6 Cara Budidaya Lovebird Agar Cepat Bertelur Mudah Bagi Pemula 1

Burung cinta atau lovebird belakangan ini sangat digandurngi oleh kalangan kicau mania, lantas hal tersebut menjadikan peluang bisnis untuk menambah pundi-pundi keuangan. Saat ini banyak orang yang sudah memutuskan untuk membudidayakan jenis burung satu ini, disamping budidaya lovebird tidak lah mahal, perawatannya pun mudah, ditambah cara budidaya lovebird agar cepat bertelur pun mudah diketahui.

Sala satu daya pikat dari burung ini ialah bentuk fisiknya yang terlihat indah dan memiliki bulu eksotis berwarna cerah serta enak untuk dipandang mata. Secara umum loverbird mempunyai tinggi 13 cm hingga 17 cm dengan berat kurang lebih 40 gram sampai 60 gram berekor panjang serta berparuh besar. Burung cinta ini memiiki beberapa jenis (spesies) yaitu :

  • Black-Masked Lovebird (Agapornis Personata), berasal dari Tanzania, Burundi, dan Kenya.
  • Fischer’s Lovebird (Agapornis Fischeri), berasal dari bagian selatan Danau Victoria di Tanzania Utara.
  • Lilian’s Lovebird (Agapornis Lilianae), berasal dari Malawi.
  • Black-cheeked Lovebird (Agapornis Nigrigenis), berasal dari Zambia.
  • Peach-faced Lovebird (Agapornis Roseicollis), berasal dari Nambia, Afrika Selatan, Angola.
  • Black-winged Lovebird (Agapornis Taranta), berasal dari Eritrea Selatan sampai Enthiopia Selatan.
  • Red-faced Lovebird (Agapornis Pullaris), berasal dari Afrika Tengah.
  • Grey-headed lovebird atau Madagascar Lovebird (Agapornis Canus), berasal dari Madagaskar.
  • Black-collared Lovebird atau Swindern’s Lovebird (Agapornis Swindernianus), berasal dari bagian Khatulistiwa Afrika.

Cara Budidaya Lovebird Agar Cepat Bertelur

Jika Anda mempunyai keinginan untuk membudidayakan lovebird namun belum berpengalaman atau bisa dibilang pemula didunia perburungan, tak perlu risau berikut merupakan cara budidaya lovebird agar cepat bertelur, langkah dibawah ini sangat mudah, berikut langkah-langkahnya :

  1. Menyiapkan Kandang Lovebird

Cara budidaya lovebird agar cepat bertelur yang pertama ialah menyiapkan kandanya terlebih dahulu, apalagi Anda berniat untuk berternak burung lebih dari satu pasang. Jika anda ingin bereksperimen terlebih dahulu dengan satu pasang lovebird sediakan kandang sesuai kebutuhan, serta siapkan juga tempat untuk bertelur atau biasa disebut glodok.

Baca juga:  5 Cara Budidaya Burung Betet Yang Pasti Berhasil

Untuk glodok, dianjurkan untuk menggunakan bahan dari kayu keras berukuran kurang lebih 20 cm x 20 cm dan jangan lupa siapkan ranting kecil, dedaunan kering dan serutan kayu disekitar golodok. Biasanya lovebird akan menghiasi sarangnya dengan cara mandiri, tanpa harus dibuatkan.

  1. Memilih Indukan

Banyak yang percaya jika indukan berkualitas akan menghasilkan keturunan berkualitas pula. Sebelum memilih indukan, ada baiknya menentukan jenis burung cinta yang hendak diternak atau dibudidayakan terlebih dahulu, contohnya memilih jenis burung bersuara menarik dan berbulu bagus. Jangan lupa memilih indukan berupa jantan dan betina agar dapat bertelur.

Untuk memperoleh indukan yang berkualitas, pilihlah burung dengan kondisi sehat, disarankan untuk memilih lovebird jantan yang lebih tua ketimbang usia burung betinanya. Bukan tanpa alasan, hal ini nantinya dapat mempengaruhi proses perkawinan sebab sang jantan lah yang akan mendominasi. Jika kurang paham mengenali jenis kalamin lovebird, ada baiknya menanyakan kepada sang penjual yang terpercaya.

Sebagai gambaran, berikut ini merupakan cara membedakan lovebird betina dan juga jantan, diantaranya :

  • Bentuk paruh, bila lovebird memiliki bentuk paruh tumpul bisa dipastikan burung tersebut berjenis kelamin betina, namun bila sebaliknya (paruh berbentuk lancip) berarti berjenis kelamin jantan.
  • Bentuk tubuh, jika ukuran tubuh indukan lovebird kecil dan juga ramping maka itu sudah bisa ditebak berjenis kelamin betina, sedangkan yang jantan berbadan gempal serta agak sedikit besar dan berisi.
  • Bentuk sayap, pada waktu sedang menutup pada ujung sayap jika bentuk sayapnya terlihat menyilang itu tandanya berjenis kelamin jantan. Sedangkan untuk betina, pada waktu mentup ujung sayapnya tidak menyilang.
  1. Memastikan Lovebird Siap Dikawinkan

Secara umum lovebird yang sudah siap untuk dikawinkan adalah burung dengan usia minimal 1 tahun, jadi penting juga menanyakan usia calon indukan kepada penjual. Adapun ciri-ciri lovebird yang sudah siap untuk kawin, yaitu :

  • Betina, biasanya akan sering merentangkan sayap serta sering mengangkat ekornya ke atas.
  • Jantan, pada umumnya jika lovebird jatan siap untuk kawin akan terlihat seperti sering menggosok-gosokan bagian pantatnya di sangkat.
Baca juga:  Napoleon Raih 4 Bendera Merah

Setelah melihat tanda-tanda seperti diatas, ada baiknya segera mengawinkan indukan lovebird yang sudah Anda pilih, sebab jika ditunda-tinda dan berlalu terlalu lama akan menjadikan lovebird sulit kawin.

  1. Menjodohkan Lovebird

Cara budidaya lovebird agar cepat bertelur selanjutnya yaitu dengan menjodohkan indukan yang sudah memiliki ciri-cirinya siap dikawinkan. Ada hal yang perlu diperhatikan pada waktu pertama kali membeli indukan, hindari langsung memasukkan keduanya (jantan dan betina) pada satu kandang yang sama. Hal ini untuk menghindari terjadinya pertarungan antar keduanya.

Apabila anda hendak membudidayakan lovebird lebih dari satu pasang, sebaiknya masukkan mereka (setiap pasang) pada berbeda  kandang atau pisahkan setiap pasangnya ke dalam kandang yang berbeda.

  1. Pemberian Makan

Langkah yang tidak dapat dipisahkan selanjutnya yaitu dengan rutin memberikan makan lovebird pada waktu proses perkawinan, berikan setiap pasang lovebird tadi makanan secara teratur agar cepat bertelur. Untuk makanan yang dianjurkan diantaranya yaitu biji bunga matahari, milet, tauge, biji sawi, jagung muda, benih kangkung dan jagung muda.

  1. Proses Mengerami

Ketika sudah bertelur, hindari untuk terlalu sering mengontrol ataupun melihat keadaan lovebird ternak Anda, agar mereka merasa tidak terganggu. Informasi yang tak kalah penting pada waktu sudah bertelur ialah tidak semua betina bersedia mengerami telurnya, untuk mengantisipasi hal tersebut letakkan betina yang bermasalah (tidak mau mengerami) berdekatan dengan betina yang mau mengerami telurnya, yaitu cukup mendekatkan sangkarnya saja.

Sebab pada waktu mendengar erangan betina pada saat mengerami telurnya hal tersebut akan merangsang betina laninnya untuk ikut mengerami telurnya sendiri.

Sumber : i l m u b u d i d a y a . c o m

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *