5 Inovasi Dongkrak Laba: Ajir Pintar Serbabisa 1
Pergola dirancang artistik menggunakan ajir lentur

Pergola dirancang artistik menggunakan ajir lentur

Ajir baru lebih awet, bersih, dan asri di kebun. Tahan 10 tahun.

“Saya suka para-para itu. Bentuknya menarik dan rapi,” ujar Ir Rante Limbong saat melihat para-para itu di Kepanjen, Malang, Jawa Timur. Yang dimaksud Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tanatoraja, Sulawesi Selatan, itu ialah para-para setinggi 2,5 m. Beberapa batang berwarna hijau menjadi tiang pergola. Anyaman tali rafia di tiang membuat pergola tampak artistik. Pergola itu sebenarnya tempat rambatan peria Momordica charantia dan mentimun Cucumis sativus.

Suasana di bawah pergola itu relatif sejuk. Apalagi ketika kedua tanaman anggota famili Cucurbitaceae itu mencapai bagian atas, suasana kian teduh. Pantas para pengunjung Jambore Varietas Unggul Hortikultura di Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) ke-14 silih-berganti datang. Suhu pada siang hari cukup panas sehingga bernaung sejenak di bawah pergola itu bisa mengembalikan kesegaran tubuh. Tiang hijau para-para itu adalah color pipe knotty, sejenis plat besi yang dibentuk menjadi pipa kecil lalu plastik poliolefin berwarna hijau membungkusnya. Agar memudahkan, sebut saja ajir lentur.

Masa pakai ajir lentur 10 tahun

Masa pakai ajir lentur 10 tahun

Pengganti ajir
Bentuk tiang-tiang itu seragam, bulat, panjang, dan lurus sehingga kita mampu merancang sendiri pergola artistik sesuai keinginan. Pergola di Penas itu terdiri atas banyak tiang sehingga peria dan mentimun merambat secara rapi. Wajar bila Rante Limbong kepincut memiliki dan ingin memboyongnya ke Tanatoraja. Selain pergola kita dapat memanfaatkan pipa knotty itu sebagai ajir untuk tanaman cabai dan tomat. Menurut praktikus cabai di Bogor, Jawa Barat, Rudi Purwadi, pemakaian ajir penting agar tanaman cabai tidak rebah.

Pada penanaman cabai ajir penting supaya tanaman tidak rebah terutama saat berbuah

Pada penanaman cabai ajir penting supaya tanaman tidak rebah terutama saat berbuah

Saat berbuah, tanaman anggota famili Solanaceae itu tidak cukup kuat menahan beban buah sehingga cenderung doyong, terutama saat angin atau hujan menerpa. Dengan bantuan ajir, tanaman cabai tetap berdiri tegak hingga panen selesai. Ajir lentur setinggi 1,5 m membuat kebun berskala luas terlihat rapi. Selama ini, pekebun menggunakan belahan bambu sebagai ajir sepanjang 125—150 cm. Harga sebuah ajir Rp1.000. Jika populasi 16.000 per ha, maka seorang pekebun menghabiskan Rp16-juta.

Baca juga:  Hunian Hijau Maria Liopisa

Belakangan ketersediaan ajir bambu itu mulai berkurang karena pemanfaatannya kian beragam seperti sebagai bahan mebel, alat rumah tangga, industri kerajinan, dan industri kertas. Karena pemanfaatan kian beragam, harga ajir pun cenderung naik. Bila sebelumnya harga sebuah ajir hanya Rp250, kemudian naik Rp500, kini Rp1.000 per batang. Bahkan di Kalimantan harga sebuah ajir mencapai Rp2.500. Belum lagi penyimpanan setelah panen yang butuh tempat luas. Umur pakainya pun singkat, paling 2 musim tanam.

Ajir mudah diikat karena permukaan berulir

Ajir mudah diikat karena permukaan berulir

Anggota staf pemasaran PT Takiron Indonesia, Amrozi, mengungkapkan pemakaian lanjaran atau ajir, sangat penting, khususnya untuk tanaman merambat. Oleh karena itulah PT Takiron Indonesia menyediakan pengganti ajir bambu. Amrozi mengungkapkan, pekebun di berbagai daerah sulit memperoleh ajir bambu lantaran harga bambu semakin naik. Sudah mahal, ajir bambu tak tahan lama, hanya untuk 1—2 musim tanam. Bandingkan dengan ajir takiron yang bertahan hingga 5—10 tahun.

