5 Bisnis Prospektif 2015

5 Bisnis Prospektif 2015 1

539_ 10-2Bahkan berbisnis pun bisa dari dalam kamar. Omzet puluhan juta rupiah.

Fantastis, kecepatan mobil Bugatti Veyron Legend ‘Jean Bugati’ itu setara kereta api, 435 km per jam. Dengan volume silinder 16.400 cc, mesin itu menghasilkan 1.200 tenaga kuda. Itu lebih dari 10 kali kekuatan mobil kelas city car yang berseliweran di tol ibukota Jakarta kala tak macet, yang paling banter hanya 140 tenaga kuda. Produsen otomotif Bugatti di Perancis mengeluarkan seri terbaru itu amat terbatas, produksi cuma 3 unit. Tidak heran harga Bugatti Veyron Legend juga fantastis: 2,28-juta Euro setara Rp35,1-miliar.

Keterbatasan jumlah salah satu pemicu harga tinggi, apalagi jika permintaan tinggi. Buah lengkeng lazimnya berkulit krem pucat hingga cokelat kekuningan. Kehadiran pohon lengkeng dengan buah berkulit merah membuat pehobi dan penangkar buah kepincut. Mereka lantas beradu cepat memiliki sang pendatang baru. Soal harga menjadi nomor 2. Itu yang terjadi ketika penjual membanderol sebuah bibit setinggi 50 cm Rp5-juta. Dalam sekejap 100 bibit itu ludes. Bandingkan dengan bibit tanaman buah lain berukuran sama, yang hanya Rp60.000.

Durian pelangi, satu-satunya di Indonesia. Jadi incaran pehobi dan pekebun di dalam dan mancanegara

Durian pelangi, satu-satunya di Indonesia. Jadi incaran pehobi dan pekebun di dalam dan mancanegara

Strategi biaya rendah
Buah berkulit merah bukan gebrakan pertama Nephellium longan itu. Kehebohan serupa pernah terjadi 11—12 tahun silam, ketika muncul lengkeng yang mampu berbuah di dataran rendah. Lengkeng sama sekali bukan barang baru. Namun, buah kerabat leci itu lebih menyukai dataran tinggi beriklim sejuk agar dapat berbuah. Syarat lain: harus ditanam berpasangan lantaran dianggap tanaman berumah dua. Artinya, bunga jantan dan bunga betina terletak di tanaman berbeda.

Kehadiran trio lengkeng dataran rendah—diamond river, itoh, dan pingpong—seketika mengobrak-abrik kedua syarat itu. Sejak itu lengkeng dataran rendah baru terus bermunculan, termasuk lengkeng berkulit merah introduksi dari mancanegara. Lengkeng merah itu unik dan terbatas. Direktur Program Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor, Dr Ir Arief Daryanto MEc, menyatakan, keunikan salah satu cara memperoleh harga tinggi. Konsumen, terutama para kolektor, bersedia membayar lebih untuk mendapatkan barang berbeda.

Buncis perancis, harga lebih tinggi masa tanam lebih singkat

Buncis perancis, harga lebih tinggi masa tanam lebih singkat

Melihat peluang meraup laba, penangkar bibit pun bergegas memperbanyak bibit-bibit tanaman buah eksklusif seperti lengkeng merah dan durian pelangi. “Di titik tertentu, orang tidak lagi melihat harga saking besarnya keinginan memiliki sesuatu,” tutur Arief. Seiring waktu, ketika pasokan kian banyak harga bakal terkoreksi. Kelak harga bakal semakin turun, apalagi setelah hasil perbanyakan para pembibit memasuki pasar. Anis Rifai, penangkar di Magelang, Jawa Tengah, memperkirakan, setahun mendatang harga bibit lengkeng merah Rp700.000—Rp1.000.000.

Baca juga:  Atasi Masalah Hidroponik

Setelah harga terkoreksi, peluang meraup laba bagi penangkar bibit tetap terbuka. Syaratnya, mereka bisa membuat produk sebanyak-banyaknya dalam waktu secepat mungkin dengan biaya minimal—langkah yang disebut strategi biaya rendah. Anis Rifai mempercepat perbanyakan bibit lengkeng merah dengan menempelkan mata tunas ke pohon besar. Pertumbuhan menjadi lebih cepat. Empat bibit yang ia beli pada Mei 2014 bakal menjadi 600 bibit pada akhir tahun.

Perbanyakan bibit secara massal dan cepat menekan biaya produksi sehingga menghasilkan laba besar

Perbanyakan bibit secara massal dan cepat menekan biaya produksi sehingga menghasilkan laba besar

Bersih
Membuat produk unik juga dilakukan Pitoyo Ngatimin di Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Ia menanam buncis perancis, yang berbeda dengan buncis sayur yang ditanam petani lain. Komoditas itu menguntungkan lantaran harga mencapai Rp9.000 per kg di kebun dan masa tanam hanya 35—42 hari. Masa tanam buncis biasa 60—90 hari sementara harganya hanya Rp2.500 per kg. Setiap panen, ia memperoleh minimal 450 kg per 1.000 m2 lahan. Ia menanam 3 kali setahun di lahan seluas 3.000 m2 sehingga meraih laba Rp34-juta per tahun.

Cara lain memenangkan persaingan adalah pemberian sentuhan akhir sehingga berbeda dengan buatan kompetitor. Akbar Mahalli dan Ai Ratna Suminar meningkatkan nilai susu sapi segar dari hanya Rp7.000 menjadi Rp30.000 per liter. Mereka mempasteurisasi, menambahkan mikrob fermentor, melindungi dari cahaya, mengaduk, lalu mendiamkan selama 24—72 jam. Setelah memisahkan bagian yang menggumpal, mereka mendapatkan cairan keruh. Itulah kefir, susu sapi seharga Rp30.000 per liter.

Lengkeng kulit merah memikat pehobi dan penangkar buah

Lengkeng kulit merah memikat pehobi dan penangkar buah

Olahan susu mirip yogurt itu konsumsi masyarakat semenanjung Anatolia hingga sebagian daerah Kaukasus sejak masa kekaisaran Cina. Susu bahan kefir memang harus bermutu tinggi, tanpa prengus. Itu alasan Pia Ginting, produsen kefir susu kambing di Malang, Jawa Timur, hanya menggunakan susu dari peternak binaannya. Pia memastikan peternak selalu menjaga kebersihan kandang agar susu tidak berbau prengus.

Baca juga:  Pereda Glaukoma

Menurut Dr Ir Anas Dinurrohman Susila MSi, kepala Universtiy Farm Institut Pertanian Bogor, mutu produk pertanian bisa dipertahankan dengan penerapan standar good agricultural practice (GAP). Standar itu menuntut beberapa perlakuan, salah satunya menjaga sanitasi. Anas mencontohkan industri pertanian di negara jiran Malaysia dan Thailand. “Puluhan ribu petani di kedua negara itu mengantungi sertifikat GAP sehingga pasar dan tingkat harga produk mereka terjamin,” tutur pria berumur 51 tahun itu.

Susu harus bebas bau prengus untuk membuat kefir

Susu harus bebas bau prengus untuk membuat kefir

Diperebutkan pasar
Tidak kalah penting adalah perencanaan produksi untuk menjaga keseimbangan kebutuhan dan pasokan. Ketika produksi melimpah, harga pasti anjlok sehingga pelaku industri pertanian rugi. Saat produksi anjlok akibat salah mengantisipasi lingkungan, harga melonjak. Petani tidak kebagian apa-apa karena tidak punya produk. Kekosongan produk menjadi peluang bagi mereka yang jeli, seperti Adhy Suharmaji di Lumajang, Jawa Timur.

Ia beternak semut untuk memperoleh kroto. Kroto alias telur semut menjadi pakan favorit burung kicauan. Dahulu pemburu kroto berkeliling di desa-desa mencari sarang semut merah Oecophylla smaragdina. Hasilnya bisa memenuhi kebutuhan pehobi burung. Seiring tren kicauan, pehobi bertambah sehingga pasar kekurangan kroto. Sudah begitu, kroto juga dicari penggemar mancing. Pemicunya kandungan protein tinggi menguarkan aroma amis yang memikat bagi ikan.

Kroto hasil ternak lebih diminati karena segar

Kroto hasil ternak lebih diminati karena segar

Sementara kroto tangkapan alam semakin tidak disukai karena tidak segar akibat disimpan terlalu lama. Kroto hasil ternak pun menjadi buruan. Tren kicauan dan mancing mengerek komoditas lain: ulat hongkong. Larva kumbang Tenebrio molitor itu juga dicari pehobi satwa eksotis seperti gecko atau tokek hias dan landak mini. Hary Wibowo, peternak ulat hongkong di Kabupaten Malang, Jawa Timur, meningkatkan produksi dari 700 kg per bulan pada 2010 menjadi 2,8 ton per bulan. Itu baru memenuhi 50% permintaan.

Ulat hongkong menyajikan laba fantastis

Ulat hongkong menyajikan laba fantastis

Laba mencapai Rp28-juta—Rp42-juta per bulan sehingga ulat hongkong membuat Hary melepaskan jabatan sebagai kepala cabang salah satu bank pemerintah di Malang, Jawa Timur. Peluang dan kebutuhan yang terus meningkat menjadikan agribisnis kian menjanjikan. Waktu pengusahaan singkat, laba tinggi, dan hanya memerlukan lahan yang relatif sempit—kurang dari 1 ha. Namun, jangan abaikan risiko yang mengintai. Produk rusak, kegagalan panen, serangan hama, atau penipuan harus diantisipasi sejak awal. Itu sepadan dengan hasil yang bakal dipetik. (Argohartono Arie Raharjo)

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x