30 Menit Siram 2 Ha

30 Menit Siram 2 Ha 1
Penyiraman manual butuh 3—4 jam di kebun jambu 2 ha

Penyiraman manual butuh 3—4 jam di kebun jambu 2 ha

Penyiraman lebih cepat dan merata dengan irigasi.

Berapa waktu dihabiskan untuk menyiram 1.000 pohon jambu? Suherman hanya memerlukan 30 menit. Lazimnya para pekebun menghabiskan 4 jam untuk menyiram seribu pohon di lahan 2 ha. Padahal, pekebun menyiram 2 kali sehari pada pagi dan sore. Pekebun di Desa Cengkehturi, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara, semula memang menghabiskan waktu 8 jam. Namun, kini ia meninggalkan selang untuk menyiram dan mengganti dengan irigasi tetes.

Sebelum memanfaatkan irigasi tetes untuk penyiraman, Suherman mengupah tenaga seorang penyiram Rp1-juta per bulan atau Rp12-juta per tahun. Pengeluaran itu rutin karena penyiraman dilakukan sepanjang tahun berapa pun umur tanaman. Suherman menghabiskan Rp15-juta untuk membangun jaringan irigasi, termasuk pipa kecil ke tanaman. Artinya biaya investasi jaringan irigasi untuk penyiraman itu setara gaji seorang penyiram selama 15 bulan.

Kualitas premium buah jambu madu deli hijau berkat pemberian air dan nutrisi yang cukup

Kualitas premium buah jambu madu deli hijau berkat pemberian air dan nutrisi yang cukup

Praktis menyiram
Menurut Suherman, “Pada awal pemasangan irigasi, memang terasa mahal. Namun, setahun kemudian biaya yang dikeluarkan sudah setara dengan gaji satu tenaga penyiram,” kata pekebun jambu madu deli hijau itu. Dengan jaringan irigasi, ia hanya mengeluarkan biaya besar pada tahun pertama tanpa harus menggaji tenaga kerja. Selain itu, instalasi penyiraman itu awet hingga 5—10 tahun, tergantung perawatan. Oleh karena itu penyiraman dengan instalasi irigasi jauh lebih hemat.

Pekebun di Serpong, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Tatang Halim, juga menggunakan jaringan irigasi untuk menyiram jambu deli hijau. Ia menggunakan pipa polivinil klorida (PVC) berukuran 1,5 inci untuk saluran utama. Sementara untuk saluran sekunder yang langsung ke tanaman, ia menggunakan plastik hitam polietilen. Dengan menggunakan saluran plastik, Tatang menghemat ratusan ribu rupiah. Harga satu meter plastik hanya Rp500. Bila panjang 25 m, maka Tatang hanya mengeluarkan dana Rp12.500.

Baca juga:  Madu Itama untuk Autisme

Namun, jika menggunakan pipa pvc dengan panjang sama, ia mengeluarkan dana Rp130.000. Daya tahan pipa pvc mencapai 5 tahun, sedangkan pipa plastik, hanya bertahan 1 tahun. Namun, semakin lama, tajuk pohon semakin luas sehingga menaungi selang yang membuat lebih awet. Penggunaan selang irigasi itu juga praktis karena tidak perlu ditanam dalam tanah. Tatang membuat lubang di setiap selang yang melewati pohon. Semakin di ujung, lubang semakin besar, atau semakin banyak agar pemakaian air merata.

Dengan jaringan irigasi, penyiraman 1.000 pohon jambu madu hanya butuh waktu 30 menit

Dengan jaringan irigasi, penyiraman 1.000 pohon jambu madu hanya butuh waktu 30 menit

Air akan keluar dari lubang saat Tatang membuka kran di saluran utama. Setelah cukup 3—6 liter per tanaman, ia menutup kran air. Menurut pria berkacamata itu, lokasi kebunnya di Legok, Serpong, cukup panas dan kering sehingga penyiraman mutlak dilakukan. Jambu air itu sangat menyukai penyiraman, khususnya menjelang berbunga dan berbuah. Sebenarnya, untuk hasilkan buah berkualitas, lingkungan panas dan kering paling pas. Buah lebih manis, padat, dan renyah. Namun, tanpa pemberian pupuk yang tepat, mustahil mendapat buah berkualitas.

Lebih murah
Menurut Yos Sutiyoso, praktikus hidroponik di Jakarta, membangun jaringan instalasi air di kota tidak semahal di daerah. Yos bahkan memperkirakan biaya membangun instalasi total seluas kebun Suherman tidak lebih dari Rp10-juta sehingga pekebun perlu mempertimbangkan untuk memasang jaringan irigasi untuk penyiraman. Jambu air Syzygium samarangense sebenarnya cukup tahan kekurangan air. Pada musim kemarau yang cukup lama, 4 bulan, daun-daunnya tetap hijau,

Tanaman buah kerabat cengkih itu memang mempunyai perakaran yang kuat sehingga mampu bertahan hidup pada kemarau. Namun, pada fase pertumbuhan ia tetap membutuhkan air untuk berbagai aktivitas di antaranya fotosintesis, penyerapan nutrisi dari tanah, dan aktivitas metabolisme. Penyiraman rutin menjaga tanah tetap lembap dan suhu stabil. Dengan demikian pemberian air mencegah tanaman mati muda. Penyiraman dapat dilakukan secara manual atau melalui irigasi tetes atau dengan kran otomatis.

Jambu madu saat berbunga dan berbuah membutuhkan 5—6 liter air per hari

Jambu madu saat berbunga dan berbuah membutuhkan 5—6 liter air per hari

Setelah masuk fase generatif alias berbunga dan berbuah, pekebun mengatur pengairan untuk menghasilkan buah berkualitas. Dengan mengatur pemberian air, pekebun dapat meningkatkan rasa manis, kerenyahan, dan ukuran buah. Dengan irigasi tetes, air keluar selama 15 menit atau setiap pot kira-kira mendapat 2—3 liter air. Penyiraman tanaman berumur 0—7 bulan cukup sekali sehari. Setelah 7 bulan frekuensi penyiraman menjadi 2 kali sehari. Bahkan saat kemarau penyiraman menjadi 3 kali sehari.

Baca juga:  Konsistensi Tolak Angin

Menurut Shodikin, pekebun di Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, stres air atau pengeringan media belum diperlukan untuk merangsang pembungaan. Pasalnya, jambu deli hijau tergolong jenis yang mudah berbuah sehingga belum perlu perangsangan dengan puasa air.

Selain itu jambu deli hijau mempunyai tingkat kemanisan cukup tinggi sehingga tanpa perlakuan pun manis dengan sendirinya. Buah kurang manis jika pekebun panen muda. Menurut Shodikin, mengairi jambu air tetap perlu dilakukan untuk pertumbuhan tanaman. Ia menggunakan dua metode penyiraman, yakni memakai selang air dan irigasi tets. Selang untuk menyemprot tanaman secara rutin pada pukul 08.00—09.30 dan pukul 15.00—16.30. Ia mengairi setiap pohon dengan irigasi tetes usai memupuk. Bila penyiraman dengan selang air, pupuk yang diberikan mudah hilang. (Syah Angkasa)

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x