34 °C Jakarta, ID
23 May 2019

4 Trik Budidaya Hamster yang Baik

Hewan lucu bernama hamster ini memang banyak sekali pecintanya, mulai dari kalangan dewasa hingga anak-anak. Bukan hal yang mengherankan, mengingat hamster merupakan peliharaan yang menyenangkan serta lucu. Sayangnya, hewan ini terkenal rapuh juga mudah sakit jika tidak dirawat dengan baik dan benar.

Namun jika kita sudah mengenali perilaku serta kebiasaan hamster, tidak menutup kemungkinan kita bisa sukses dalam memeliharanya. Bahkan yang awalnya hanya hobi semata, pada akhirnya bisa menjadi penghasilan yang menguntungkan.

Ya, seiring dengan banyaknya peminat hewan lucu ini, maka semakin terbuka lebarlah peluang bisnis budidaya hamster. Jadi, tidak perlu ragu apabila kamu ingin memulai bisnis budidaya hamster, mengenai cara serta teknik pelaksanaannya bisa kamu pelajari secara instan melalui artikel ini.

Trik Budidaya Hamster yang Baik

Beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan budidaya hamster meliputi: pemilihan bibit hamster, penempatan hamster, cara merawat, hingga cara pemberian pakan. Berikut akan kami ulas satu per satu trik budidaya hamster yang baik.

1. Trik pemilihan bibit hamster

Bibit hamster yang biasa dipilih sebagai indukan ialah jenis hamster Campbel yang harganya relatif murah serta perawatannya pun mudah. Sebagai awal, kamu bisa memilih hamster berjenis kelamin betina yang gerakannya lincah serta memiliki nafsu makan yang baik dengan tampilan fisik sehat. Sedang pada hamster jantan, kamu bisa melihat tampilan fisik bokongnya. Jika bokong hamster tersebut besar, maka bisa dipastikan hamster tersebut subur.

Selain itu, faktor umur juga perlu kita perhatikan. Usia yang cocok dijadikan indukan ialah hamster berusia 4 – 11 bulan, karena jika kurang dari 4 bulan, dikhawatirkan anak yang dilahirkannya nanti lemah serta pertumbuhannya tidak maksimal.

Untuk bisa membedakan hamster jantan dan betina, ikutilah tips serta trik di bawah ini.

Trik membedakan hamster jantan dan betina

  • Jenis kelamin hamster akan terlihat saat hewan berusia 3 – 4 minggu
  • Peganglah hamster dengan lembut lalu balikkan posisi hamster tersebut pada telapak tangan atau dengan istilah lain membuat hamster tersebut telentang. Jika kesulitan dalam membalik hamster, maka kamu bisa memasukkannya ke dalam kantong plastik yang telah dilubangi
  • Pada hamster jantan, bentuk pantat akan lebih besar, bulat serta lebih panjang dari pada hamster betina
  • Strokum dengan testis pada pejantan sudah mulai terlihat di usia 4 minggu
  • Pada hamster betina akan terlihat puting susunya
  • Perhatikan struktur jenis kelamin jantang dan betina. Pada pejantan memiliki 2 lubang terpisah 1 – 2 cm. Lubang dekat ekor merupakan anus, sedangkan lubang di atasnya merupakan alat kelamin jantan. Untuk hamster betina, kedua lubang yang ada sangat dekat seperti menempel. Lubang dekat ekor ialah anus, sedangkan yang berada di atasnya ialah alat kelamin betina
  • Hamster jantan lebih besar dibanding dengan betina
  • Kelenjar aroma bulu hamster jantan lebih besar dibanding hamster betina, oleh sebab itu bau dari hamster betina lebih menyengat dibanding hamster jantan
  • Bulu hamster jantan terlihat lebih kotor dibanding dengan hamster betina
  • Hamster betina biasanya lebih agresif, terlebih jika telah memasuki usia 2 tahun keatas

2. Tempat pemeliharaan

Tempat pemeliharaan/ kandang hamster tersebut sangat mempengaruhi proses reproduksi dari hamster. Sediakan kandang hamster yang baik serta nyaman untuk ditinggali, idealnya untuk membudidayakan 10 ekor hamster, maka kita memerlukan satu kandang besar berisikan 2 pejantan dan sisanya betina. Jangan heran, karena hamster merupakan hewan yang memberlakukan poligami, perkawinan bisa dilakukan asal jenis hamsternya sama serta tidak terjadi perkawinan sedarah yang memungkinkan bayi hamster lahir cacat.

Karena selama proses budidaya kita membutuhkan 3 kandang berbeda, masing-masing sebagai tempat pemeliharaan, tempat kawin serta tempat karantina hamster betina yang sedang hamil. Kamu bisa membuat kandang sendiri agar menghemat biaya. Kandang tersebut hamster dapat terbuat dari kardus bekas, kaleng bekas, atau aquarium yang sudah diberi kasa kawat sebagai penutupnya. Jangan lupa berikan tadah kotoran di bawahnya agar tidak terlalu merepotkan.

Berikan serbuk kayu, kulit padi kering, atau daun jagung yang sudah kering pula sebagai alasnya.

3. Proses perkawinan

Sebelum melakukan proses pengawinan hamster, sebaiknya kita menyediakan kandang khusus untuk menyatukan hamster jantan dan betina. Karena jika dicampur dengan hamster lainnya, maka akan menimbulkan kecemburuan sehingga hamster-hamster tersebut bertengkar.

Setelah diletakkan pada satu kandang, biasanya hamster jantan akan menciumi alat kelamin hamster betina, namun betina akan bersikap jual mahal pada awalnya sehingga hamster pejantan akan mengejar-ngejar betinanya. Proses kawin hamster bisa berlangsung selama 3 minggu, atau hanya dilakukan sekali saja dalam tempo waktu 15 menit. Proses kawin selesai jika kamu menjumpai kedua hamster saling menjilati alat kelaminnya. Cukup unik memang, namun demikianlah perilaku hewan.

Apabila hamster betina telah hamil, maka sebaiknya kamu memberikan kandang tersendiri agar hamster betina tersebut tidak merasa terancam atau stress. Untuk memindahkannya pun, kamu tidak boleh langsung memegang hamster betina, gunakanlah sendok atau semacamnya untuk menghindari gigitan hamster yang sedang agresif juga galak-galaknya itu.

4. Pakan hamster

Makanan yang baik untuk hamster ialah makanan yang mengandung protein tinggi seperti telur. Telur berprotein tinggi akan membangkitkan nafsu pasangan untuk kawin. Selain telur, kamu juga bisa memberikan ragi agar hamster bisa relax serta tidak mengalami stres selama proses budidaya. Hamster yang mudah stress bisa merugikan para peternak bahkan berakhir dengan kematian hamster yang tidak diharapkan.

Sumber ragi bisa diperoleh dari makanan seperti roti, snack hamster, atau vitamin kucing serta anjing yang banyak mengandung ragi di dalamnya. Makanan hamster yang tidak kalah populer ialah biji bunga matahari.

Trik budidaya hamster nyatanya tidak sesulit yang kita bayangkan, hanya saja memang dibutuhkan semangat serta niat ekstra untuk membangun rintisan usaha ini. Kami berharap informasi yang sudah disampaikan di atas bermanfaat dan dapat menjadi inspirasi bagi kamu sekalian.

Sumber : i l m u b u d i d a y a . c o m