Harganya sekitar Rp5.500 per batang. Namun, dengan masa pakai hingga 10 tahun, biaya pengadaan ajir menjadi jauh lebih murah. Dalam kurun waktu itu seorang pekebun dapat menggunakan ajir lentur hingga 15 kali periode tanam. Artinya pekebun hanya mengeluarkan biaya Rp366 untuk sebuah ajir lentur dalam sebuah periode tanam. Bandingkan dengan ajir bambu yang harga minimal Rp1.000, maka pekebun menghabiskan Rp500 per ajir dalam satu periode tanam.

Ajir lengkung untuk tanaman merambat seperti peria, mentimun, dan melon

Ajir lengkung untuk tanaman merambat seperti peria, mentimun, dan melon

Kelebihan lain ajir lentur adalah bebas rayap dan bebas busuk. Bandingkan dengan ajir bambu yang rawan lapuk karena lembap. Ajir lentur itu pun tahan karat karena dibuat dari plastik. Selain itu, di lahan sewa, ajir-ajir itu dapat dibongkar saat harus meninggalkan lahan. Karena bahan tipis dan seragam sehingga pekebun mudah mengangkutnya.

Mudah dipasang
Kepala Pengadaan Toko Pertanian Trubus, Ir Rismawani Dalimunthe, mengungkapkan ajir lentur itu bersih, awet, tidak merusak lingkungan, dan mempunyai nilai estetika karena bisa dibuat sesuai keinginan. Ia pun bersifat bongkar pasang, sehingga saat bosan dengan satu model, bisa diganti dengan model lain. Ukurannya tipis 11 mm, sehingga mudah disimpan usai panen. Direktur Direktorat Benih, Kementerian Pertanian Ir Sri Wijayanti, MAgrSc tertarik pada konstruksi pergola dan kumbung mini yang juga terbuat dari ajir lentur.

Ajir menjadi kerangka penaung pembibitan

Ajir menjadi kerangka penaung pembibitan

“Bentuknya sederhana dan bisa bongkar-pasang,” ujar Wijayanti. Dengan tiang yang sudah melengkung, pekebun mudah membuatnya. Kumbung mini sangat bermanfaat bagi tanaman yang tidak tahan sinar matahari terik supaya daun tidak terbakar atau layu. Ia juga melindungi bunga beragam tanaman seperti bunga kol dan brokoli dari terpaan air hujan. Yang menarik, pergola bisa didirikan secara berjajar membentuk kumbung yang lebih besar.

Konstruksi shelter plant bisa dibongkar pasang

Konstruksi shelter plant bisa dibongkar pasang

Bila tiang pergola tidak dipakai, maka kumbung yang dekat ke tanah bisa dimanfaatkan untuk pembibitan. Di dalam kumbung itu, suhu dan kelembapan tinggi dapat merangsang bibit setek cepat berakar. Saat suhu terlalu tinggi, kita dapat membuka plastik kumbung. Atau menutupnya saat hujan turun. Pada musim hujan, tanaman diharapkan tumbuh normal dan mampu berproduksi. Seperti juga kumbung umumnya, plastik dapat diganti dengan jaring penaung untuk mengurangi intensitas cahaya pada musim kemarau.

Baca juga:  Budidaya Lebah Trigona

Bentuk lain yang cukup menarik ialah lanjaran lengkung. Ajir itu untuk tanaman merambat seperti peria, mentimun, kacang panjang, dan melon. Dengan bentuk permanen pekebun tidak perlu lagi melengkungkan ajir. Cukup dengan memasang ajir lengkung di dekat tanaman. Untuk menambah rambatan, pekebun bisa menggunakan tali rafia yang menghubungkan antarlanjaran.

Ajir bambu kian mahal dan daya tahan singkat

Ajir bambu kian mahal dan daya tahan singkat

Menurut Prof Ir Sobir PhD, ajir lentur belum memasyarakat di Indonesia. Ia melihat produk itu di Jepang pada 1995-an saat bersekolah di sana. Jepang mengembangkan ajir itu sejak 1970-an. Indonesia melalui PT Takiron Indonesia memperoduksi ajir lentur sejak 2004. Hingga saat ini 95% produksi diekspor diantaranya ke Jepang, Taiwan, Thailand, Timur Tengah, dan Amerika Serikat. Sejak 2010 pasar dalam negeri pun dilirik musababnya ajir bambu kian mahal. Atmadi Saleh pekebun di Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat mulai memanfaatkan setahun silam untuk 300 pohon tomat dan teung. “penggunaannya praktis,” ujarnya. Kini ajir tidak perlu lagi bersandar pada bambu, tetapi pada ajir lentur yang tahan lama. (Syah Angkasa)

Ajir Berubah Kumbung

Edisi Juni 2014.pdf

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *