6 Cara Budidaya Entok Bagi Pemula dan Tips Agar Cepat Besar

  • Home
  • Peternakan
  • 6 Cara Budidaya Entok Bagi Pemula dan Tips Agar Cepat Besar

Entok atau menthok merupakan salah satu jenis unggas yang sudah cukup familiar bagi masyarakat Indonesia. Meskipun tidak sepopuler unggas lainnya seperti bebek namun entok juga merupakan unggas yang dibudidayakan secara konvensional.

Banyak orang yang memang tidak menyukai daging entok sebab cenderung alot dan memiliki bau yang anyir. Entok atau menthok juga memiliki postur yang lebih tinggi dan lebih besar dari bebek, sehingga tentunya jumlah daging yang di hasilkan juga lebih banyak.

Daging entok memiliki kandungan lemak yang lebih banyak dibandingkan dengan jenis unggas lainnya. Inilah yang kemudian membatasi konsumen untuk menyantap daging entok ini. Tentunya mereka dengan beberapa jenis penyakit seperti kolesterol atau darah tinggi tidak disarankan mengkonsumsinya. Meskipun demikian daging entok selain mengandung lemak, protein dan kalori juga memiliki manfaat. Salah satunya adalah sangat baik dikonsumsi bagi mereka yang sedang menjalankan program diet dan mengalami anemia.

Daging entok tidak secara umum dijual dan tersedia disemua restoran atau tempat makan. Tidak seperti daging ayam atau bebek yang dapat dengan mudah diperoleh. Untuk mendapatkan olahan menthok kadang kita harus bersusah payah mencarinya. Sebab pengolahan yang tidak tepat akan bisa membuat tekstur dan rasa daging menjadi tidak nikmat. Namun, tentunya hal tersebut bukanlah alasan untuk tidak membudidayakan entok. Berikut langkah mudah dalam 6 Cara Budidaya Entok  yang pasti berhasil.

1. Persiapan Kandang

Langkah awal sebelum memulai budidaya entok, tentunya anda harus mempersiapkan elemen paling penting yakni kandang. Kandang entok haruslah dibuat dengan nyaman sebab entok akan menghabiskan seluruh aktifitasnya didalam kandang. Beberapa kriteria yang harus dipenuhi agar kandang entok merupakan lokasi ideal untuk budidaya :

    Sebaiknya lokasi kandang berjauhan dengan rumah, atau paling tidak berjarak 10-20 meter.

    Hal ini untuk menghindari bau yang tidak sedap menyebar di rumah dan lingkungan anda.

    Untuk ukuran kandang sebaiknya disesuaikan dengan jumlah entok yang akan dibudidayakan.

    Semakin banyak entok yang dibudidayakan pastinya membutuhkan kandang yang semakin luas.

    Kandang harus memiliki dinding yang tinggi agar entok tidak leluasa keluar masuk atau kabur dari kandang.

    Jika luas kandang 10 meter peraegi maka buatlah 5 meter untuk naugan dan lokasi pemberian makan, sedangkan yang 5 meter dibuatkan pemisah dan diberikan kubangan air.

    Kubangan ini merupakan tempat entok untuk bermain dan berjemur.

    Anda bisa menggunakan bambu sebagai bahan dinding atau pagar kandang dan asbes sebagai bahan atap kandang.

    Sesuaikan luas kandang dengan jumlah populasi entok.

    Buatkan saluran air atau drainase agar air dapat mengalir lancar dan tidak menimbulkan bau yangvtosak sedap.

    Sediakan juga tempat makan dan minum di dalam kandang.

2. Anakan Entok Unggulan

Setelah kandang siap, maka langkah selanjutnya adalah memilih anakan entok unggulan yang nantinya akan dijadikan indukan. Resiko kegagalan memang sangat rentan terjadi jika dibudidayakan sejak anakan. Namun, hasil ini tentu akan lebih besar jika saat panen tiba, ketimbang dengan membudidayakan lewat indukan yang selain harganya lebih mahal juga resiko indukan tidak menghasilkan telur juga besar. Oleh sebab itu, untuk memilih anakan entok unggulan dapat dilakukan dengan cara berikut :

    Anakan entok berasal dari indukan yang jelas asal usulnya.

    Kondisi anakan sehat, lincah dan aktif bergerak.

Tags: