3 Cara Bongsorkan Domba 1
Laju pertumbuhan pascasapih domba rata-rata 50 g/hari

Laju pertumbuhan pascasapih domba rata-rata 50 g/hari

Tingkatkan bobot domba dengan pemuliaan, pakan tepat, dan probiotik.

Apa jadinya jika domba unggul dari tiga benua “bertemu”? Mereka-domba saint croix dari Amerika Serikat, moulton charolais (Perancis), dan garut-melahirkan domba unggul juga. Namanya domba komposit garut (DKG). Pertumbuhan pascasapih saat berumur 3-4 bulan mencapai 169,1 gram per hari. “Dengan laju pertumbuhan seperti itu domba itu (DKG, red) termasuk super,” kata ahli pemuliaan dan genetika ternak Fakultas Peternakan IPB, Prof Dr Ir Cece Sumantri, MAgrSc. Di Indonesia mana ada domba dengan pertumbuhan pascasapih begitu tinggi, rata-rata hanya 50 gram per hari.

Yang membidani kelahiran domba komposit garut adalah Prof Dr Ir Ismeth Inounu MS. “Nama komposit digunakan karena domba itu merupakan campuran dari beberapa bangsa,” kata Cece Sumantri. Ia memang lahir dari “gabungan” tiga jenis domba. Ismeth Inounu membutuhkan 19 tahun untuk menghasilkan domba komposit garut. Doktor Ilmu Ternak alumnus Institut Pertanian Bogor itu mengawinkan 10 pejantan saint croix (HH) dengan 34 betina garut (GG).

Saint croix berkerangka tubuh besar dan bulu tipis sehingga cocok hidup di Indonesia yang tropis. Sebagai domba pedaging, bobot betina dewasa saint croix 68 kg dan jantan 90 kg. Adapun keunggulan domba garut beranak sepanjang tahun dan dapat beranak 8 bulan sekali. Bila jumlah per kelahiran satu anak, dalam 2 tahun induk domba dapat menghasilkan 3 anak.

Domba lokal garut perlu waktu 25 bulan untuk mencapai bobot 35 kg, domba komposit garut cukup 14-15 bulan

Domba lokal garut perlu waktu 25 bulan untuk mencapai bobot 35 kg, domba komposit garut cukup 14-15 bulan

Bobot lahir

Persilangan itu menghasilkan domba HG alias 50% garut : 50% saint croix. Selang setahun, Ismeth menyilangkan domba jantan moulton charolais (MM) dengan betina domba garut (GG) melalui teknologi inseminasi buatan (IB). Moulton charolais berdaya tumbuh tinggi, sifat keindukan bagus, serta produksi susu tinggi. Di tempat asalnya, domba moulton charolais jantan dewasa dapat mencapai 135 kg, sedangkan betina 90 kg.

Periset itu mengawinkan domba HG (jantan) dan MG (betina) yang menghasilkan domba komposit garut. Bobot lahir domba komposit garut lebih tinggi, 2,8-2,9 kg. Bandingkan dengan domba garut lokal, hanya 2,5 kg. Menurut Dr Ir Muhamad Bata MS dari Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, bobot lahir berkorelasi positif dengan pertumbuhan dan perkembangan domba. Umumnya bobot anakan jantan lebih tinggi dibanding betina.

Domba komposit garut laju pertumbuhan pascasapih 169,1 gram/hari

Domba komposit garut laju pertumbuhan pascasapih 169,1 gram/hari

Menurut anggota staf pengajar Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran, Dr Ir Dedi Rahmat MS, itu karena jumlah androgen atau hormon pengatur tumbuh pada jantan lebih banyak sehingga pertumbuhan pun lebih cepat dibanding betina. Pada umur sama bobot pejantan 2 kali bobot betina. Wajar jika peternak memilih domba jantan untuk penggemukan. Laju pertumbuhan bobot domba komposit garut juga lebih tinggi daripada domba lokal garut. Untuk mencapai bobot 35 kg, domba komposit garut perlu waktu 14-15 bulan, domba lokal garut 25 bulan.

Baca juga:  Khasiat Terompet Emas

Pilihan lain bagi peternak pedaging adalah domba komposit sumatera (DKS), hasil persilangan domba lokal sumatera, domba saint croix, dan domba barbados blackbelly. DKS mampu beradaptasi di lingkungan tropis dan lembap, siklus reproduksi sepanjang tahun, dan laju pertumbuhan yang baik, 101 gram per hari. Domba komposit sumatera betina berumur sembilan bulan berbobot 25,14 kg. Bobot itu lebih tinggi dibandingkan domba lokal sumatera yang hanya 17,50 kg.

Artinya harga domba komposit sumatera berumur 9 bulan mencapai Rp1-juta. Harga per kg bobot hidup domba pada Juli 2014 sebesar Rp42.500. Sementara domba lokal sumatera pada umur sama hanya Rp743.750. Dengan demikian keuntungan peternak DKS lebih tinggi Rp256.250 per ekor daripada domba lokal sumatera.

Pemberian pakan hijauan 10% dari total bobot tubuh

Pemberian pakan hijauan 10% dari total bobot tubuh

Ransum tepat

Prof Dr I Ketut Sutama menuturkan persilangan memang salah satu cara meningkatkan produktivitas ternak. “Jika melalui proses seleksi dalam satu rumpun, butuh waktu lama untuk mencapai generasi yang diinginkan,” kata periset di Balai Penelitian Ternak (Balitnak), Bogor, Jawa Barat, itu. Musababnya peningkatan mutu genetik dalam rumpun relatif kecil, 2-4% per setahun. Dengan pemuliaan peternak dapat memilih induk yang menurunkan sifat yang diinginkan pada keturunannya.

Tista Waringin Sitompul di Stabat, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, misalnya, menyilangkan domba lokal ekor tipis dan suffolk. Menurut alumnus Fakultas Peternakan, Universitas Sumatera Utara, itu domba lokal ekor tipis yang dijadikan induk betina tahan penyakit akibat cacing parasit, cepat berkembangbiak, dan rasa dagingnya enak. Sayang, tubuhnya kecil, bobot 25-40 kg.

Peternak di Blora, Jawa Tengah memberikan probiotik 10-15 ml per ekor per sekali memberi pakan komboran

Peternak di Blora, Jawa Tengah memberikan probiotik 10-15 ml per ekor per sekali memberi pakan komboran

Untuk itu ia menyilangkan dengan suffolk untuk mendapat keturunan jantan yang besar dan gemuk. Domba berasal dari Inggris itu dapat berbobot hingga 200 kg per ekor untuk jantan dan 150 kg untuk betina. Untuk mendapatkan sifat tahan hidup di dataran rendah, Tista mengawinkan barbados blackbelly jantan dan betina ekor tipis. (baca: Domba Lokal 180 Kg, Trubus edisi Juli 2014 hal 80-81).

Selain faktor genetik, domba unggul hasil pemuliaan masih perlu diiringi dengan pemberian pakan tepat dan hemat. Sebab, biaya pakan ternak hampir atau bahkan lebih 50% dari total biaya produksi. Untuk itu peternak pun harus pintar meramu pakan agar hemat dan pertumbuhan domba bagus. Tista memberikan pakan berupa hijauan dan konsentrat untuk domba waringin. Pemberian pakan hijauan 10% dan konsentrat cukup 1% dari total bobot tubuh.

Pemuliaan bertujuan memperbaiki genetik domba lokal agar unggul

Pemuliaan bertujuan memperbaiki genetik domba lokal agar unggul

Konsentrat sebagai pelengkap sehingga jumlahnya kecil. Untuk memenuhi kebutuhan pakan Tista menanam sumber pakan hijauan seperti rumput afrika, rumput lampung, rumput odot, dan ubi jalar di lahan 0,5 ha. Ia membeli konsentrat berupa limbah jagung, dedak padi, dan kedelai. Rp3.200 per kg. Dengan cara itu ia menghemat biaya pakan hingga hanya 20-30% dari total biaya produksi tanpa mengurangi kebutuhan nutrisi ternak. (baca: Kunci Ramu Pakan, hal 50-51) Terbukti bobot domba jantan berumur 12 bulan mencapai 70-145 kg, betina, 40-70 kg. Bobot itu tergolong fantastis, sebab bobot domba dewasa di tanahair rata-rata 25-40 kg.

Baca juga:  Berlomba Selamatkan Lumba-lumba

Bagi peternak mencari pakan hijauan juga bukan hal mudah, terutama pada musim kemarau. Salah satu solusinya adalah membuat pakan hi-fer atau hijauan fermentasi. Cara pembuatannya mudah, murah, dan berpotensi meningkatkan bobot domba atau kambing. Selain itu pakan hi-fer juga tahan lama, awet hingga 12 bulan (baca: Kaya Gizi Tahan Setahun halaman 52-53).

Suffolk menurunkan sifat besar dan gemuk

Suffolk menurunkan sifat besar dan gemuk

Probiotik

Cara lain meningkatkan bobot ternak dengan memberikan probiotik yang mengandung vitamin, enzim, dan zat yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Probiotik merupakan pakan aditif berupa mikrob hidup yang dapat meningkatkan keseimbangan dan fungsi pencernaan hewan. Probiotik juga meningkatkan kondisi kesehatan dan meningkatkan produktivitas ternak. Menurut Betha Sutrisno AMd, produsen probiotik di Klaten, Jawa Tengah, berdasarkan pengalaman peternak di Blora, Jawa Tengah, pertumbuhan kambing yang diberikan probiotik mencapai 4-5 kg per ekor per bulan. Sementara tanpa probiotik, 2-3 kg per ekor per bulan.

Peternak di Blora yang memelihara sekitar 30 domba itu memberikan probiotik 10-15 ml per ekor per sekali memberi pakan komboran. “Biasanya peternak memberikan probiotik 2 kali sehari, pagi dan sore,” kata Betha. Artinya, peternak memberikan 20-30 ml per ekopr per hari. Setelah menambahkan probiotik di pakan, durasi pembesaran domba lebih cepat, yakni sekitar 6 bulan. Padahal, sebelum menggunakan probiotik ia memerlukan 9-10 bulan untuk mencapai bobot 30 kg per ekor. Menurut Betha Sutrisno dengan penambahan probiotik, biaya pakan hanya meningkat Rp13.000 per ekor per bulan.

Bobot lahir berkorelasi positif dengan pertumbuhan dan perkembangan domba. Artinya anak domba berbobot besar pertumbuhannya juga lebih besar dibandingkan yang kecil

Bobot lahir berkorelasi positif dengan pertumbuhan dan perkembangan domba. Artinya anak domba berbobot besar pertumbuhannya juga lebih besar dibandingkan yang kecil

Di pasaran banyak terdapat probiotik seperti Tangguh, EM4, dan Biotkult. Harganya bervariasi antara Rp13.000-Rp70.000 per botol bervolume 1 l. Menurut ahli domba Prof Dr Ir Cece Sumantri, MAgrSc, probiotik berfungsi meningkatkan pencernaan pakan sehingga sedikit yang terbuang. “Kalau biasanya 30% nutrisi pakan terbuang bersama kotoran, maka tinggal 10-15% saja yang ikut terbuang bersama kotoran,” kata Betha. Probiotik juga membuat zat gizi yang terkandung di dalam pakan dengan cepat mudah diserap ke dalam usus ternak.

Dengan demikian laju pengosongan pakan di dalam perut domba semakin cepat dan mendorong ternak untuk mengonsumsi pakan hijauan yang diberikan secara tak terbatas. Meningkatnya kemampuan mengonsumsi pakan itulah yang diduga memacu pertumbuhan ternak. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Rizky Fadhilah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *