salak

Rayap adalah serangga sosial kecil yang hidup berkoloni. Mereka ditemukan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Rayap dikenal karena kemampuannya mengonsumsi selulosa, yang merupakan komponen utama kayu.

Selulosa adalah karbohidrat yang ditemukan di dinding sel tanaman dan merupakan senyawa organik paling melimpah di Bumi. Ini adalah sumber energi utama bagi rayap, dan mereka mampu memecah selulosa menggunakan enzim dalam air liur mereka.

rayap
Rayap, serangga kecil yang suka memakan kayu

Akibatnya, mereka dapat mengkonsumsi kayu dan bahan tanaman lainnya dengan mudah. Hal tersebut menjadikannya hama utama bagi pemilik rumah, karena mereka dapat menyebabkan kerusakan luas pada struktur kayu.

Ada banyak obat anti rayap yang dijual dipasaran, namun pada kesempatan kali ini akan kita bahas tentang 2 bahan alami yang dapat digunakan sebagai anti rayap, yakni kulit salak dan buah bintaro.

Kulit salak sebagai bahan anti rayap alami

Indonesia yang beriklim tropis kaya akan buah-buahan, salah satunya adalah buah salak. Salak banyak dinikmati oleh masyarakat, baik untuk dimakan segar maupun untuk diolah menjadi manisan dan asinan.

buah salak
Kulit buah salak sebagai anti rayap alami.

Tanaman salak diduga berasal dari Jawa dan telah dibudidayakan selama ratusan tahun. Varietas salak umumnya dikenali dari daerah tempat mereka dibudidayakan. Salak Pondoh dan Salak Bali merupakan varietas dengan nilai komersial yang tinggi.

Nah, kulit dari buah salak ini yang nantinya akan diolah sebagai bahan anti rayap alami.

Baca juga:  Bintaro untuk Tikus

Proses pembuatan

Rayap kerap menjengkelkan lantaran menggerogoti batang pohon berkayu seperti karet dan sengon. Diana Nurus Sholehah dari Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo, Madura, Jawa Timur, mengatasinya dengan kulit salak.

Bahan-bahan yang digunakan antara lain kulit salak, etanol, air serta kertas bekas.

Pertama-tama ia mengeringkan 100 g kulit salak selama 7 hari lalu menggiling dengan mesin. Setelah itu Diana mengekstrak kandungan metabolit sekunder kulit salak dengan etanol 95%. Jadilah ekstrak kulit salak.

Cara penggunaan

Ambil sebanyak 100 g kertas bekas kemudian tambahkan air secukupnya yang kemudian diolah menjadi bubur. Bubur kertas tersebut kemudian ditambah 5% ekstrak kulit salak. Tuang bubur kertas di atas kain halus dan kering anginkan.

Setelah kering, letakkan kertas itu di sarang rayap. Aroma dari ekstrak kulit salak di kertas menyebabkan 80% rayap tidak nafsu makan sehingga lemas dan akhirnya mati.

Buah bintaro sebagai bahan anti rayap alami

Pohon bintaro (Cerberra manghas L) umumnya dikenal sebagai tanaman yang menghiasi taman-taman kota, melengkapi penghijauan, memberi keteduhan di taman dan sebagai bahan baku kerajinan bunga kering.

Buah bintaro
Buah bintaro sebagai anti rayap alami.

Tanaman ini berkembang biak dengan biji dan tumbuh hingga 10-20 m. Batangnya tegak, berkayu dan bulat dengan bintik-bintik hitam.

Bunga Bintaro berwarna putih, harum dan terletak di ujung batang. Buahnya lonjong dan berisi biji yang mirip dengan mangga. Daging buahnya berserat dan beracun. Bijinya berbentuk pipih, panjang dan berwarna putih. Seluruh tanaman berwarna putih susu, seperti buah bergetah.

Proses pembuatan

Sebuah penelitian oleh Yuni Sarah dari Jurusan Manajemen Pertanian, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, membuktikan bahwa pestisida organik dari ekstrak buah bintaro mampu mengendalikan rayap.

Baca juga:  Agar Mata Sehat

Proses pembuatan insektisida organik itu cukup mudah. Pertama-tama siapkan 500 gram buah bintaro dan 500 ml air. Blender campuran bahan itu hingga halus lalu simpan dalam wadah tertutup rapat selama sepekan.

Setelah itu saring larutan untuk memisahkan cairan dari ampas. Ekstrak buah bintaro pun siap digunakan untuk mengendalikan rayap.

Cara penggunaan

Penyemprotan 6,4 ml ekstrak buah bintaro sebanyak 8 kali mampu membunuh rayap dalam waktu 7,26 menit.

Kesimpulan

Dari dua cara diatas, yang satu menggunakan kulit salak dan yang satunya lagi menggunakan buah bintaro, yang paling mudah untuk dibuat tentunya adalah dengan cara yang kedua. Karena anda hanya cukup menghancurkan buah bintaro kemudian difermentasikannya.

Sedangkan pada cara pertama, anda diharuskan mengerti bagaimana caranya mengekstrak kandungan metabolit sekunder dari kulit salak. Saya rasa tidak semua orang mengetahuinya.

Namun jika anda ingin tahu mana dari kedua cara diatas yang paling ampuh untuk mengatasi hama rayap, silakan anda mencobanya sendiri. 🙂

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Similar Posts