4 Trik Budidaya Hamster yang Baik

Hewan lucu bernama hamster ini memang banyak sekali pecintanya, mulai dari kalangan dewasa hingga anak-anak. Bukan hal yang mengherankan, mengingat hamster merupakan peliharaan yang menyenangkan serta lucu. Sayangnya, hewan ini terkenal rapuh juga mudah sakit jika tidak dirawat dengan baik dan benar.

Namun jika kita sudah mengenali perilaku serta kebiasaan hamster, tidak menutup kemungkinan kita bisa sukses dalam memeliharanya. Bahkan yang awalnya hanya hobi semata, pada akhirnya bisa menjadi penghasilan yang menguntungkan.

Ya, seiring dengan banyaknya peminat hewan lucu ini, maka semakin terbuka lebarlah peluang bisnis budidaya hamster. Jadi, tidak perlu ragu apabila kamu ingin memulai bisnis budidaya hamster, mengenai cara serta teknik pelaksanaannya bisa kamu pelajari secara instan melalui artikel ini.

Trik Budidaya Hamster yang Baik

Beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan budidaya hamster meliputi: pemilihan bibit hamster, penempatan hamster, cara merawat, hingga cara pemberian pakan. Berikut akan kami ulas satu per satu trik budidaya hamster yang baik.

1. Trik pemilihan bibit hamster

Bibit hamster yang biasa dipilih sebagai indukan ialah jenis hamster Campbel yang harganya relatif murah serta perawatannya pun mudah. Sebagai awal, kamu bisa memilih hamster berjenis kelamin betina yang gerakannya lincah serta memiliki nafsu makan yang baik dengan tampilan fisik sehat. Sedang pada hamster jantan, kamu bisa melihat tampilan fisik bokongnya. Jika bokong hamster tersebut besar, maka bisa dipastikan hamster tersebut subur.

Selain itu, faktor umur juga perlu kita perhatikan. Usia yang cocok dijadikan indukan ialah hamster berusia 4 – 11 bulan, karena jika kurang dari 4 bulan, dikhawatirkan anak yang dilahirkannya nanti lemah serta pertumbuhannya tidak maksimal.

Untuk bisa membedakan hamster jantan dan betina, ikutilah tips serta trik di bawah ini.

Trik membedakan hamster jantan dan betina

  • Jenis kelamin hamster akan terlihat saat hewan berusia 3 – 4 minggu
  • Peganglah hamster dengan lembut lalu balikkan posisi hamster tersebut pada telapak tangan atau dengan istilah lain membuat hamster tersebut telentang. Jika kesulitan dalam membalik hamster, maka kamu bisa memasukkannya ke dalam kantong plastik yang telah dilubangi
  • Pada hamster jantan, bentuk pantat akan lebih besar, bulat serta lebih panjang dari pada hamster betina
  • Strokum dengan testis pada pejantan sudah mulai terlihat di usia 4 minggu
  • Pada hamster betina akan terlihat puting susunya
  • Perhatikan struktur jenis kelamin jantang dan betina. Pada pejantan memiliki 2 lubang terpisah 1 – 2 cm. Lubang dekat ekor merupakan anus, sedangkan lubang di atasnya merupakan alat kelamin jantan. Untuk hamster betina, kedua lubang yang ada sangat dekat seperti menempel. Lubang dekat ekor ialah anus, sedangkan yang berada di atasnya ialah alat kelamin betina
  • Hamster jantan lebih besar dibanding dengan betina
  • Kelenjar aroma bulu hamster jantan lebih besar dibanding hamster betina, oleh sebab itu bau dari hamster betina lebih menyengat dibanding hamster jantan
  • Bulu hamster jantan terlihat lebih kotor dibanding dengan hamster betina
Tags:
Leave a Comment