Secara mekanis adalah dengan mengambil hama secara manual lalu dibakar dan secara kimia dengan cara penggunaan insektisida berbahan aktif karbanil.

Ulat Perusak Daun (Orthaga melanoporals)

Ulat perusak daun bekerja dengan cara menyerang bagian dari daun tanaman dan pucuk muda. Gejala serangan terlihat daun patah, layu dan gugur. Pengendalian secara mekanis dengan cara memotong, membakar daun yang terserang, sedangkan pengendalian secara kimia dengan cara penggunaan insektisida berbahan aktif lambdacyhalothrin/fenalerat.

Thrips

Menyerang permukaan bawah daun, malai dan buah muda, gejala akan tampak daun mengeriting dan kegagalan fruitset. Pengendalian secara mekanis dengan sanitasi lingkungan dan pemusnahan bagian yang terserang, Pengendalian secara biologi dengan cara pemanfaatan musuh alami Tripoctenus bohi. Secara kimia dengan penggunaan insektisida berbahan aktif protiofos.

Penggerek buah (Noorda albizonalis Hampson)

Hama ini menyerang buah dengan gejala terdapat bintik hitam pada permukaan kulit buah, busuk buah dan gugur, menyerang saat buah sebesar pingpong. Pengendalian secara mekanis dengan cara mengumpulkan buah yang terserang dan menguburnya. Pengendalian secara biologi dengan cara penggunaan predator larva Rhyncium attrisium. Secara kimia dikendalikan dengan penggunaan insektisida berbahan aktif ethofenproxatau deltametrin.

Baca juga:  Manisnya Bisnis Benih Tanaman

Penyakit Pada Tanaman Mangga

Antraknosa / Colletotrichum Gloeosprorioides

Penyakit mangga ini disebabkan oleh jamur colletotrichum gloeosprorioides. Penyakit antraknosa tidak hanya menyerang tanaman pada saat masa pertumbuhan saja tetapi juga selama proses penyimpanan setelah buah di panen. Penyakit ini biasanya menyerang di awal musim penghujan. Selama masa pertumbuhan tanaman mangga, antraknosa menyerang pada bagian daun muda, bunga, buah dan batang.

Gejala serangan penyakit ini bisa Anda lihat pada daun. Di daun ada bercak bulat berwarna coklat dan kelabu pada bagian tengahnya. Daun yang terserang akan mengering dan gugur. Batang yang terserang antraknosa ditandai dengan munculnya bercak berwarna coklat kelabu dan membentuk gelang.

Sedangkan serangan pada bunga dapat dilihat dengan timbulnya bercak hitam yang dapat menyebabkan bunga menjadi rontok. Ciri buah yang terserang adalah adanya bercak hitam di bagian kulit buah kemudian bercak akan membesar dan mengakibatkan buah membusuk.

Untuk pengendalian penyakit antraknosa bisa dilakukan dengan cara memusnahkan gulma, membakar daun yang telah gugur dan rutin melakukan pemangkasan setelah pemanenan atau sebelum tunas baru muncul.

Cara pengendalian lainnya adalah memperbaiki drainase dan menyemprotkan fungisida dengan komposisi dicotophos 0,2% + mancozeb 0,25% dan pupuk daun dengan dosis 2 gram/liter air. Lakukan penyemprotan sejak tunas bunga terbentuk hingga fase pemasakan buah dalam rentang waktu 7 – 10 hari.

tanaman mangga
Antraknosa pada mangga

Penyakit Busuk Akar

Penyakit busuk akar menyerang pada akar tanaman buah mangga dengan membentuk miselium berwarna hitam yang mengakibatkan pembusukan pada akar. Penyakit busuk akar dapat menular melalui kontak antar akar yang terserang penyakit dengan akar yang sehat.

Akar yang terserang penyakit busuk akar tidak akan mampu menyerap unsur hara dengan maksimal. Gejala serangan penyakit ini dapat Anda lihat pada daun yang paling ujung berwarna kuning dan ukurannya lebih kecil. Cabang – cabang menjadi kering dan pertumbuhan tunas menjadi terhambat.

Pendalian penyakit busuk akar pada budidaya tanaman buah mangga Anda dapat dilakukan dengan melakukan sterilisasi media tanam dengan menggunakan Ridomil 2G, Basamid G atau Vapan. Jika serangan belum parah maka Anda dapat membuka akar yang ada di dekat permujaan tanah lalu potong bagian akar yang terinfeksi dan oles bekas potongan dengan obat penutup luka, seperti karbolineium parafin.

Jika serangan telah terindikasi parah maka bongkarlah tanaman mangga Anda kemudian bakar untuk menghindari penularan ke tanaman yang sehat.