Bawang dan cabai tumbuh sehat dikawal tanaman tentara seperti bunga matahari

Bawang dan cabai tumbuh sehat dikawal tanaman tentara seperti bunga matahari

Bawang merah dan cabai selamat dari gempuran hama dan penyakit berkat pelindung alami.

Lahan cabai dan bawang merah itu rusak parah. Daun kecil, keriting, dan gagal berbuah. Pengelola lahan berupaya mati-matian melindungi tanaman dengan pestisida kimia. Pada awal penanaman pengelola juga memberikan pupuk memadai. Pemandangan itu kontras dengan lahan di sebelahnya. Bawang merah dan cabai merah itu tumbuh subur di setiap bedengan. Daun-daun Allium cepa varietas filipina rapat membentuk hamparan hijau. Demikian pula pertumbuhan puluhan cabai merah besar setinggi 50—80 cm di sela-sela tanaman bawang.

Puluhan buah cabai bergelantungan di cabang. Tak ada serangan hama atau penyakit di lahan itu. Pengelola kebun seluas 600 m² itu sama sekali tidak menggunakan pupuk dan pestisida kimia. Apa rahasianya? Pengelola kebun, Ngatimo, menanam tanaman pelindung di sekeliling lahan. Berbagai jenis tanaman reforgia alias tanaman border seperti bunga matahari, kenikir, jagung, eceng-eceng, dan kacang tunggak untuk mengendalikan hama.

Bunga matahari mengundang predator untuk menjaga tanaman

Bunga matahari mengundang predator untuk menjaga tanaman

Tanah rusak
Menurut Ngatimo, “Semua tanaman pelindung itu ibarat tentara yang siap membela wilayahnya.” Dua contoh lahan bersebelahan itu ada di Jambore Hortikultura, Pekan Nasional Keleompok Tani Nelayan Andalan di Malang, Jawa Timur. Wajar bila Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono berlama-lama mengamati kebun itu. Demikian pula dengan Direktur Jenderal Hortikulura, Kementerian Pertanian, Hasanuddin Ibrahim. Ia pun mencanangkan pada 2015, setiap kabupaten di Indonesia mempunyai satu contoh kebun pertanian terpadu.

Ngatimo, Edy Siswanto, dan Muji Slamet, anggota staf Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikulutra (BPTH) mempersiapkan penanaman 2 bulan sebelum pelaksanaan Penas. Program pertanian terpadu itu untuk memperbaiki kualitas tanah. Sebelumnya lahan di Kepanjen itu ditanami padi terus-menerus. Akibatnya, sifat fisik tanah menurun drastis. “pH tanah sangat rendah, hanya 4,2,” kata Muji Slamet. Masalah itulah yang pertama-tama diatasi dengan memberikan: bahan pembenah tanah, kapur pertanian, pupuk organik padat dan cair, rhizobacteria, dan agen hayati patogen tular tanah.

Ngatimo dan Muji Slamet penaggung jawab pelaksana proyek hayati

Ngatimo dan Muji Slamet penaggung jawab pelaksana proyek hayati

Untuk meningkatkan kemasaman tanah, mereka memberi 40 kg dolomit sehingga kadar kemasaman naik menjadi 6. Selain itu mereka juga memberi bokashi untuk memperbaiki sifat fisik tanah dan meningkatkan kandungan nutrisi. Selanjutnya mereka membersihkan dan mengolah tanah, lalu membentuk bedengan. Lahan 600 m2 itu terdiri atas 6 bedengan dengan ukuran panjang 1.500 cm x lebar 130 cm x tinggi 50 cm. Bedengan cukup tinggi karena saluran air dimanfaatkan pula untuk memelihara ikan nila.

Baca juga:  Sertifikasi Perkebunan Sawit

Ngatimo dan kawan-kawan memilih varietas filipina karena produktivitas tinggi. Ia lalu mengiris dan memotong seperempat bagian ujung bawang untuk mempermudah kemunculan tunas. Bibit itu ditanam langsung di bedengan dengan posisi calon tunas menghadap ke atas. Bibit ditanam dengan jarak tanam 10 cm x 10 cm. Esoknya mereka menanam bibit cabai yang telah berumur 2 pekan atau memiliki 4—6 daun. Jarak tanam 80—100 cm. Varietas yang ditanam tergantung selera. Untuk mencegah penguapan air yang berlebihan, bedengan ditutup dengan mulsa jerami padi. Mulsa alami itu juga mencegah gulma tumbuh.

Ikan indikator kesehatan bagi tanaman

Ikan indikator kesehatan bagi tanaman

Tugas berbeda
Tanaman-tanaman pelindung itu fungsinya berbeda. Bunga matahari dan kenikir sebagai pengundang musuh alami hama. Bunganya yang berwarna kuning semarak menarik perhatian predator seperti coccine alias kumbang helm, paedorus alias tom cat, dan laba-laba sehingga datang dan tinggal di bunga itu. Daun bunga matahari pun menjadi santapan lezat sehingga pemangsa alami itu betah tinggal di situ. Para predator itu siap menyergap hama yang datang—boleh jadi dari lahan sebelah yang memanfaatkan pestisida kimiawi.

Para predator itu menyerang hama dan memakannya. Methioce menyerang dan makan wereng. Ada pula parasit yang meletakkan telur di musuh cabai dan bawang sehingga mati. Adapun kemangi dan tagetes mengusir hama dengan aromanya. Hama tidak menyukai aromanya. Ada pun eceng-eceng alias orok-orok bertugas sebagai penyedia logistik bagi pasukan tempur. Crotalaria sp itu berfungsi sebagai penyedia nitrogen bagi tanaman tentara itu. Agar berfungsi secara maksimal, penanaman “pasukan tempur” itu 2—4 pekan sebelum budidaya tanaman utama.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kagum pada kebun zero zat kimia itu di ajang Penas ke-14

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kagum pada kebun zero zat kimia itu di ajang Penas ke-14

Untuk memantau tingkat pencemaran di kebun, pengelola juga memelihara ikan di kolam. Kolam berada di antara dua bedengan. Ikan menjadi indikator lingkungan sehat. Bila tumbuh sehat, berarti tanaman pun bisa tumbuh dengan baik. Manfaat lain, air di kolam ikan itu bisa disiramkan ke tanaman karena mengandung nutrisi. Perawatan relatif ringan meliputi penyiraman, pemupukan, serta penyemprotan hama dan penyakit. Penyiraman dengan memanfaatkan air di saluran yang mengandung banyak nutrisi. Frekuensi penyiraman setiap hari hingga bawang tumbuh maksimal.

Baca juga:  Beras Hitam Pulihkan Stroke

Untuk mengantisipasi hama dan penyakit yang lolos ke dalam pertanaman, mereka menyemprotkan pestisida alami yang mengandung agen hayati. Contohnya: Pseudomonas flourescens, Coryne bacterium, Beauveria bassiana, Trichoderma spp, Vertycilium leccanisp. Selain itu, mereka juga menyemprotkan pestisida nabati yang mengandung bahan aktif citronellium 40%. Penyemprotan berdasarkan intensitas serangan. Hama bawang merah ialah ulat tentara alias spodoptera, tungau alias thrip, aphid, jangkrik, dan belalang.

Daun bunga matahari bolong indikasi adanya predator

Daun bunga matahari bolong indikasi adanya predator

Bila tidak ada serangan, pelaksana lapangan tidak menyemprotkan. Namun, secara umum hampir tidak ada hama yang menyerang bawang dan cabai. Apalagi beberapa yellow trap alias jebakan serangga berwarna kuning menggantung di berbagai tempat untuk menjebak hama serangga kecil. Hama yang hinggap akan melekat dan tidak dapat melepaskan diri dari plastik kuning itu karena dibubuhi lem. Indikator lain serangan hama dan penyakit ialah ikan di saluran air. Hewan air itu sangat peka racun. Bila ada racun, meski berkadar rendah, ia akan pingsan atau bahkan mati.

Belalang jadi hama tanaman karena mampu berpindah cepat

Belalang jadi hama tanaman karena mampu berpindah cepat

Pakan ikan pun berbahan organik, yakni dengan menumbuhkan plankton. Ikan akan memakan plankton. Agar ketersediaan bahan pakan itu tetap terjaga, maka sekali dalam sepekan di saluran air itu ditebar pupuk organik, yakni kotoran kambing fermentasi. Untuk luas 600 m2 diperlukan 1 ton pupuk kandang. Saat Trubus berkunjung, umur pertanaman baru berkisar 50 hari. Pada umur 65—70 hari, umbi bawang merah siap panen. Dari setiap siung, dihasilkan 10—12 umbi bawang. Pengelola memperkirakan menuai 0,8—1,2 kg cabai per tanaman.

Selain bawang merah dan cabai, pekebun pun dapat memanen ikan yang ditebar di saluran air di seputar bedengan. Karena hasil produksi cukup bagus dan biaya murah, Direktur Perbenihan Hortikultura Ir Sri Wijayanti Yusuf, M Agr Sc, mengungkapkan penerapan konsep pertanian murah itu di setiap kecamatan karena tidak perlu membeli pupuk kimia dan pestisida. (Syah Angkasa)

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d